Home / Berita Tokoh / Generasi Milenial”Menuju SDM Unggul di Tengah Ombak Revolusi Industri

Generasi Milenial”Menuju SDM Unggul di Tengah Ombak Revolusi Industri

Link Banner

Komline,JakartaBanyaknya peluang yang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh generasi milenial dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Revolusi perubahan besar-besaran di bidang industri. Karena berbagai teknologi yang menjadi tanda dimulainya revolusi industri 4.0 sudah mulai diterapkan di negeri ini. Semakin berkembangnya teknologi yang begitu pesat akan menjadi modal utama dalam memanfaatkan peluang tersebut.

Generasi milenial (generasi z) hari ini diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan revolusi industri 4.0 karena belahan dunia sudah mulai meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi derasnya perkembangan zaman. Apalagi saat ini pemerintah Indonesia telah menetapkan Roadmap Making Indonesia 4.0 sebagai strategi dalam mencapai target menjadi 10 besar kekuatan ekonomi dunia pada 2030 menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menghadapi tantangan era saat ini terutama generasi milenial harus memiliki kemampuan dan keterampilan yang lebih dalam mengikuti perkembangan arus industri dunia. Tantangan tentu saja kesiapan infrastuktur penunjang seperti fisik,  kelembagaan, regulasi dan kesiapan human capital bukan hanya persiapan sumber daya manusia (SDM) saja tetapi semua unsur ini harus seimbang berjalan.

Revolusi industri 4.0 merupakan fase keempat dari perjalanan sejarah revolusi industri yang dimulai pada abad ke-18. Revolusi industri kali ini memang menguras tenaga untuk berpikir lebih dalam memaksimalkan potensi diri masyarakat Indonesia. Kenapa demikian? Karena perkembangan teknologi menjadi pengaruh besar dalam menghadapi tantangan revolusi tersebut apalagi generasi milenial harus bersiap dengan kondisi tersebut karena masa depan industri dan manufaktur Indonesia berada ditangan generasi milenial yang tumbuh dengan perkembangan dunia teknologi. Hari ini tren perkembangan teknologi telah bergeser sehingga perusahaan teknologi digital merajai ekosistem dan ekonomi dunia seperti Google, Facebook, Instagram dan lainnya yang menjadi penguasa ekonomi dunia pada kacamata realitas yang terjadi saat ini.

Era saat ini untuk menjadi para pemenang hanya perlu nalar pemikiran yang lebih efisien dan produktif, karena untuk bisa memenangkan kompetisi perlu inovasi, kreativitas, serta enterpreneurship yang tinggi dalam penguasaan teknologi revolusi industri. Yang memiliki nalar produktif kebanyakan diusia milenial lebih energik dalam berpikir, tetapi tantangan generasi milenial yang menjadi tidak terpola karena kemajuan game online yang akan mempengaruhi nalar berpikir generasi milenial. Karena pembangunan coworking space dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak muda agar lebih kreatif dan inovatif, apalagi perkonomian tidak lagi berbasis kepada modal tetapi berbasis kepada SDM dalam revolusi industri 4.0.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memegang peranan penting bagi masa depan bangsa dan bahkan menguasai perkembangan perekonomian dunia. Sekarang segala sesuatu telah berubah, pengetahuan dan teknologi telah menghadirkan nafas baru bagi manusia untuk mengatasi berbagai masalah yang akan dihadapi di dunia serba instan saat ini yang bergantung pada kemajuan teknologi.

Inovasi-inovasi baru yang lahir dari teknologi bertemu dengan karakter milenial yang menyukai kebaruan yang serba baru tanpa berpikir panjang kedepannya. Bill Gates pun menyebut secara khusus generasi yang lahir pasca 1994 sebagai generasi internet. Perkembangan globalisasi merupakan fenomena dunia yang definisinya diterjemahkan beragam oleh
beberapa pemikir dunia untuk membawa perubahan yang besar terhadap dunia ini.

Sejarah globalisasi menunjukkan bahwa setiap perubahan zaman memiliki core
(penggeraknya) masing-masing dalam menyikapi kemajuan nalar baru teknologi saat ini. Paradigma bisnis telah bergeser dari
nyata dan dapat dilihat pada perpindahan bisnis retail (toko fisik) ke dalam e commerce yang menawarkan kemudahan dalam berbelanja, ditambah merebaknya taksi dan ojek online kemudian mengancam eksistensi bisnis taksi dan ojek konvensional pada saat ini.

Banyak hal yang tak terpikirkan sebelumnya, dan negara-negara maju sudah berpikir 10 tahun kedepan, sedangkan kita hanya berpikir besok mau makan apa dan besoknya lagi mau cari uang dimana. Tanpa kita sadari kemajuan teknologi tiba-tiba muncul dan memberikan inovasi baru, serta membuka lahan bisnis yang sangat besar. Munculnya transportasi dengan sistem ride-sharing seperti Go-jek, Uber, dan Grab membuat perubahan yang luar biasa apalagi di kota-kota besar yang sangat membutuhkan semuanya itu. Kehadiran revolusi industri 4.0 memang menghadirkan usaha baru, lapangan kerja baru, profesi baru yang tak terpikirkan sebelumnya dan hanya dipikirkan oleh mereka yang memiliki inovasi produktivitas baru ingin melangkah lebih maju.

Dari pemaparan diatas tidak semudah kita bayangkan dalam mengatasi perkembangan revolusi industri 4.0 yang sedang dikupas, akan tetapi generasi milenial harus bersiap diri karena usaha untuk menemukan aspek apa saja yang ada didalam Industri 4.0 tidak cukup dengan hanya melalui pemahaman definisinya saja. Tetap perlu pemahaman yang lebih komprehensif tentang Industri 4.0 melalui model kerangka konsepnya seperti apa agar tidak terjebak dalam wacana saja. Seiring
semakin matangnya konsep Industri 4.0 secara global, riset dengan metode terapan dan empiris diprediksi akan semakin berkembang guna menjawab tantangan realisasi
teknologi Industri 4.0 dan menjawab tantangan generasi Milenial menjadi fokus arah pengembangan.

Sementara Jepang sudah sudah melangkah ke revolusi industri 5.0 bahkan satu, dua bangsa yang maju, seperti Cina (Tiongkok), sedang melangkah ke society 5.0 yang menjawab atas masalah timbul di era revolusi industri 4.0 dimana manusia sebagai pusat perdaban yang berbasis teknologi. Jangan sampai terbalik manusia menjadi korban teknologi yang tumbuh berkembang.

Melalui Society 5.0, kecerdasan buatan akan mentransformasi big data pada segala sendi kehidupan manusia untuk meningkatkan suatu kearifan baru, meningkatkan kemampuan manusia membuka peluang-peluang bagi kemanusiaan untuk berinovasi dan berketerampilan dalam nalar intelektual. Karena society 5.0 bukan hanya tentang teknologi, tapi juga kebijakan dan regulasi. Dari sisi teknologi yang diimplementasi, pendekatan Society 5.0 sesungguhnya tak jauh beda dengan revolusi industri 4.0 yang membedakan adalah titik pandang dan perspektifnya. Kalau Industry 4.0 (Jerman) dan AS lebih fokus kepada pengembangan teknologi, maka Society 5.0 menggunakan pendekatan yang lebih “human-focused”.

Saat ini pemerintah Indonesia sedang menggalakan penerapan revolusi industri 4.0. Semua sektor terutama di industri gencar mengampanyekan revolusi industri yang memanfaatkan teknologi internet. Semoga generasi milenial bangsa ini tidak terlena dengan dunianya sendiri, tetapi mulai untuk bangkit melakukan terobosan baru dengan nalar inovatif, produktif, terampil dan berwawasan luas dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 (digitalisasi) dengan mengedepankan nalar keilmuan dan ketrampilan bukan mengedepankan keegoisan generasi milenial yang hanya menjadi penonton diderasnya perkembangan zaman.

( Harda)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Total 14.400 Liter Air Bersih Telah Disalurkan KAMMI Lahat

Lahat – Organisasi kemahasiswaan Kabupaten Lahat KAMMI telah menyalurkan 14.400 air bersih kepada masyarakat Kabupaten …

%d bloggers like this: