Home / Berita Tokoh / Eddy Santana : “Konsep Kota Modern Pilar Indonesia Menuju Kekuatan Kelima Dunia”

Eddy Santana : “Konsep Kota Modern Pilar Indonesia Menuju Kekuatan Kelima Dunia”

Link Banner

Komline,Palembang-Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) kini tengah menjadi pusat perhatian bagi elit politik dan seluruh masyarakat Indonesia. Pasalnya Ormas kebangsaan besutan Anis Matta dan Fahri Hamzah ini dengan spirit Creative Collaboration menjadi wahana yang terbuka bagi seluruh anak bangsa lintas elemen, lintas generasi, lintas partai, lintas suku-etnis, dan lain-lain yang bersepakat dengan ide tentang Arah Baru. Kini disambut dengan baik dan sangat cepat menjamur keseluruh Provinsi di Indonesia. Tak terkecuali di Sumatera Selatan yang pada (13/7) menggelar Sarasehan Daerah GARBI se Sumbagsel di kota Palembang tepatnya di ballroom Grand Atyasa Convention Center.

Sarasehan Daerah yang dibuka secara langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Bapak Herman Deru ini mengambil sebuah tema “Merajut Kebangsaan Menuju Kekuatan Kelima Dunia”. Dalam sambutannya Gubernur menyampaikan dampak Revolusi Industri 4.0 terhadap berkurangnya peran Sumber Daya Manusia disemua lini kehidupan. Bahkan peran manusia akan digantikan oleh teknolgi canggih. “Revolusi Industri 4.0 akan mengurangi peran manusia. Contoh ada mobil tanpa sopir. Jadi tidak perlu memerlukan peran manusia dan ini akan berdampak pada banyaknya pengangguran. Jadi jangan kita abaikan. Bagaimanapun kita harus memanusiakan manusia itu sendiri sebagai haknya. Dan itu pendapat saya pribadi” ungkap Herman Deru.


Agenda Sarasehan Daerah ini dimulai dengan Dialog Kebangsaan yang diisi oleh Anis Matta, tokoh nasional sekaligus inisiator ide Arah Baru Indonesia dan Ir. H. Eddy Santana Putra, MT yang mernupakan tokoh daerah, pernah menjabat sebagai Walikota Palembang dua periode, Pembina GARBI Sumsel, dan sekarang terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2019-2024. Dalam penyampaiannya Pak Eddy, sapaan akrab beliau memaparkan sebuah konsep yang akan menjadi pilar penyangga cita-cita Indonesia menuju kekuatan utama dunia, yakni “Konsep Kota Modern”.

“Saya menilai bahwa konsep kota modern adalah konsep yang tepat sebagai pilar menuju kekuatan kelima dunia, kearena konsep ini didesain sebagai kota layak huni yang nyaman. Kenyamanan membuat manusia di dalamnya merasa aman dan akan produktif dalam memutar roda perekonomian negara. Konsep ini dibangun atas empat dimensi yaitu ramah anak, ramah lingkungan, ramah lansia, serta ramah disabilitas” ujar Pak Eddy

Beliau menambahkan sebagai seorang legislator, kedepan beliau berkomitmen untuk mengawal regulasi ini dari tingkat nasional, provinsi, kota, dan serta detail-detailnya. “Rencana kota detail yang saya maksud adalah masterplan infrastruktur dengan memastikan jalan, transportasi publik, pengendalian banjir, air bersih, pengelolaan air limbah, serta pengelolaan sampah digarap dengan baik dan serius. Kemudian masterplan pelayanan kesehatan bahwa menyelamatkan nyawa manusia adalah sebuah kewajiban khususnya saya sebagai seorang muslim. Masterplan pendidikan dari hulu ke hilir yang terintegrasi berjenjang dan yang tak kalah penting menyiapkan guru-guru hebat. Sebab guru hebat, murid hebat, bangsa ini juga hebat” tegas Eddy.

“Kemudin masterplan kegiatan ekonomi berupa pengelolaan pasar yang baik dan nyaman, memperkuat industri dalam negeri, perbankan, perhotelan, dan lain-lain. Dan yang terakhir adalah masterplan pelayanan publik, yang good govermance, tertib administrasi, tertib data kependudukan. Dan kesemua masterplan tersebut terkoneksi dengan IT sehingga konsep kota modern ini menjadi desain smart city” tambahnya.
Agenda Dialog Kebangsaan yang berakhir pada pukul 17.30 WIB ini dihadiri sejumlah elit dan elemen masyarakat. Yakni bapak Gubernur Sumsel, Pangdam II Sriwijaya yang diwakili oleh Kapoksahli Kol. Irf. Zulkifli, Polda Sumsel yang diwakili oleh Kombes. Pol. Fatori, S.IK, Perwakilan Walikota Palembang, Ketua DPD PDI-Perjuangan Sumsel Giri Ramandha Kiemas, Hendri Zainuddin, para tokoh politik, dan sejumlah elemen lainnya.

Diakhir penyampaiannya Pak Eddy berpesan bahwa GARBI adalah harapan baru bagi kita, dan semoga GARBI bisa tetap eksis memberikan kontrribusi bagi kemajuan Sumatera Selatan seperti visi yang dibawa oleh bapak Gubernur Herman Deru.

(RZ)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Praktek Jual Beli Ijazah Akan Merugikan Sistem Pendidikan, Diduga Bupati di kabupaten lahat Menggunakan Ijazah Palsu

Komline ,Jakarta– Praktek jual beli ijazah palsu di Indonesia sangat marak, banyak sekali praktek jual …

%d bloggers like this: