Home / Berita Tokoh / DPD IMM SUMSEL Desak Pemerintah pusat Terapkan “Lockdown” Keseluruh wilayah di indonesia untuk Cegah penyebaran COVID-19.

DPD IMM SUMSEL Desak Pemerintah pusat Terapkan “Lockdown” Keseluruh wilayah di indonesia untuk Cegah penyebaran COVID-19.

Link Banner

Komline,Palembang-Ketua umum dewan pimpinan daerah ikatan mahasiswa muhammadiyah sumatera selatan, Muhammad Iqbal mendesak pemerintah pusat segera menerapkan lockdown atau karantina wilayah untuk menghentikan penyebaran virus corona 29/3/2020 .

Para ilmuwan di seluruh dunia masih terus menyoroti cara penanganan, khususnya Asia Pasifik. Dilansir dari suara.com, dari pantauan para ilmuwan dunia, Indonesia dinilai memiliki penanganan virus corona terburuk.”Dari semua negara di Asia Tenggara, Indonesia yang paling mengkhawatirkan.

Indonesia memiliki populasi yang sangat besar namun birokrasi yang tidak rapi. Penanganan krisis yang buruk di Indonesia akan membuat negara terpapar semakin buruk,” ujar Dosen Griffith University Lee Morgenbesser, seorang ahli dalam politik Asia Tenggara, dilansir laman smh.com, Selasa (24/3/2020).

Singkron dengan kinerja Pemerintah pusat terkesan tidak serius dalam menanggulangi penyebaran wabah virus corona alias Covid-19. Selama ini, pemerintah juga disebut tidak responsif dan tidak transparan dalam penanganan pandemi ini, serta terkesan amburadul dalam menyampaikan data terkait virus ganas yang menyerang Indonesia saat ini.

Maka dari itu kami mendesak pemerintah pusat menerapkan lockdown mengacu pada Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. Muhammad iqbal mengatakan pemerintah pusat segera memberlakukan lockdown total di seluruh wilayah di Indonesia.

Kondisi saat ini sangat memprihatinkan maka dari itu karantina wilayah di anggap solusi tepat dan harus segera diterapkan di seluruh wilayah yang sudah menjadi episenter penyebaran virus, “Maka dari itu pemerintah pusat sudah seharusnya mempertimbangkan dan segera melakukan karantina (lockdown) untuk seluruh daerah yang penyebaran Covid-19 sangat sporadis ke seluruh wilayah di indonesia,” kata muhammad iqbal dalam keterangannya, sabtu, 28 Maret 2020.

Karantina perlu dilakukan karena imbauan pembatasan interaksi fisik belum maksimal. Imbauan untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah itu tak menjadi kewajiban masih banyak orang yang beraktivitas di luar rumah.

Sebagai mencontohkan, angkutan umum seperti bus umum, dan angkot pun masih penuh sesak penumpang. Padahal kerumunan seperti itu amat berbahaya dan berpotensi terjadi penyebaran COVID-19.

Kami menilai Surat Edaran Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang melarang warga berkumpul hanya efektif di daerah-daerah tertentu. Sedangkan di daerah lain, warga tetap menggelar kegiatan seperti nongkrong di cafe-cafe dan yang lainnya.

Maka dari itu, kami menilai pemerintah pusat perlu meningkatkan tensi yang lebih berat, seperti mewajibkan isolasi dan penerapan sanksi denda atau pidana bagi yang melanggar. “Penerapan UU Karantina Kesehatan bisa mulai diterapkan mengingat kondisi saat ini sudah sangat memprihatinkan dan semakin memburuk.”

Merujuk Pasal 49 ayat (3) UU Karantina Kesehatan,karantina wilayah dan pembatasan sosial berskala besar ditetapkan oleh menteri. Kami menilai menteri yang ditunjuk kaku dan tidak cakap dalam mengambil kebijakan karantina.

Seharusnya ketika pemerintah pusat ingin menerbitkan peraturan pemerintah untuk pelaksanaan UU tersebut harus tegas dan lebih peka dan jelih melihat keadaan. Jika opsi karantina wilayah diambil, pemerintah pusat dan daerah bersinergi dan memastikan kesiapan bahan pangan yang cukup bagi rakyat indonesia.

“Harus bersinergi tidak saling menyalahkan dan mempersiapkan langkah-langkah secara matang dan konkrit. Tentu akan efektif apabila dibarengi penegakan hukum tegas.

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Tim Relawan Covid-19 Kecamatan Pampangan Bagikan Bantuan Kemanusiaan dari Ir.Sri Meliyana (DPR RI Praksi Partai Gerindra)

Komline,Pampangan, Menjelang Hari raya Idul Fitri pandemi covid-19 tak kunjung usai, krisis ekonomi sudah mulai …

%d bloggers like this: