Home / Kisah & Misteri / Cerpen Tragedi Rumah Berdarah

Cerpen Tragedi Rumah Berdarah

Link Banner Link Banner

Komeringonline.com – “Ayo Goldy masuklah, kenapa kamu terus menggonggong saja” kata Mika kepada anjing jenis Golden Retriever kesayangannya. Mika adalah seorang penulis yang datang dari kota ke desa untuk mencari inspirasi. Di desa ini mika menyewa sebuah rumah kecil yang jauh dari pemukiman warga. Rumah yang disewakan melalui perantara ini dirasa Mika sangat cocok untuk menulis. Apartementnya di kota ia titipkan pada sahabatnya. Sudah 5 buku yang ia hasilkan dan semuanya terjual dengan laris. Entah mengapa kali ini ia ingin menulis di tempat yang begitu sunyi.
Hingga malam tiba Goldy tetap saja tidak mau masuk rumah. Maka Mika pun menyimpan alas tidur dan selimut Goldy di bawah bangku panjang teras rumah. Ketika Mika hendak tidur tiba-tiba tercium bau yang sangat tajam menyengat hingga Mika merasa pusing. Ia pun menyalakan lilin aroma terapi untuk mengusir bau tersebut.

Keesokan harinya dan untuk seterusnya Goldy benar-benar tidak mau masuk kedalam rumah. “Goldy, aku khawatir kamu sakit karena udara malam disini sangat dingin” kata Mika kepada Goldy sambil mengelus-elus dan memberinya makan. “Kenapa sich orang-orang seperti melihat hantu saja memandangku” komentar Mika pada orang-orang yang lewat di depan rumahnya.

Hari-hari Mika banyak dihabiskan di depan komputer. Bangun pagi lalu joging, ke Pasar sesekali saja, tidak ada tv dan radio, tidak bersosialisasi, dan ia hanya mengenal beberapa orang saja. Ia hanya fokus menulis novelnya.
Malam ini Mika merasa susah tidur, “lebih baik aku menulis saja” gumamnya. Bau menyengat itu datang lagi disertai suara langkah kaki. “Siapa ya ?” kata Mika. Lantas bau dan langkah itu pun menghilang. “Goldy berisik sekali” sambil membuka gorden dan dilihatnya tidak ada apa-apa di luar.

Pagi hari ketika Mika sedang menyapu halaman, ia memanggil tukang sayur keliling. “Nggak takut mbak tinggal di rumah bekas pembunuhan ?” kata tukang sayur. Sambil memilih-milih bahan makanan mereka pun asik ngobrol perihal rumah yang ditempatinya.
Ternyata rumah itu dulunya milik sepasang suami istri tanpa anak yang sering bertengkar. Suatu malam mereka bertengkar hebat dan sang suami menganiaya istrinya hingga tewas. Lalu sang suami menyusul istrinya dengan cara minum obat pembasmi rumput. Dua hari kemudian jasad mereka baru diketemukan oleh kerabatnya yang hendak berkunjung.

Lantas beberapa hari kemudian Mika pun pergi meninggalkan rumah itu dan kembali ke kota. Pantas saja selama 2 bulan tinggal di rumah itu Goldy tidak pernah merasa nyaman. Pada malam-malam tertentu selalu tercium bau aneh yang ternyata itu adalah bau racun. Kadang ia juga merasa tidak sendiri di dalam rumah karena suara langkah kaki itu. Tatapan warga sekitar yang merasa heran karena mereka pikir ternyata ada yang berani tinggal disitu. Ternyata roh itu ingin menunjukkan bahwa mereka pernah tinggal disitu.
(Titi Akib).

Link Banner Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Masyarakat Cisauk Tangerang Sholat Ghoib Dan Doa Bersama Untuk Korban Bencana Alam di Palu Dan Donggala

Komline,Banten-Bertempat di halaman polsek cisauk,jalan raya cisauk lapan,kabupaten tanggerang,banten.Polsek cisauk beserta jajarannya dan warga cisauk …