Home / Inspirasi / DPD PGK Kota Palembang menggelar Diskusi Wawasan Pendidikan

DPD PGK Kota Palembang menggelar Diskusi Wawasan Pendidikan

Komline, Jakarta- Jum’at (2/4) DPD PGK Kota Palembang mengadakan diskusi rutin tentang Wawasan Pendidikan yang bertemakan “Bergelar belum tentu Berpendidikan”. Kegiatan ini diadakan di Caffe The Gade Palembang yang diikuti oleh kurang lebih 50 peserta dari golongan Mahasiswa dan Siswa Sekota Palembang.

Seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan adalah ujung tombak dari peradaban bangsa. Pendidikan bukan hanya berfokus pada pengembangan intelektual, namun hal yang tatkala penting adalah pembentukan karakter dari siswa ataupun mahasiswa. Pembentukan karakter ini sangatlah penting untuk melahirkan pemuda yang tidak hanya bisa mengandalkan kepintaran dalam bidang akademik juga harus dibekali dengan moral dan etika.

Samsul Bahri, Ketua DPD PGK Kota Palembang mengungkapkan bahwa salah satu hal yang mendasari diadakannya seminar Wawasan Pendidikan adalah karena keprihatinannya terhadap pendidikan yang sangat kurang menanamkan nilai-nilai moral dan etika.

“Pendidikan adalah suatu proses pengembangan intelektualitas serta pembentukan karakter kepada peserta didik guna menumbuhkan anak-anak bangsa yang tidak hanya pintar dalam bidang akademik namun juga harus ditanamkan nilai-nilai moral dan etika”. Ujar Samsul.

Acara ini menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidang nya, Prima Salam, S.H (Anggota DPRD Kota Palembang), Donny Meilano, M.Sy (Cendikiawan dan Akademisi), M. Ikrom, S.E (Founder BSO La-Tansa).

Harapan kami dengan di selenggaranya kegiatan dialog ini, para pemateri yg sangat luar biasa pada hari ini, bisa membuka mainset/pemikiran kami bahwasyah nya lebih penting menjadi orang yang berpendidikan dari pada menjadi orang yg bergelar namun jauh dari kata berpendidikan. Tegas Samsul dalam sambutannya.

Dalam penyampaian pemateri pertama, Prima Salam mengatakan kegiatan seminar kali ini mengangkat tema yang sangat bagus. Tema ini bisa kita ibaratkan seperti halnya pepatah “Tua itu pasti namun dewasa itu pilihan”. Pendidikan itu wajib kita tempuh sedangkan mencari gelar adalah pilihan dari diri kita sendiri. Ujar Prima sebagai Seorang Anggota DPRD Kota Palembang.

Lanjut disambung dengan penyampaian dari H. Donny Meilano bahwa pendidikan adalah hak segala bangsa. Ada dua jenis tenaga pendidik dalam mengajar anak didiknya, ada yang hanya sekedar mengajarkan tentang ilmu-ilmu pengetahuan dan juga ada yang disamping mengajarkan ilmu pengetahuan, juga menanamkan nilai-nilai lain, seperti etika dan akhlak. Sedangkan gelar hanyalah sebuah Penghargaan Akademik semata.

“Etika dan Akhlak itu dua hal yang berbeda, walaupun secara tidak langsung maknanya dianggap. Misalnya, wanita yang memakai pakaian seperti biasanya, kita menganggap wanita tersebut sudah menerapkan etika berpakaian, namun jika ia belum menggunakan hijab maka di dalam islam kita mengganggapnya belum ber-akhlak. Ujar donny.

Terakhir M. Ikrom, S.E pemateri terakhir mengatakan,
Pendidikan itu, BUKAN tentang sertifikat, ijazah atau gelar. Pendidikan adalah tentang bagaimana seseorang berkehidupan. Pendidikan bukan indoktrinasi, sebatas memberitahukan “Ini loh (gagasanku) yang (paling) benar!” .

Pendidikan adalah membuka mind/pikiran, menstimulasi, membangkitkan, mendukung pencarian kebenaran. Pendidikan adalah mengembangkan pikiran dengan memperhatikan ragam gagasan (diri/orang lain). Pendidikan itu, menghargai perbedaan pandang.

Dengan diadakannya diskusi ini kami berharap bisa membuat semangat para pemuda untuk mendidikasikan diri demi persatuan bangsa tidak akan pernah memudar. Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa menambah Wawasan kita dan bisa di implementasikan dalam kehidupan berbangsa. Tegas, Ketua Pelaksana Riko Jeliansyah

Facebook Comments

Check Also

Salut !!! Aksi Gila Cuma 5 Orang Anggota Gemapela Geruduk BPK Perwakilan Sumsel Untuk Periksa APBD Kabupaten Lahat Yang Di Peruntukan Penanggulangan Covid-19

Komline, Palembang-Mengenai Aksi demonstrasi Gemapela kemarin menjadi sorotan publik lantaran massa cuma berjumlah 5 orang …

%d bloggers like this: