Home / Berita Tokoh / Bursah Zarnubi : Gerakan Ekonomi Umat, Yuk Belanja Di Warung Tetangga !

Bursah Zarnubi : Gerakan Ekonomi Umat, Yuk Belanja Di Warung Tetangga !

Link Banner Link Banner

Komline, Lahat- Sahabat Komline, Dalam Meningkatkan perekonomian rakyat, beberapa implementasi dapat dilakukan dari hal yang kecil. Sebagai contoh yang dilakukan oleh calon bupati kabupaten Lahat H. Bursah Zarnubi yang lebih memilih Warung Kecil daripada Mini Market benar-benar patut mendapatkan apresiasi yang positif dari masyarakat.

Soal mengapa Bursah Zarnubi, lebih memilih berbelanja di warung kecil daripada Mini market? Simak ulasannya ya, Sahabat Komline.

Sederhananya, sang calon bupati Lahat yang lekat dikenal dengan Jargon “Menata Kota Membangun Desa,” (Bursah-Parhan) ini menjawab : “Membangkitkan Perekonomian dan Silaturahmi.”

Dan ini justru, semakin mengangkat produk dan usaha ekonomi warganya. Ada beberapa perbedaan diantara lokalitas sebuah tempat bertemunya antara penjual dan pembeli.

Bakrun Satia Darma, mengemukakan tulisannya “Semua barang memang terpampang. Tapi, hampir tak ada interaksi kemanusiaan. Apalagi pertemanan dan persaudaraan.”

Bertahun-tahun kita menjadi pelanggan, yang bahkan dibuktikan dengan “kartu pelanggan,” tapi sungguh penjualnya tetap tidak kita kenal.

Bahkan pelayan pun kita tak tahu siapa, apa dan bagaimana kehidupan mereka. Komunikasi hanya dengan “pelayan,” ingat bukan “penjual,” dan hanya ingat seputar transaksi saja. Itupun sekarang diwakili dengan tulisan.

Sementara ketika kita membeli di warung tetangga, selain dekat, juga ada interaksi sosial kemasyarakatan yang akrab. Ada “obrolan” bukan sekedar transaksi barang yang menghilangkan nilai sosial kemanusiaan kita. Kita jadi tahu, kenal dan dekat.

Bersilaturahmi langsung dengan masyarakat dan lingkungan. Komunikasi beginilah yang manusiawi. Yang menghubungkan antar orang, komunitas dan masyarakat. Bukan sekedar barang, angka penjualan dan plastik kemasan.

Membeli di warung tetangga akan menumbuhkan kekuatan ekonomi keluarga.

Kita jadi berperan bagi tegaknya ekonomi dan ketahanan sebuah keluarga. Mereka yang berperan sebagai penjual.

Berwirausaha, bukan sekedar menjadi pelayan dan para Pemilik modal kapitalis liberal yang berdalih seragam karyawan.

Bayangkan, sampai umur berapa toko-toko modern mau mempekerjakan para pelayan ini? Cuma saat usia muda saja.

Sedang dengan menjadi “penjual” sebenarnya mereka akan “terhidupi” bahkan sampai anak-anak mereka dewasa.

Ya benar, dengan membeli kebutuhan sehari-hari, maupun mingguan di warung atau toko tetangga, kita telah membantu menggerakkan pundi-pundi ekonomi sebuah keluarga.

Untuk lima ratus rupiah untuk setiap produk yang terjual, Insya Allah peruntukannya jelas bagi masa depan putra-putri pemilik warung, hari tua pemilik warung, hingga karyawan yang biasanya berasal dari warga sekitar.

Namun, jika semua orang mulai meninggalkan toko dan warung tetangga, lalu darimana keluarga yang mengandalkan penghasilan dari tokoh memperoleh pendapatan? Yang besar akan semakin besar, yang kecil akan semakin tenggelam.

Untuk itu, H. Bursah Zarnubi mengajak kepada masyarakat kabupaten Lahat khususnya, untuk mulai terbiasa belanja di warung tetangga.

Ayo bersilaturahmi, Ayo Belanja Di Warung Tetangga Sebagai Salah Satu Wujud Membangkitkan Perekonomian Umat!.

Bakrun Satia Darma

(Lahat Kata Kita)

 

Link Banner Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Raih 8 Penghargaan Zona Integritas, Menperin Digelari Pemimpin Perubahan

Komline, Jakarta – Kementerian Perindustrian terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada stakeholders, dunia industri dan masyarakat luas …