Home / Berita Tokoh / Diskusi Publik Millenial Talks: Pilkada Era New Normal

Diskusi Publik Millenial Talks: Pilkada Era New Normal

Link Banner

Komline,NTB -Milenial Talks menggelar diskusi publik dengan tema ” Pilkada di Era New Normal” Kamis,(09 Juli 2020) bertempat di salah satu Kedai Coffe di kab. Bima.

Diskusi ini digelar atas suatu kesadara politik kaum muda mellienial tentang apa dan bagaimana urgensi penyelenggaraan pilkada serentak di era new normal/Covid_19 ini. Terang IBM selaku Panitia diskusi.

Dalam diskusi yang menghadirkan beberapa pembicara yang diantaranya ; Dr. Syarif, M. Si, (Akademisi), Taufikurrahman, S.P.d (Komisioner Bawalah Kab. Bima) dan Bapak Karman BM (Direktur Almentra Nusantara), berlangsung menarik dengan adanya dialog interaktif antara Para pembicara dan Perserta diskusi.

Para Pembicara menyorot berbagai sisi di Pilkada Serentak di era new normal ini, misalnya Dr. Syarif, menurutnya dalam pilkada ini Perlunya kesadaran dan keterlibatan semua pihak tidak hanya bagi penyelenggara tapi juga para teman-teman pemuda, masyarakat dan semua stekholder terkait apalagi ini kita berada pada suatu kondisi yang sama sekali berbeda dari pilkada/pemilu yang lalu-lalu , ujarnya.

Dari pembicara yang lain, bapak. Taufikurrahman yg juga komisioner Bawaslu Kab. Bima menjelaskan bahwa dalam pilkda serentak di tengah covid-19, pentingnya mematuhi peraturan dan protokol kesehatan,

Lanjut; beliau menyampaikan yg penting juga diperhatikan dalam pilkada ini adalah terjadin penyalagunaan kekuasaan dan terjadinya money politic ini perlu sama2 di awasi oleh kami dari Bawaslu dan juga bantua masyarakat agar melaporkan jika terjadi kecurangan atau pelanggaran dalam pelaksanaan pilkada ini, pungkasnya.

Direktur Almentra Nusantara mengungkapkan bahwa Covid-19 ini mendekonstruksi menghancurkan semua tatanan kemudian membangun lagi dan beradaptasi dengan tatanan baru dibidang-bidang lain, dibidang agama misalnya kita bisa sholat tarawih bisa dengan keluarga, sholat jumat pun bisa di tiadakan ada keluar fatwa-fatwa ulama, itu yg sakral saja bisa berdamai dengan covid-19, lalu kenapa yang politik yang hanya urusan mencoblos satu menit saja ngk bisa, itu pertanyaannya, terangnya

Meskinya para pemikir politik, penyelenggaraan pemilu harus memikirkan, merumuskan itu bagaimana orang-ornag nyoblos hak-hak politik nya bisa tersalurkan lalu kemudian kesehatannya bisa terjamin itu yang harus di pikirkan oleh negara ini, lanjutnya

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Koordinator Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sumsel Harda Belly Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Ikut Bergotong Royong Membantu Pemerintah Atasi Covid-19

Komline,Jakarta– Pemuda Muslimin Indonesia melakukan MOU bekerjasama untuk membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam …

%d bloggers like this: