Home / Berita Tokoh / Demo Di Panwaslu Tidak Ada Kericuhan Dan Pengrusakan Fasilitas Umum Di Pilkada Lahat 2018

Demo Di Panwaslu Tidak Ada Kericuhan Dan Pengrusakan Fasilitas Umum Di Pilkada Lahat 2018

Komline, Lahat- Sejumlah penyebaran informasi hoax beredar di kabupaten Lahat terkait pilkada Lahat 2018 turut membanjiri media sosial. Bahkan ada informasi hoax yaitu adanya satu anggota kepolisian yang mengalami luka kecil di bagian bibir.

Mendengar informasi yang terlalu provokatif tersebut, sebagai koalisi Pemenangan DR. Niko Pransisco, SH, MH dalam Press Conferencenya didampingi paslon nomor 5 Rozi Ardiansyah dan relawan paslon Bursah Zarnubi dan beberapa media cetak, online dan elektronik. Memberikan pernyataan sikap kepada seluruh masyarakat yang ada dikabupaten Lahat, untuk tidak terhasut dengan informasi yang berkembang serta dapat menggangu keharmonisan dalam masyarakat. Dan harus melihat kebenaran yang terjadi Di kabupaten Lahat.

Niko menambahkan, menyikapi peristiwa yang peristiwa tanggal 27 Juni jam 19.00WIB tepatnya didepan kantor Panwaslu Lahat, demonstran menuntut kinerjanya Panwaslu untuk serius dan professional dalam menindak-lanjuti dugaaan money Politik yang dikakukan paslon nomor ururt 3 Cik Ujang-Haryanto.

Niko Pransisco, menjelaskan bahwa pilkada yang diselenggarakan 27 Juni sangat kondusif dan dalam aksi Demonstrasi yang dilakukan berjalan damai. “Tidak ada kisruh sama sekali dan tidak ada kerusakan fasilitas umum seperti yang beredar di media sosial” bahkan satu rumput pun tidak ada yang tercabut. Demonstrasi yang dilakukan beakhir aman dan damai,” jelasnya yang juga tertulis dalam pernyataan klarifikasi.

Selanjutnya, pada Peristiwa di Pasar Bawah pada tanggal 28 Juni di jam 09 pagi, kawan-kawan yang berjumlah sekitar 6 orang hendak menuju rumah Dadang, karena Dadang inilah dalang utama yang membagikan puluhan ribu amplop, yang dalam amplop itu berisi uang 100-200 ribu rupiah per amplop yang kami duga ini adalah bagian dari Money Politik yang Terstruktur, Sistematis dan Massif dan inipun baru kota Lahat yang yang perkiraan 35 ribu amplop yang beredar di kota Lahat ” jelasnya dalam klarifikasi.

“Ketika Dadang hendak kami temui bertemu dengan istrinya seketika itu Dadang berlari kemudian ada suadara Fitrizal yang menghalangi dan mencabut Golok dan ingin menusuk kami, lalu ditangkis. Setelah itu aparat kepolisian mengamankan Fitrizal dan membawa Fitrizal ke kantor polisi dengan beserta golok yang dibawanya,” jelasnya. “Kejahatan demokrasi akan kami lawan sampai kebenara Tegak di Kabupaten Lahat yang kita Cintai ini, “tukasnya.

(sn)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Bawaslu RI Sebut Kasus Money Politik Di Sumsel Terindikasi Dilakukan Secara Terstruktur ,Sistematis dan Massif

Komline, Jakarta-Kasus Money Politik di Sumsel masih dalam investigasi Bawaslu RI . Badan Pengawas Pemilihan …