Home / Berita Tokoh / Aktivis Ini Minta Mendagri Dan Gubernur Tegur Wakil Gubernur Sumsel Yang Diduga Tidak Ikut Aturan Protokol Kesehatan

Aktivis Ini Minta Mendagri Dan Gubernur Tegur Wakil Gubernur Sumsel Yang Diduga Tidak Ikut Aturan Protokol Kesehatan

Komline,Sumsel – Meningkatnya angka positif covid-19 membuat masyarakat hingga pemerintah harus menahan diri melakukan beragam aktivitas sosial dengan memperketat penjagaan diri dengan menjaga jarak, hingga menggunakan masker 3/8/2020 .

Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan RI Indonesia penderita Covid-19 terupdate saat ini yang terkonfirmasi positif 111.455 sembuh 68.975 orang dan 5.236 meninggal karena kasus ini. Sementara untuk di Sumsel per 3 agustus 2020 pasien positif covid -19 belum juga turun. Jumlah tambahan kasus baru berada di 3.444 terkonfirmasi positif, 1.857 sembuh 163 meninggal dunia.

Namun, lain halnya dengan salah satu wakil gubernur Sumsel. Beredar foto Mawardi Yahya melakukan pertemuan diruang terbuka bersama masyarakat secara tidak terbatas, serta tidak mematuhi aturan protokol kesehatan pada akhir juli kemarin.

 

Menurut Aktivis Sosial Harda , Kemendagri Tito Karnavian, dan gubernur Sumsel Herman Deru memberikan teguran kepada Mawardi Yahya yang diduga tidak mematuhi aturan protokol kesehatan.

Dalam foto saat berbicara diatas panggung Mawardi Yahya, tidak menggunakan masker, berada di kerumunan massa dengan lebih dari 10 orang. Padahal dalam aturan protokol kesehatan setiap pertemuan berjarak, dan jumlah orang yang terbatas.

Sebagai pejabat di Sumsel, Kata Harda, Seharusnya wakil gubernur Sumsel Mawardi Yahya memberi contoh yang baik kepada masyarakat, memahami dan mengerti aturan protokol kesehatan yang dibuat.

“Karena dia wakil gubernur Sumsel bagian dari pejabat pemerintah Sumsel, beliau harus paham pentingnya protokol kesehatan. kalau dibiarkan terulang. Akibatnya masyarakat juga ikut lengah, tidak antisipatif lagi dengan pencegahan Covid-19,” ungkapnya.

Harda mengatakan, kalau data per 2 agustus di Sumsel juga semakin meningkat, Sumsel daerah penyumbang terbanyak penderita covid-19 di Indonesia.

Artinya kata dia, aturan protokol kesehatan yang sudah dibuat dipatuhi. Kalau wakil gubernur saja tidak patuh, justru dikhawatirkan timbul keengganan masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan. Tidak lagi ikut mencegah dan ikut anjuran yang selama ini diberikan. Padahal, selama ini diketahui, Covid-19 menjadi salah satu wabah penyakit paling bahaya, dan telah banyak memakan korban di 170 negara didunia.

Menurunkan angka Covid itu bukanlah suatu yang perkara mudah, sudah ratusan ribu orang positif karena covid-19 yang hingga kini belum berakhir, dampak buruknya menyulitkan segala bidang baik ekonomi, pendidikan, bahkan sosial, kebudayaan hingga kesehatan.

Untuk itu, dikatakan Harda, jangan anggap remeh dan lalai Covid-19. Termasuk sebagai wakil gubernur, Mawardi Yahya semestinya tau bagaimana menjalankan intruksi dan mengajak masyarakat untuk tetap patuh pada Protokol Kesehatan.

“aturan protokol kesehatan wajib diikuti oleh siapa saja, termasuk wakil gubernur” tandasnya.

(Red)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Tour of Duty Mantan Tim Mawar di Kemhan, Janji Jokowi Dipertanyakan

Komline, ­­­­Jakarta–  Kelompok pemerhati hak asasi manusia (HAM) mengkritik keputusan mengangkat dua mantan anggota Tim …

%d bloggers like this: