Home / Berita Tokoh / Bobby Rizaldi Anggota Komisi I DPR RI Nilai Anggaran Big Data Rp 61,3 M Kominfo Kecil Ketimbang Dunia

Bobby Rizaldi Anggota Komisi I DPR RI Nilai Anggaran Big Data Rp 61,3 M Kominfo Kecil Ketimbang Dunia

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bobby Rizaldi Anggota Komisi I DKementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membuka tender penyediaan layanan big data nasional dengan total nilai anggaran sebesar Rp 61,3 miliar. Anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar Bobby Adhityo Rizaldi menyoroti besaran anggaran tersebut.
“Sebenarnya sangat kecil dibanding rata-rata biaya pembangunan data center nasional di dunia sekitar US$ 10-12 juta/megawatt, dengan yang terbesar di China Telecom sekitar 150 MW tapi dengan biaya US$ 3 miliar,” kata Bobby saat dihubungi, Selasa (2/8/2022).

Bobby menilai anggaran itu hanya biaya awal penyediaan layanan big data nasional sebelum ada pengembangan selanjutnya. Sebabnya, kata dia, di sektor pelayanan publik saja ada 1.500-an lembaga negara.

“Mungkin ini ada biaya awal yang nantinya akan ada pengembangan selanjutnya, karena pelayanan publik saja sekitar 1.500-an lembaga negara,” ujar Bobby.

Lantas dia berharap, dengan anggaran itu, bisa dimiliki big data dengan kapasitas dan keamanan yang baik. “Semoga dengan biaya seadanya Rp 61,3 miliar yang tidak sampai USD 5 juta, bisa memiliki kapasitas big data yang layak dengan keamanan yang baik,” kata Ketua DPD Golkar Sumatera Selatan itu.

Bobby menuturkan penyediaan layanan big data nasional ini didasari Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Nasional sebagai sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). Dia menilai perusahaan tender itu akan menyediakan alat dan kelengkapan terkait penyediaan layanan big data nasional.

“Yang utamanya menjadi infrastruktur utama Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Nasional, yang nantinya bisa digunakan sebagai percepatan SPBE. Semoga bukan big data asal ada aja,” ujar dia.

“Bisa dilakukan dimulai dengan adanya big data center yang nantinya menyiapkan data terpadu yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Perusahaan itu mungkin yang menyediakan alat dan kelengkapan, tapi setahu saya big data center itu dikelola negara,” lanjut dia.

Sebelumnya, dilihat detikcom dari situs LPSE Kominfo, Selasa (2/8/2022), tender itu diberi nama Penyediaan Layanan Sistem Big Data Nasional dengan kode tender 33020683.

Tender dibuat pada 18 Juli 2022. Tahap tender saat ini ialah pengumuman pascakualifikasi.

Proyek tersebut berada pada satuan kerja Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo. Anggaran yang dipakai berasal dari APBN 2022.

(Sumber: detiknews.com)

Facebook Comments

Check Also

Tolak UKT Mahal, Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) Tahun 2022 UIN Jogja dibubarkan Rektor

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0  UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melaksanakan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan …