Home / Berita Tokoh / Drs. Parhan Berza Himbau Generasi Muda Waspada Narkoba Yang Merajalela

Drs. Parhan Berza Himbau Generasi Muda Waspada Narkoba Yang Merajalela

Link Banner Link Banner

Komline,Lahat– Generasi yang cerdas dan sehat adalah generasi yang jauh dari ancaman dan bahaya Narkoba.

Narkoba dan jenis barang haram sejenisnya (ganja, shabu, ektasi) bukan hanya merenggut nyawa seseorang, namun bahaya narkoba dan dzat adiktif itu juga telah menghancurkan generasi bangsa.

Sekitar 50 orang meninggal setiap hari dan dalam kurun waktu setahunnya 18.000 orang meninggal karena penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang itu.

Badan Narkotika Nasional juga mencatat sejak di tahun 2017 estimasi kerugian biaya ekonomi akibat narkoba mencapai Rp. 84.7 Trilliun yang terdiri dari Rp. 77.4 trilliun untuk kerugian biaya pribadi dan Rp. 7.27 trilliun untuk kerugian biaya sosial karena adanya penyalahgunaan barang terlarang tersebut.

Hal ini dapat mengancam keberlangsungan kehidupan bangsa dan generasi muda. Bangsa menjadi darudat akan bahaya yang mengintai generasi bangsa.

Drs. Parhan Berza menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjauhi hal-hal terlarang seperti ini.

Sebagai generasi penerus bangsa, kata dia, khususnya masyarakat dikalangan generasi muda alangkah lebih baik untuk terus mencetak prestasi sebanyak mungkin, berkarya untuk bangsa, menjauhi hal -hal yang dilarang agama, dan Undang-Undang.

Seperti halnya mengadopsi diri dengan melakukan hobi dan kebiasaan yang positif. Seperti hal nya melakukan kebiasaan berolahraga, membaca, juga menguatkan ikatan ibadah agama.

“Sebab banyak sekali anak muda dan generasi harapan bangsa yang meninggal karena barang haram itu,” kata Parhan.

“Akibat yang ditimbulkan pun tidak tanggung-tanggung dari tumbuhnya bibit-bibit penyakit hingga kematian, akan habis generasi bangsa jika hal ini tidak di jauhi oleh anak muda, harus waspada” jelasnya.

Bahkan, Berdasarkan data BNN juga telah tercatat, konsekuensi akan barang terlarang ini juga tidak main-main.

Akibat yang ditimbulkan karena penyalahgunaan zat adiktif itu di tahun 2017 yakni 25 % orang mengalami gangguan kejiwaan, 16 % penyakit paru-paru, 15 % terkena HIV/Aids, 15 % penyakit syaraf dan sendi, 9 % hepatitis.

Peredaran narkotika dan barang-barang terlarang wajib diwaspadai oleh semua kalangan, apalagi generasi muda. Bahkan banyak jaringan internasional yang mengintai bangsa Indonesia karena perekomian Indonesia cenderung stabil.

Untuk itu, (lanjutnya) sangat diperlukan program-program dan strategi yang menunjang untuk menanggulangi bahaya zat adiktif itu dengan melakukan inovasi-inovasi yang baru baik dalam sisi penegakan hukum baik bagi pemakai dan pengedar.

“Sehingga kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia khususnya di Sumsel dapat segera turun dengan penanganan yang tepat dan harus cepat diberantas dari peredarannya,” pungkasnya.

(Harda)

Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Pulau Maspari, Kekayaan Alam Di Sumsel Yang Lama Tersimpan

Komline, Palembang- Komliners, Provinsi Sumatera Selatan rupanya tidak hanya memendam kekayaan yang bisa diekplorasi untuk …