Home / Seputar Daerah / Andir Firliansyah : “Muratara Butuh Sosok Bupati yang Tegas & Responsif”

Andir Firliansyah : “Muratara Butuh Sosok Bupati yang Tegas & Responsif”

Komline, Jakarta – Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara),  merupakan satu satunya kabupaten yang menyandang status daerah tertingal, di provinsi Sumatera Selatan, hal tersebut tertuang di dalam Perpres Nomor 63 Tahun 2020 Tentang Penetapan Daerah Tertingal.

Ada Enam Indikator yang menentukan suatu daerah di tetapkan sebagai daera tertingal, yakni : Perekonomian Masyarakat, Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasarana, Kemapuan Keuangan, Aksesibilitas, dan Karakteristik Daerah.

Dari keenam indikator tersebut, yang menjadi fokus utama adalah sarana dan prasarana (pembangunan infrastruktur jalan & jembatan, ketersedian air bersih, listrik,  pelayanan pendidikan & kesehatan yang berkualitas, ketersedian provider  komunikasi & jaringan internet).

Namun yang terjadi di Muratara  belum teraktualisasi secara maksimal, sehingga Kabupaten Muratara masih menyandang status daerah tertingal. Untuk itu kita berharap Pemimpin Muratara Baru nantinya yang terpilih pada Pilkada  tanggal 9 Desember 2020, akan fokus pada percepatan pembangunan sarana – prasarana dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sehingga pada tahun 2024 Muratara keluar dari predikat daerah tertingal.
Demi terwujudnya itu semua, dibutuhkan Law Enforcements & strategy plan proces, yang baik, terutama pendidikan dan ketrampilan bagi percepatan program-program ekonomi kreative, baik di sektor industri, koprasi dan UMKM, pertanian, perikanan, dan kehutanan. Untuk mencapai semua itu dibutuhkan seorang pemimpin yang memiliki komitmen kuat, melakukan perubahan dengan berkolaborasi melibatkan seruluh steakholder yang ada di Kabupaten Muratara, membangun trust terhadap masyarakat, bahwasahnya sanggup membawa daerah Muratara dari daerah tertingal mejadi daerah maju.

Melakukan share power yang tersistem guna terlaksananya capaian-capaian tersebut, baik pengembangan ekonomi kreative, percepatan pembagunan infrastruktur dan peningkatan SDM.

Pemimpin harus flaksibel dan responsif terhadap persoalan masyarakat, supaya masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemimpin mereka ditengahnya.

Sistem proses dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efesien, dan terukur serta sesuai dengan prinsip-prinsip good governance, membuat regulasi yang tertib, tidak tumpang tindi dan kondusif, meningkatan penyelengaran yang bersih dan bebas Korupsi, kolusi dan nepotisme, tentunya juga seimbang dengan meningkatkan kapasitas dan akuntabilats kinerja birokrasi sehinga terwujudnya pelayanan prima sesuak kebutuhan dan harapan masyarakat Muratara.

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Putusan KPU Ogan Ilir Dinilai Salahi Prosedur , Dalam Waktu Dekat Massa Ancam Gruduk Gedung DKPP RI

Komline, Jakarta– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, resmi mendiskualifikasi pasangan calon bupati …

%d bloggers like this: