Home / Berita Tokoh / Anggota MPR RI Sri Meliyana Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Dengan Kader Posyandu Kabupaten Lahat

Anggota MPR RI Sri Meliyana Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Dengan Kader Posyandu Kabupaten Lahat

Lahat – Anggota MPR RI Sri Meliyana asal dari daerah pemilihan Sumatera Selatan II menggelar Sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Kabupaten Lahat pada Selasa (30/06/2020).

Bertempat di Ballroom Hotel Cendrawasih, Jalan. Lkr. Luar Lahat No.84, Ps. Lama, Kec. Lahat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, pelaksanaan sosialisasi 4 pilar ini digelar dengan tetap melaksanakan protokoler kesehatan guna antisipasi Covid 19.

Dari pantauan media, kader posyandu yang hadir diantaranya dari Posyandu Bersama Kelurahan Pasar Lama, Posyandu Mawar Melati Kelurahan RD PJKA Bedeng, Posyandu Delima Kelurahan Bandar Jaya, dan beberapa kader posyandu lainnya.

Melalui sosialisasi 4 pilar kebangsaan kali ini, Sri Meliyana sangat mengharapkan agar semua pihak, khususnya para kader posyandu agar dapat meresapi arti dan makna penting dari 4 pilar kebangsaan itu sendiri, yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Semoga sosialisasi ini dapat bermanfaat dan mempunyai arti penting, yang tidak saja dimaknai sebagai acara ceremonial semata, namun lebih jauh harus dapat menjadi catatan penting dalam konteks mengaplikasikan nilai – nilai 4 pilar kebangsaan yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Sehingga pada akhirnya, nilai 4 pilar kebangsaan diharapkan dapat membentengi serta menjadi pondasi yang utuh bagi semua pihak, khususnya para kader posyandu dalam memberi edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat” Pungkasnya.

Selain itu dalam sosialisasi ini, ia juga membedah persoalan stunting yang masih menjadi problem mendasar di berbagai daerah, yang mana di satu sisi hal tersebut menjadi agenda prioritas negara dan di sisi yang lain terkait erat dengan peranan para kader posyandu.

“Untuk data nasional saat ini stunting sudah mendera 30% anak Indonesia. Jadi 1 dari 3 anak terkena stunting hari ini. Dengan segala keterbatasan, terutama keterbatasan pengetahuan,” ujar Sri Meliyana dalam paparannya.

Kemudian, ia pula menanggapi keluhan dari para kader Posyandu dalam menangani stunting di tengah masyarakat.

“Tadi dari peserta ada yang mengatakan bahwa seorang anak yang timbangannya tidak naik-naik sehingga malu ke Posyandu. Dalam hal ini tinggal lagi bagaimana mengedukasi ibunya dengan bahasa yang baik. Kalau indikatornya timbangan anak tidak naik tentu saja ada yang kita khawatirkan seperti keterlambatan perkembangan di otaknya. Nah, di sinilah peranan kader Posyandu untuk memberi imbauan yang mengarahkan ke saling menyayangi. Sehingga bukan menjadi aib atau malah dikucilkan,” pungkasnya.

(Ichsan)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

*Beri Kartu Merah di HUT Bhayangkara Ke-74 , PC PMII Ciputat Mengutuk Keras Tindak Represif Oknum Polisi*

Tangerang Selatan – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ciputat melaksanakan aksi yang bertepatan dengan …

%d bloggers like this: