Home / Seputar Daerah / GEMAPELA Mendesak KPK Segera Selidiki Dana Rp.23,5 Miliar Kab.Lahat

GEMAPELA Mendesak KPK Segera Selidiki Dana Rp.23,5 Miliar Kab.Lahat

Komline, Jakarta- Aktivis penggiat anti korupsi Kabupaten Lahat mempertanyakan carut marutnya pihak Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang diketuai langsung oleh Cik Ujang selaku Bupati Lahat dalam pemakaian anggaran penanggulangan Covid-19 sebesar Rp.23,5 Miliar tahun 2020. Sebagai contoh lahan jagung seluas 500 Ha yang menjadi program penanganan dampak ekonomi di tengah pandemi Covid-19 diduga kuat adanya kepentingan dari pihak terkait. Karena logikan jika benar 500 Ha itu ada maka Lahat akan kebanjiran Jagung. Tapi faktanya masyarakat di Kabupaten Lahat masih saja membeli jagung dari luar daerah,

Bidang Advokasi Hukum dan HAM Gemapela Hendro Juniarto mengatakan bahwa pada tahun 2020 Dinas Pertanian Kabupaten Lahat memakai anggaran dari dana penanggulangan Covid-19 sebesar Rp2,2 miliar lebih.

Dan ada data yang kami temukan dalam tahun yang sama di tahun 2020 Dinas Pertanian Lahat juga menyalurkan bantuan benih jagung sebanyak 7.500 Kg untuk lahan seluas 500 Ha yang bersumber dari DIPA Pusat. Berarti jika di totalkan jumlah lahan jagung tahun 2020 di Kabupaten Lahat ada 1.000 Ha. Namun luasan lahan tersebut tidak terlihat hasilnya,” kata Hendro.

Menurut Hendro, jika benar dilaksanakan, dengan luas lahan yang 1.000 Ha, tentu dibutuhkan bukti yang konkrit. “Kami dari Gemapela melihat apabila semua kegiatan ini terealisasi mungkin bisa jadi Kabupaten Lahat ini bisa menjadi lumbung jagung,” kata Hendro Juniarto.

Hendro menegaskan, bahwa yang menjadi pertanyaan adalah sesuaikah lahan-lahan yang dimiliki Poktan, dengan luasnya tersebut. “Hingga kini kami tidak tahu sesuai apa tidak lahan yang di miliki oleh Poktan. Dan apakah pihak Dinas Pertanian benar telah memverifikasi lahan yang diajukan sebelum didistribusikan kepada pihak poktan atau hanya menerka-nerka saja, jika benar maka ini sangat berbahaya karena kita tahu bahwa itu dana bencana” katanya.

Karena itu, Gemapela mendesak KPK untuk segera menindaklanjuti laporan yang telah dimasukan oleh Gemapela atas dugaan adanya permainan dalam pemakaian dana penanggulangan Covid-19, dan yang sangat mencolok lahan jagung yang diduga banyak direkayasa oleh pihak terkait, karena terindikasi fiktif. “Kami dari Gemapela mendesak kepada KPK untuk memproses lebih lanjut para oknum yang bernaung di dinas pertanian khusunya Satgas Covid-19 Kabupaten Lahat yang menjadi penanggungjawab dari anggaran tersebut,” pungkasnya

Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Habiskan 2,9 Milyar Lebih, Bangunan Rumah Sakit Pratama Hanya jadi Pondasi

Komline, Jakarta- Pembangunan Rumah Sakit Pratama tipe D di Desa Muara Danau Kecamatan Tanjung Tebat …

%d bloggers like this: