Home / Berita Tokoh / DIANGGAP JANGGAL, DKPP RI DIDESAK BENTUK TGPF DI OGAN ILIR

DIANGGAP JANGGAL, DKPP RI DIDESAK BENTUK TGPF DI OGAN ILIR

Jakarta-Aktivis anti-korupsi mendesak komisioner DKPP RI agar mengambil langkah tegas terkait putusan Mahkamah Agung atas menangnya gugatan Ilyas Panji alam-Endang di Pemilu Ogan Ilir Sumatera Selatan . Mereka mendorong pimpinan komisioner Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu untuk segera membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) dalam mengungkap celah pelanggaran yang dilakukan KPU-Bawaslu Ogan Ilir.

Ketua Korps Bangun Indonesia Mandiri (KBIM), Hendri Asfan, menyerukan agar DKPP RI untuk investigasi lebih lanjut terhadap amar putusan Mahkamah Agung bernomor 1P/PAP/2020 yang diajukan oleh Indang-Ilyas. “KPU-Bawaslu tidak boleh membuat keputusan ugal-ugalan. DKPP harus bertindak, bentuk TGPF investigasi sampai akar penyelewengan lebih parah yang dilakukan oleh KPU-Bawaslu Ogan Ilir,” kata Hendri di kediamannya di Jakarta Selatan 29/10.

Jika kasus keputusan KPU-Bawaslu Ogan Ilir yang dianulir MA tersebut dibiarkan, ia khawatir kasus-kasus serupa akan kembali terjadi dan menimpa calon lain di Indonesia. Pasalnya, keputusan KPU-Bawaslu Ogan Ilir yang mendiskualifikasi Ilyas – Endang tidak semata urusan palanggaran.

Menurutnya, keputusan KPU-Bawaslu Ogan Ilir yang mendiskualifikasi pasangan calon Ilyas – Endang diduga ada aktor lain dan tidak berdiri sendiri. Sehingga menurutnya, keputusan KPU-Bawaslu cendrung bias dan dinilai tidak independent sehingga dibatalkan MA.

“Pada satu kesimpulan memang dibutuhkan tim gabungan pencari fakta untuk segera bekerja. Sangat perlu DKPP RI bekerjasama dengan PPATK untuk memeriksa seluruh rekining anggota komisioner KPU-Bawaslu Ogan Ilir,” tuturnya.

Hendri menilai, kasus KPU-Bawaslu Ogan Ilir bisa menjadi pintu masuk DKPP RI untuk mendorong gerakan pemilu yang jauh lebih transparan dan dahsyat. Apalagi, menjelang tahun politik, penyelenggara pemilu akan lebih berhati-hati di proses pemilihan kepala daerah.

“Kita ingin mendorong penyelenggara pemilu tahun ini terbuka. KPU dan Bawaslu harus netral dan tegak tidak dipengaruhi aktor manapun. Oleh karena itu, langkah tegas DKPP sangat ditunggu oleh masyarakat sebagai monitor agar pemilu di Ogan Ilir ini menjadi potret kemajuan demokrasi,” tutupnya.

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Mahasiswa Papua Sampaikan Aspirasi Kepada Mendagri Untuk Melanjutkan Otonomi Khusus Papua Jilid II

Komline, Jakarta- Solidaritas Mahasiswa Papua Jawa Barat Bersatu” di depan kantor Kementrian Dalam Negeri pada …

%d bloggers like this: