Home / Berita Tokoh / Aliansi Massa GRAMP Dan GARPU Pinta PN Lahat Tangkap Induk Kasus Money Politik Pilkada Kab. Lahat

Aliansi Massa GRAMP Dan GARPU Pinta PN Lahat Tangkap Induk Kasus Money Politik Pilkada Kab. Lahat

Link Banner Link Banner

Komline, Lahat- Pengadilan Negeri Lahat hari ini menggelar sidang dengan agenda mendengarkan keterangan dari saksi-saksi kasus money politik pasca pilkada kabupaten Lahat yang dilakukan Tim paslon nomor urut 3 Cik Ujang-Haryanto. (16 Juli 2018)

Ada 8 saksi yang sudah dihadirkan untuk memberikan keterangan pada kasus money politik ini. Dihadirkan pula Syahril bin Arsan, terdakwa yang mengakui kasus money politik ini benar terjadi. Dia membenarkan dirinya menerima sejumlah uang dari Jukri dan Pani kemudian membagikannya kepada masyarakat sebagai iming-iming agar memilih paslon Cik Ujang-Haryanto di pilkada kabupaten Lahat.

Sementara itu, aliansi Gerakan masyarakat Anti Money Politik (Gram) dan Gerakan Rakyat anti Politik uang (Garpu) meminta kepada pihak Pengadilan Negeri Lahat untuk mengusut hingga tuntas hingga keakar-akarnya kasus Praktek Money Politik yang dilakukan Tim Paslon nomor urut 3 Cik Ujang-Haryanto.

Pernyataan tersebut dikatakan langsung oleh Ivi Cawang selaku pembinan Garpu dan Gram seusai menghadiri sidang kasus money politik yang terjadi di pilkada lahat.

“Saya atas nama GRAMP dan GARPU meminta kepada pihak pengadilan negeri Lahat untuk mengusut tuntas kasus money politik, dan saya pinta supaya kasus itu bukan hanya 1 terdakwa saja tapi tolong di usut tuntas seluruh yang sudah diakui oleh sahril sampai ke induknya,” tegasnya.

Selain itu Ivi Cawang meminta supaya kasus praktek money politik dikembangkan lagi karna pemain utama dari praktek money politik bukan hanya dilakukan oleh Syahril melainkan nama-nama yang sudah diakui oleh Saril yang bermuara dari induknya yaitu Paslon No 3 Cik Ujang-Haryanto.

“Kasian sama Syahril kalo beban di tanggung sahril padahal saril adalah pesuruh oleh dalang dari aktor money politik yaitu dari Paslon no urut 3.

Kepada pihak pengadilan negeri Lahat lanjut Ivi, dan tim yang lainnya supaya mengusut tuntas kasus praktek Money Politik dengan profesional karna apa yang menjadi dasar pada tuntutan tersebut sudah lengkap dan bahkan berkas laporannya sudah diterima di bawaslu RI, jadi saya tegaskan supaya induk dari kasus Money Politik ini segera di tangkap dan dimasukkan ke penjara supaya mempertanggung jawabkan kesalahan yang sudah dilakukannya.

“Pokoknya kami pinta keadilan atas kasus yang sudah terjadi, saya yakin pihak PN Lahat bisa mengusut tuntas kasus ini sampai ke induknya.” tegasnya.

Sebagai informasi, Jaksa Penuntut Umum, M. Lukber SH,MH didampingi Kasi Kejari Lahat, Kristanto SH, MH membacakan tuntutan jaksa berdasarkan fakta persidangan menuntut Terdakwa Syahril dengan pasal 187 A ayat (1) UU nomor 10 Tahun 2016.

“Menuntut Terdakwa terbukti melakukan pelanggaran sesuai pasal yanh dijeratkan berupa kurungan penjara selama 42 bulan dan denda sebesar Rp. 200 juta atau subsider 1 bulan penjara,”.  Untuk Tuntutan tersebut, tidak ada sanggahan dari terdakwa Syahril.

Link Banner Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Tanpa Sebab Seorang Wartawan Lahat Di Bogem Dan Dianiaya Oknum Kontraktor

Komline, Lahat– Salah satu wartawan media cetak Majalah Genta bernama Rahmat (27) warga Talang Jawa …