Home / Seputar Daerah / Cipayung Plus Soroti Sumsel Yang Masuk 3 Besar Provinsi Dengan Angka Kematian Tertinggi Akibat Covid-19

Cipayung Plus Soroti Sumsel Yang Masuk 3 Besar Provinsi Dengan Angka Kematian Tertinggi Akibat Covid-19

Komline, Jakarta- Kelompok Cipayung Plus yang terdiri dari beberapa Organisasi Kepemudaan (OKP) yaitu DPD IMM Sumsel, PD KMHDI, GMKI Cabang Palembang
Selama dua tahun terakhir sangat aktif dalam hal mengkritik kebijakan pemerintah Sumsel, banyak sudah pemikiran dan aksi yang dilakukan untuk mengingatkan pemerintah untuk selalu memperhatikan masyarakat secara keseluruhan. Ditambah lagi pada awal 2020 Pandemi Covid-19 mulai merusak tatanan ekonomi di masyarakat.

Dengan dikeluarkannya data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bawasannya Sumatera Selatan berada di peringkat 3 dari 10 Provinsi dengan tingkat kematian tertinggi akibat Covid-19, hal ini membuktikan bahwa pemerintah Sumatera Selatan tidak becus dalam menangani kasus covid-19.

“Wabah Covid-19 yang berkepanjangan menjadi bukti ketidakberdayaan Gubernur Sumatera Selatan, ketidakberdayaan itu semakin nyata ketika hasil rilis dari Kemenkes RI tentang masuknya Provinsi Sumsel dalam 3 besar Provinsi dengan tingkat kematian tertinggi akibat Covid-19 pada 16 Maret 2021 yang lalu. Ketidakberdayaan itu tercermin dari tidak adanya langkah atau kebijakan alternatif, ketidakmampuan pengendalian atau melokalisir wabah ini, dan kegagalan menghentikan proses penularan Covid-19. Ucap Ketua DPD IMM Sumsel, Muhammad Iqbal.

Made Sudiyama, Ketua PD KMHDI Sumsel juga mengatakan “Data yang kami peroleh tercatat masih adanya peningkatan jumlah kasus Covid-19 dengan bertambahnya cluster-cluster baru, yang diperkirakan bahwa pertambahan kasus baru perhari kurang lebih bisa mancapai angka 100 kasus baru dalam waktu yang singkat.”

Dalam hal ini Petrus J. Sitompul selaku Sekretaris GMKI Palembang juga mengungkapkan bahwa, “Akibat tidak adanya kebijakan kongkrit dari Gubernur Sumatera Selatan mengenai Covid-19 sehingga menyebabkan perekonomian masyarakat Sumatera Selatan terjeremus kejurang resesi. Baru-baru ini Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data tentang 10 Provinsi Termiskin di Indonesia, dimana Provinsi Sumatera Selatan berada di posisi ke-10 dengan tingkat kemiskinan 12,56 persen. Dan sekarang Provinsi Sumatera Selatan berada di posisi ke-3 dari 10 Provinsi dengan angka kematian tertinggi akibat Covid-19. Hal ini sangat jelas menggambarkan ketidakbecusan Gubernur dalam membuat kebijakan, sehingga kasus Covid-19 di Sumatera Selatan semakin bertambah setiap harinya” tutup Petrus.

Facebook Comments

Check Also

Revisi UU Otsus, Mendagri Tito Usulkan Pemekaran Wilayah di Papua Dapat Dilakukan oleh Pemerintah Pusat

Komline, Jakarta- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan pemekaran wilayah Papua dalam revisi UU …

%d bloggers like this: