Home / Seputar Daerah / Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) Desak BPN Provinsi Banten Segera Sesaikan Konflik Masyarakat dengan PT. The Bantam

Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) Desak BPN Provinsi Banten Segera Sesaikan Konflik Masyarakat dengan PT. The Bantam

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Serang- Senin,8 Agustus 2022 Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) yang tergabung dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Lebak, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Indonesia Cabang Lebak dan Komunitas Petani Sampang Peundeuy (KOMPAS) lakukan aksi unjuk rasa di depan kantor ART/BPN Provinsi Banten.

Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) menilai bahwa ATR/BPN Provinsi Banten tidak pro kepada rakyat pasalnya bahwa berdasararkan data-data Tanah Negara Eks HGU PT. The Bantam & Preanger Rubber masa waktu HGU-nya telah habis sejak tahun 2002 (habis izin sudah 20 tahun lalu) dan sampai dengan saat ini besar kemungkinan tidak lagi diperpanjang.

Sementara itu, fisik dilapangan tanah tersebut sudah sejak lama di kuasai oleh masyarakat petani penggarap, sejak tahun 2007 digunakan baik untuk permukiman penduduk maupun untuk kegiatan usaha pertanian tanaman pangan, sayur mayur, buah-buahan dan tanaman keras lainnya (Tanaman Pelindung), yang dilakukan oleh masyarakat petani penggarap.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, seiring dengan pelaksanaan Program Reforma Agraria yang saat ini sedang dijalankan oleh Pemerintah berdasarkan Peraturan Presiden No. 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria.

“Program Reforma Agraria merupakan salah satu prioritas bagi Pemerintahanan Presiden Jokowi untuk terciptanya keadilan dan kemakmuran bagi rakyat terhadap hak atas kepemilikan tanah. Namun realitanya masih saja rakyat dibuat menderita karena sengketa yang tak pernah selesai dari dulu sampai sekarang dan lagi masyarakat yang terus menjadi korban,”Korlap Aksi Fazri Febriansyah ARB pada media usai aksi.

Ketua Umum Syahrul R. (GMNI), Mulyana (HMI), H. Rahmat (KOMPAS), menerangkan bahwa konflik yang terjadi disebabkan karena adanya ketimpangan penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan lahan tanah.

Menurutnya masyarakat petani penggarap tanah negara Eks HGU PT. The Bantam & Preanger Rubber Co. Ltd seluas kurang lebih 943 hektar terletak di 2 Kecamatan, diantaranya Kecamatan Cimarga, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menyikapi persoalan terhadap Tanah Negara Eks HGU yang dimaksud untuk menjadi Tanah Objek Reforma Agraria dan diberikan Hak Kepemilikannya seluruhnya (100%) kepada masyarakat petani penggarap.

Maka dalam aksi tersebut Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Lebak, Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Cabang Lebak, dan Komunitas Petani Sampang Peundeuy (KOMPAS) yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) menuntut :

  1. Mengapresiasi dan mendukung Pemda Lebak, Provinsi Banten dan Presiden RI Bapak Jokowi Dodo atas telah dibentuknya Gugus Tugas Reforma Agrarian Kabupaten Lebak (GRTRA).
  2. Meminta Kementeri ATR /BPN, BPN Kanwil Provinsi dan BPN Kabupatem Lebak untuk segera menuntaskan konfllik agrarian di kabupaten Lebak antara petani pengggarap atau Komunitas Petani Sampang Peundeuy dan PT. Bantam & Preanger Rubber.
  3. Meminta Eks. Hak Guna Usaha (HGU) atas nama PT. The Bantam & Preanger Rubber yang sudah habis selama 20 tahun untuk diberikan seluruhnya (100%)/ ± 643 Ha segera diberikan kepada masyarakat atau diambil alih oleh negara dan diberikan kepada masyarakat seluruhnya.
  4. Meminta pemerintah untuk tidak memberikan ruang negosiasi dan atau untuk tidak memberikan rekomendasi terkait perpanjangan HGU.
Facebook Comments

Check Also

Tolak UKT Mahal, Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) Tahun 2022 UIN Jogja dibubarkan Rektor

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0  UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melaksanakan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan …