Home / Berita Tokoh / Dinas Pariwisata Kab. Lahat Sumatera Selatan Mati Suri dan Dirasa Tidak Bermanfaat

Dinas Pariwisata Kab. Lahat Sumatera Selatan Mati Suri dan Dirasa Tidak Bermanfaat

Link Banner

Komline,Lahat-Kabupaten Lahat dengan segala potensi wisata yang ada, mendapatkan sorotan dari berbagai wisatawan baik dari kabupaten Lahat atau pun luar Lahat tetapi berbeda dengan sorotan penggiat wisata dan pengelola objek wisata diKabupaten Lahat semdiri, ini diawali komentar dari dinas pariwisata Kabupaten Lahat pada pemberitaan sebelumnya

Yang menjelaskan H.M Saprani SH Selaku Kadis Pariwisata Lahat melalui Seketarisnya H.Kurdy mengatakan ” Wisata baru hendaknya terus melakukan Inovasi terkini, hal yang perlu diperhatikan masalah peparkiran, perawatan, SDM yang handal sehingga terus melakukan perubahan,Fasilitas Keamanan , perlunya pelatihan pemandu wisata dari pengelolah Wisata. Bila faktor pendukung diperhatikan Insya Allah Wisata yang ada di Kabupaten Lahat akan terus hidup” tandas Seketaris.

Evan Yusup selaku salah satu inisiator wisata pelancu dan penggiat wisata di Kabupaten Lahat menanggapi bahwa komentar dinas pariwisata itu hanya bualan dan pencitraan saja. Kalau sudah tau itu yang menjadi kendala kenapa selama ini dinas pariwisata terkesan mati suri, apa yang telah mereka lakukan untuk membantu potensi wisata yang ada di Kabupaten Lahat ini, jangan hanya penyalahkan pengelolah atau penggiat wisata saja, mana ada pengelolah atau penggiat wisata yang mau tempat wisatanya sepi pengunjung atau sampai tutup.

Itu semua adalah kerja keras dan hasil kreatifitas pengelolah dan penggiat wisata tetapi mereka punya keterbatasan, nah keterbatasan itulah yang seharusnya dinas pariwisata ikut berperan dan bertindak agar mensupport atau melakukan kegiatan atau hal-hal yang bisa membantu menutupi kekurangan itu. Bukan menyalahkan penggiat atau pengelolah wisatanya… Seharusnya intropeksi diri Selama ini dinas pariwisata sudah melakukan apa?? Pernah membantu baik pembangunan prasarana, promosi ataupun mengadakan kegiatan yang berhubungan langsung dengan tempat wisata itu kan belum dirasa.

Sementara Titis MABED berkomentar bahwa dulu pernah ada pelatihan yang dilakukan dinas pariwisata tetapi terkesan hanya menghabiskan anggaran saja karena terkesan serimonial saja, setelah selesai pelatihan tidak ada tindak lanjutnya.. Perlu saya tambahkan bahwa selama ini apakah dinas pariwisata perna berkoordinasi, berdiskusi ataupun membantu dalam perkembangan objek wisata. Jangan hanya saat objek wisata itu viral terus dianggap binaan dinas pariwisata, tetapi saat ada masukan dan keritikan tidak pernah ditanggapi. Ujar salah satu Anggota MABED ini menambahkan

Sementara Ahmat Yaumal pun berkomentar menanggapi pemberitaan ini Dinas Pariwisata selama ini posisinya hanya sebagai penikmat dan pengamat, semestinya turun sebagai pembina bukan hanya pengkritik saja tetapi tidak berbuat bukan kah mereka digaji jangan terkesan tidak ada fungsi, tidak ada program berkelanjutan untuk pariwisata dilahat kegiatan selama ini hanya serimonial saja.. Ujar penggiat wisata yang berperan sebagai bapang bolang di Trans 7 ini berkomentar

Jangan asal komentar kalau belum maksimal berbuat, apa lagi terkesan menyalahkan untuk sembunyi tangan, tunjukkan ke kami mana objek wisata di lahat ini yang mana yang sudah ada campur tangan dinas pariwisata dan berkembang?? bukankah objek wisata dilahat ini hasil perjuangan dan kreatifitas dari bawah, mandiri dan swadaya dari masyarakat.

(Red)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Kemitraan Patnership Sumatera Selatan Selenggarakan Sosialisasi Edukasi Tentang Perhutanan Sosial.

Komline,Palembang-Perhutanan sosial merupakan program yang saat ini menjadi salah satu fokus utama Kementerian Lingkungan Hidup …

%d bloggers like this: