Home / Berita Tokoh / Gerakan Emak-Emak Lakukan Aksi di Mabes Polri

Gerakan Emak-Emak Lakukan Aksi di Mabes Polri

Link Banner Link Banner

Komline-Jakarta-Gempur (gerakan Emak-emak Perduli Rakyat melakukan orasi di depan Mabes Polri pada hari Rabu,12 September 2018,dalam orasinya para emak-emak melayangkan beberapa pernyataan tentang PERSEKUSI dan Intimidasi yang sekarang ini sedang marak di alami oleh salah satu Ustad ternama di Indonesia.

Persecution; adalah “Perlakuan buruk penganiyaan secara sistematis oleh individu atau kelompok lain, Khususnya karena suku, Ras, Agama atau pandangan politik” sedangkan Intimidasi adalah perilaku yang menyebabkan seseorang yang akan menimbulkan rasa takut,was-was sehingga akan mengakibatkan bahaya.

Baru akhir-akhir ini terjadi Persekusi sekaligus Indmidasi terhadap penceramah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) mulai dari sms-sms ancaman, tuduhan dan fitnahan yang mengada-ada Padabal Ceramah adalah bagian dan’ menyampaikan pendapat di muka umum yang di lindungi oleh Hukum dan Undang-undang,konten isi ceramah dari UAS tidak ada sama sekali unsur Makar seperti yang di tuduh-tuduhkan selama ini.

Hal tersebut juga terjadi perlakuan buruk, Persekusi dan Intimidasi terhadap Emak-emak Bunda Ratna Sarumpaet yang kebetulan bersama-sama Rocky Gerung Jumat tg] 24-8-2018 di kepulaun Bangka belitung sehari sebelum kejadian di Pekan Baru Riau dan Surabaya

Kami sudah melaporkan kepada Kapolri semestinya jajaran tersebut menyampaikan kepada pimpinannya,Polisi adalah pengayom pelidung masyarakat ingin keadilan agar suara emak-emak di tanggapi tutur Abdur Rahman ,ketua umum Laskas Macan Asia yaitu menuntut kedepannya tidak ada lagi eksekusi dan intimidasi.

Sunardi sebagai sekjen dari ormas Laskar Macan Asia berharap apa yang di sampaikan oleh emak-emak hari ini segera di tanggapi karena kita semua sama dimata hukum jangan sampai di pandang masyarakat penegak hukum melanggar hukum.

Semua perlakuan buruk Persekusi dan Intimidasi tersebut melanggar
UU No 9 Tahun 1998 butir 4 pasal 18 ayat (1dan2) “ Barang siapa dengan kekerasan dan ancaman kekerasan menghalang halangi hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum yang telah memenuhi ketentuan undang-undang ini dengan pidana penjara paling lambat 1 Tahun

Pelanggaran UUD 1945 Pasal 28E ayat (3) “Setiap orang berhak atas kebebasan, berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat “

Pelanggaran HAM menurut Hukum lntemasional UU No 26/2000 pasal 9 humf (h). “Persekusi mempakan penganiyaan terhadap suatu kelompok tertentu atau kelompok tertentu atau perkumpulan yang di dasari persamaan politik, ras, kebangsaan, etnis, budaya ,agama, jenis kelamin atau alasan lain yang telah di akui secata universal sebagai hal yang di larang

Kami atas nama Emak-emak indonesia yang tergabung dalam wadah #GerakanEmak-emakPeduliRakyat ( GEMPUR)

Meminta Kepada Kapolri segera mengusut tuntas menangkap dan menahan orang atau kelompok orang dan oknum polisi yang bertanggung jawab secara sengaja yang selama ini melakukan atau membantu Persekusi danIntimidasi maupun pihak-pihak yang berada di balik kejadian atau otak perencanaan Persekusi dan Intimidasi tersebut .

Meminta kepada Kapolri segera mencopot impala Polisi Pekanbaru dan Kepala Polisi Daerah Surabaya serta Jajarannya dan oknum yang melanggar kode etik Kepolisian’ serta meminta kepada kepala BIN untuk segera mencopot kepala BIN di daerah Pekan Baru dan Surabaya.

(idair)

Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Unsur Tripika Merapi Barat Serahkan Donasi Bencana Alam Ke ACT Kab. Lahat

Komline,Lahat-( 16/11/2018) Unsur Tripika Merapi Barat yang beberapa minggu lalu melaksanakan Penggalangan Donasi untuk Bencana …