Home / Berita Tokoh / Aktivis Ini Kritisi Partai Politik Yang Mengusung Eks Pecandu Narkoba Maju Pilkada !

Aktivis Ini Kritisi Partai Politik Yang Mengusung Eks Pecandu Narkoba Maju Pilkada !

Link Banner

Komline,Jakarta– Gugatan Eks pecandu Narkoba Noviadi untuk melaju di pilkada 2020 secara sah ditolak Mahkamah Konstitusi. Hal tersebut berlaku, setelah diberlakukannya putusan pengadilan pasal 7 ayat 2 huruf i UU No. 10/2016 tentang aturan tidak dapat melaju Pilkada.

Namun, belakangan timbul polemik bahwasanya masih ada partai politik yang diam-diam mendukung Noviadi melenggang di Pilkada Ogan Ilir Sumsel, tahun 2020.

Menyimak polemik tersebut, Harda Belly aktivis asal Sumsel sekaligus penggiat anti money politik  mengatakan, bahwasanya partai politik yang mendukung eks pencandu narkoba untuk maju di pilkada tahun 2020 dinilai menyesatkan dan krisis kaderisasi .

“apakah tidak ada lagi anggota parpol yang kompeten, bebas dari narkoba yang bisa memimpin daerahnya?, banyak anak bangsa, putra-putri daerah dari para kader politik yang bersih, bebas narkoba yang bisa dijadikan panutan oleh para generasi muda dan masyarakatnya,” kritiknya.

Seyogyanya, kata Harda partai-partai politik besar tidak seharusnya mendukung eks pecandu narkoba karena sudah cacat moral . Ia menyayangkan, kalau hal tersebut terjadi Justru menurutnya akan timbul kontroversi dan dilema baru diera demokrasi pilkada tahun 2020 ini.

“Demokrasi kita di Indonesia sudah sekian abad. Memilih dan mengusung calon kepala daerah sudah ditetapkan oleh UU pilkada dan hukum yang berlaku begitu juga dengan aturan bagi partai politik. Tetapi, mengapa orang yang sudah memiliki catatan hitam masih di usung?,” sesalnya.

Lebih lanjut, dikatakannya “kalau benar terjadi eks pecandu narkoba diusung mencalonkan diri di pilkada, akibatnya partai politik bisa kehilangan kepercayaan di masyarakat. Nama baik daerahnya juga ikut tercoreng. Pun, Krisis kader seharusnya tidak terjadi,” jelas kata Harda, Aktivis Anti Money Politik pada 18/07/2020.

Bagi partai politik, ditegaskannya, “pilih dan saringlah kader-kader politik, usunglah calon kepala daerah yang bebas narkoba, bebas dari jeratan hukum, punya visi dan misi, sudah tentu mau berkiprah membangun daerahnya sendiri,”tegasnya.

sehingga, nantinya rakyatlah yang berhak memilih calon-calon kepala daerah yang benar. “Partai juga harus bisa buktikan kalau sang calon kepala daerah yang diusung bebas dari kontroversi eks candu narkoba, karena kontestasi Pilkada dihasilkan dari putra-putri dan calon kepala daerah yang bersih dari narkoba, jeratan hukum dan tunduk UU yang berlaku,” tandasnya.

(Red)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Syaiful Huda Sarankan Mendikbud Nadiem Makarim Subsidi PJJ Khusus Didaerah Terpencil

Komline,Jakarta- Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menyarankan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem …

%d bloggers like this: