Home / Seputar Daerah / Gelar Aksi di Kantor OJK, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Selatan Sayangkan Penghadangan yang Dilakukan Puluhan Oknum Diduga Bayaran

Gelar Aksi di Kantor OJK, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Selatan Sayangkan Penghadangan yang Dilakukan Puluhan Oknum Diduga Bayaran

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pasca aksi Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Selatan yang terdiri dari BEM Universitas Syahyakirti, BEM FE UIBA, Jaringan Kota Palembang, Pemuda Progresif Revolusioner, Pemuda Transformatif Sumsel, Gerakan Mahasiswa Milenial Sumsel, Ruang Gagasan, Rumah Berdikari, Palembang LAJU, Mahasiswa Peduli Lingkungan Sumsel, Youth Leader Sumsel, dihadang dan dihalang halangi oleh oknum yg di duga bayaran dari perusahaan yang bersikap premanisme

Kronologi
Pada tanggal 14 Juli 2022, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Selatan menggelar aksi ke kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Selatan dengan membawa isu membongkar dugaan pinjaman janggal bank terhadap perusahaan batu bara di Sumatera Selatan.

  • Pukul 13:00 WIB masa aksi di mulai berkumpul di titik kumpul yang telah disepakati
  • Pukul 14:00 WIB masa aksi menuju ke titik aksi yang telah disepakati yaitu kantor otoritas jasa keuangan.
  • Pukul 14:20 WIB masa aksi tiba di titik aksi. Namun, sebelum seluruh masa aksi datang ke titik aksi, ada puluhan masa yang tidak kami kenal datang juga ke titik aksi.
  • Pukul 14:30 WIB masa aksi Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Selatan telah berkumpul dititik aksi.
  • Pukul 14:35 WIB masa aksi mulai menggelar rangkaian. Namun, pada pukul 14:37 puluhan massa yang tidak kami kenal, mulai mengganggu rangkaian aksi sehingga terjadi tindakan premanisme yang disinyalir itu adalah masa yang diduga bayaran oleh perusahaan. Bentrok pun terjadi, masa yang di duga bayaran tersebut mencoba merampas spanduk tuntutan yang kami bawa. Sampai pada akhirnya kami tidak sempat menyampaikan aspirasi kami dititik aksi.
  • Pukul 15:00 WIB guna menghindari bentrok dengan oknum yang diduga bayaran tersebut, masa aksi aliansi pemuda dan mahasiswa sumatera selatan sepakat untuk menunda pergelaran aksi dan kami langsung bergegas pulang karna kami takut ada tindakan premanisme dan anarki yang dilakukan oleh oknum diduga bayaran terhadap kami.

Sesuai dengan amanat UU no 9 Tahun 1998 tentang kebebasan berpendapat menyampaikan aspirasi dimuka umum. Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Selatan menyatakan bahwa telah mengikuti aturan bahwa untuk melaksanakan aksi seyogya ya H-3 dari hari pelaksanaan aksi.

“Kami sangat menyayangkan ada tindakan premanisme yang dilakukan oleh puluhan oknum tersebut. Sehingga ini sangat mencoreng dan jelas melanggar UU no.9 Tahun 1998. Maka kami meminta dengan hormat untuk Kapolri dan Kapolda Sumatera Selatan untuk menindak tegas puluhan oknum tersebut. Hal seperti ini jelas akan berpotensi mencorengt nama baik Sumatera Selatan yang zero konflik. Dan semoga kedepannyan tidak ada lagi oknum oknum yang anti demokrasi. Tindakan ini sungguh tidak dibenarkan.” Pungkas Fikri selaku Koordinator Aksi.

Facebook Comments

Check Also

Tak Ambil Pusing Soal Pasangan, Relawan Publik Hanya Fokus Mendukung Dan Berjuang Untuk Puan Maharani Pada Pilpres 2024

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0Jakarta– Ketua Umum Relawan Puan Maharani Bersama Wong Cilik (Relawan Publik ), …