Home / Berita Tokoh / Dialog IKA FISIP dan TERAS INDONESIA: PBB Anggap PT Pengkebirian

Dialog IKA FISIP dan TERAS INDONESIA: PBB Anggap PT Pengkebirian

Link Banner Link Banner

Komline – Penetapan Parliamentary Threshold  4 % telah menjadi tantangan sendiri bagi partai-partai politik untuk bisa lolos di Parlemen. Berbagai perubahan mengharuskan calon legislatif beradaptasi dengan menyiapkan strategi pemenangan yang lebih matang.

Ide Parlemantary Threshold ini muncul bersamaan dengan asumsi bahwa sistem presidensil tidak cocok dengan sistem multi partai dan dapat menciptakan demokrasi yang tidak stabil.  Sehingga gagasan untuk menyederhanakan partai lewat penetapan ambang batas 4%  diniliai menjadi langkah yang tepat untuk membangun sistem pemerintahan yang kuat dan stabil.

Hendri Zainuddin Ketua DPD Hanura Sumsel, dalam Dialog IKA FISIP dan TERAS INDONESIA di Lord Café Palembang, Jumat (3/8/2018) merasa yakin bahwa partainya akan lolos Parliamentary Threshold dalam pemilu 2019 mendatang.

“Bagaimana cara menghitung PT itu, PT itukan 4%, jadi menghitungnya orang menilai kalu DPR nya 23 orang maka lolos PT, kalau kurang dari itu berarti gagal total, Hanura mendapatkan 16 kursi  pada Pileg yang lalu, artinya Cuma 2,8%  ditingkat Nasional. Tapi untuk 2019, setiap provinsi harus dapat suara minimal 150 ribu, dari 34 provinsi kalo kita dapat 100 ribu saja maka kita bisa lolos PT”.

Berbeda dengan Partai Bulan Bintang (PBB) yang dari awal menolak Parliamentary Threshold, Penetapan PT dinilai sebagai bentuk pengkebirian terhadap hak-hak rakyat. Hal itu disampaikan oleh Rakhmadi Djakfar Politisi PBB dalam Dialog yang mengangkat Tema, Parliementary Threshold: Membaca Peluang Parpol 2019.

Rakhmadi berpandangan “Dalam Pemilu 2019, tidak ada gabungan sisa suara seperti tahun 1999.  Jika tahun 1999, tidak ada suara rakyat yang hangus walaupun hanya 1 suara, kita tidak mengkhawatirkan PT  tapi kami sampaikan kepada media ini sebenarnya pengkebirian terhadap hak-hak politik, hak-hak kedaulatan dan hak-hak rakyat terutama dalam mengambil keputusan secara berwakil”

Dalam kesempatan yang sama, Ketua IKA FISIP UNSRI yang diwakili oleh Budi sebagai ketua harian mengatakan,  setiap partai berpeluang untuk bisa lolos PT.  Hanya memang, partai-partai lama terutama partai besar jauh lebih mudah karena mereka sudah punya basis di akar rumput.

“Dalam PT ini kita berharap bahwa setiap partai bisa lebih berbenah menyusun infrastruktur partai dan kaderasasi yang baik, dengan begitu kita berharap wajah demokrasi kedepan akan lebih berkualitas”. Tutupnya. (HB)

Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Kemenperin Dorong IKM Kembangkan Kopi Khusus

Komline, Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk …