Home / Berita Tokoh / Bursah Zarnubi: Demokrasi Harus Mendorong Sirkulasi Elit Beradab

Bursah Zarnubi: Demokrasi Harus Mendorong Sirkulasi Elit Beradab

Link Banner

Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Gerakan Keadilan (DPP PGK), Bursah Zarnubi menjadi pembicara Simposium Demokrasi Indonesia bertajuk “Pemilu 2019 Dan Kualitas Demokrasi Indonesia” di Aula Perpustakaan Nasional Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2019).

Bursah mengatakan demokrasi Indonesia mestinya dapat mendorong sirkulasi elit beradab, mengindari konflik, dan mendinginkan situasi nasional. Namun sayang, hal itu tidak terjadi, terutama pada Pemilu 2019 silam.

“Jadi, demokrasi itu harus membuat sirkulasi elit yang berdadab. Kalau zaman klasik kuno kan menggunakan pedang,” ujar Bursah.

Bursah mengatakan demokrasi di Indonesia mengalami pelambatan karena ideologi Pancasila selalu dipertentangkan. Bursah kemudian membandingkan dengan Cina. Di

Negeri Tirai Bambu itu persoalan Ideologi tidak lagi dipertentangkan sehingga Cina kemudian berhasil menjadi negara besar.

“Sekarang mereka itu lebih mudah memperkokoh persatuan. Sekarang ekonomi Cina luar biasa,” tandasnya.


Hal tersebut berbeda dengan Indonesia. Di negara ini, kata Bursah, setiap ada hajatan demokrasi seperti Pemilu kerap muncul isu PKI dan Khilafah. Satu sama lain saling tuduh. Padahal yang dibutuhkan untuk membangun demokrasi adalah persatuan dan kesatuan. Bursah kemudian mengapresiasi pertemuan Prabowo-Jokowi dan Prabowo-Megawati kendati pernah berkontestasi politik pada Pilpres lalu. Disebutkan Bursah, pertemuan tersebut positif untuk mempekokoh persatuan.

“Mengingat ketegangan yang ada di masyarakat hampir setahun karena perbedaan pandangan dan pilihan politik. Bayangkan lah saya dibilang kecebong, padahal kita beda politik itu biasa saja. Ada orang suami-istri sampe berantem karena perbedaan pilihan politik itu. Yang saya tidak memperkirakan kerasnya pidato Prabowo saat kampanye itu, tiba-tiba membuat pertemuan (setelah Pilpres), salaman. Tapi itu bagus untuk demokrasi kita,” katanya.

“Secara keseluruhan, pertemuan-pertemuan tokoh politik itu mencairkan masalah-masalah kebangsaan kita,” ucapnya.

Namun demikian, Bursah menyoroti soal demokrasi. Disebutkan Bursah, demokrasi Indonesia masIih dalam tahap transisi yang membeku. Hal itu disebabkan karena belum ditemukan kerangka politik yang bisa mentransformasikam nilai-nilai demokrasi sehingga demokrasi kelembagaan tidak terwujud.

“Aturan pemilu tiap tahun berubah, kemarin aturan pemilu serentak orang semangat, kita ini presidensial sekarang ini. Bahasa kami kemaslahan dan kemudaratan, berubah-rubah terus, itu belum disebut transisi demokrasi. Itu yang disebut transisi demoktasi yang belum terkonsolidasi. Jadi, kerangka nilai menang-kalah tidak pernah terjadi di negara mapan,” katanya.

Menurut Bursah, untuk mewujudkan demokrasi yang beradab dan menjadikan Indonesia sebagai negara besar nomor 4 di dunia maka dibutuhkan persyaratan. Salah satunya adalah soal ketahanan dan keamanan serta

Persatuan dan kesatuan juga harus dijaga sehingga tercipta situasi nasional yang aman dan kondusif.

“Kita masih dalam tahap transisi, kalau kita tidak menjaga kekompakan antar anak bangsa maka kita sulit untuk mencapai konsolidasi,”

Selain itu, Bursah berharap pemerintahan Jokowi-Ma”ruf Amin ke depan dapat menstabilkan situasi nasional, membangun pertumbuhan ekonomi, mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, sehingga demokrasi terkonsolidasi.

“Kita masih dalam tahap transisi, kalau kita tidak menjaga kekompakan antar anak bangsa maka kita sulit untuk mencapai konsolidasi. Kalau kalian tidak kompak, tidak menjaga persatuan negara ini akan rontok, tapi kalau kompak insya’ Allah akan maju,” katanya.

Untuk diketahui, diskusi ini dilaksanakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan dibuka oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono. Narasumber pengamat politik Pangi Syarwi dan dihadiri aktivis pergerakan, mahasiwa, dan pimpinan OKP yang tergabung pada Cipayung Plus.

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Kapolri Tito Karnavian Berikan Kenaikan Pangkat 4 Polisi Korban Pembakaran Aksi Mahasiswa Cianjur

Jakarta- Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada empat polisi yang …

%d bloggers like this: