Home / Berita Tokoh / DISKUSI DPD PGK PALEMBANG : “Menanamkan Jiwa Semangat Juang Patriotisme Kepada Generasi Millenial di Era New Normal”

DISKUSI DPD PGK PALEMBANG : “Menanamkan Jiwa Semangat Juang Patriotisme Kepada Generasi Millenial di Era New Normal”

Link Banner

Komline,Palembang-Generasi Milenial diyakini bisa membawa masa depan Bangsa Indonesia lebih baik lagi. Karena pada generasi milenial tertanam jiwa-jiwa nasionalisme, berbeda dengan generasi terdahulu yang lebih teraktualisasikan. Hanya saja memang perlu dieksplorasi lagi agar bisa lebih terarah pada hal positif.

Generasi mileneal disebutkan menurut para pakar adalah dimana banyaknya kemudahan teknologi sudah berkembang cukup pesat mulai dari kemudahan berbelanja, interaksi di social media. Informasi yang cepat tersalurkan dan juga kemudahan-kemudahan yang lainnya yang disebabkan perkembangan teknologi tersebut. Dengan banyak kemudahan dalam berbagai hal akan menyebabkan banyak perubahan dari segi psikis dari orang tersebut. Banyak sekali para generasi milenial ini sudah tidak terlalu mengenal prinsip kebangsaan Indonesia. Kebanyakan dari mereka berfikir semua itu sudah kuno atau ketinggalan jaman.

Samsul Bahri, S.E mengatakan, pada era globalisasi serta berkembangnya teknologi baru seperti saat ini, semangat nasionalisme dan patriotisme tetap harus didengungkan kepada generasi milenial. Tujuannya tak lain agar generasi penerus ini paham akan perjuangan para pendiri bangsa dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini menjadi tantangan kita semua, bagaimana kita membuat satu formula untuk menanamkan jiwa semangat juang dan patriotisme kepada generasi muda agar terus menegakkan nasionalisme dan memupuk rasa cinta tanah air di masa akan datang.

melihat situasi pandemi Covid-19 menuntut perubahan perilaku di masyarakat dan ini akan menjadi kunci optimisme untuk keluar dari krisis ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah atau yang dikenal sebagai New normal. Tatanan kehidupan baru adalah keniscayaan, tidak bisa ditolak, karena itu, kita harus menyesuaikan diri dengan menciptakan gaya hidup baru yang sadar protokol kesehatan untuk menunjang produktivitas ekonomi,”

Samsul Bahri, S.E menambahkan semoga dengan diskusi ini (11 Juli 2020) bisa bermanfaat dan kita bisa menambahkan pemahaman tentang patriotisme dan nasionalisme dalam jiwa generasi penerus bangsa. terakhir samsul mengatakan permohonan maaf kepada kedua pemateri dan seluruh audiens karena pemateri satu lagi yaitu kakanda Sutami Ismail, S.E berhalangan hadir karena ada dinas keluar kota.

Bambang Irawan (Ketua DPD PGK Sumsel) yang selaku pemateri dalam diskusi ini mengatakan, Indonesia akan memasuki bonus demografi 2020 – 2045 yang dimana ini mengharuskan generasi muda/milenial harus menguasai teknologi dan perkembangan zaman. Patriotisme adalah jiwa yang ada di dalam diri kita hanya saja di era modern saat ini banyak lalai dan terlena dengan perkembangan zaman, menurut bambang yang telah di tulisnya di dalam artikelnya,

Patriotisme terbagi menjadi lima. yang pertama, Solider, adalah dia yang bertanggung jawab kepada bangsa, yang kedua, Realitis, mampu melihat kekuatan bangsa mana yang positif, yang ketiga, Bermodal nilai dan moral bangsa, yang keempat, Identitas diri, melihat menerima perkembangan bangsa sendiri, dan yang terakhir Terbuka, konteks hidup berbangsa di dunia ini, terlibat dan belajar dengan negara lainnya.
terakhir bambang mengatakan, kita harus memfilter perkembangan zaman dan pengaruh-pengaruh budaya asing jangan sampai kita terjerumus kedalamnya sehingga kita meninggalkan budaya sendiri, intinya jangan lupakan Jas Merah (Jangan sesekali melupakan sejarah).

Muhammad Syueb, S.H (Sekretaris PW NU Sumsel) pemateri selanjutnya mengatakan Nasionalis adalah nilai-nilai perjuangan yang dimana sudah dikatakan oleh K.H. Hasyim Asy’ari dan ulama-ulama yang lain tentang Hubbul Wathon Minal Iman (Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman). Di era Milenial ini jangan sampai generasi kita tergerus jiwa patriotisme, jangan sampai salah dalam mengambil langkah , dan juga jangan sampai mudah termakan hoax yang dimana akan menimbulkan perpecahan didalam negeri ini, nasionalisme dan patriotisme harus di tumbuhkan didalam jiwa generasi milenial/muda karena merekalah yang akan menggantikan estafet pemerintahaan. terakhir Ust Syueb mengatakan jangan pernah melupakan jasa para ulama (Jas Hijau) yang sudah ikut berpartisipasi dalam membentuk bangsa ini.

Diskusi di tutup oleh Zainuri, S.Pd selaku moderator pada diskusi ini, ia mengatakan, Generasi milenial harus paham akan Jas Merah (Jangan sesekali melupakan sejarah) dan Jas Hijau (jangan pernah melupakan jasa para ulama) karena itu adalah landasan bagi kita untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme, generasi milenial harus tetap menjadi garda terdepan untuk bisa membantu menjaga NKRI dari paham-paham radikalisme. semoga dengan diskusi ini kita semua bisa semakin memiliki rasa cinta tanah air meskipun kita telah memasuki era new normal.

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Koordinator Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sumsel Harda Belly Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Ikut Bergotong Royong Membantu Pemerintah Atasi Covid-19

Komline,Jakarta– Pemuda Muslimin Indonesia melakukan MOU bekerjasama untuk membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam …

%d bloggers like this: