Home / Berita Tokoh / GMI : Fasilitas Katek, Regulasi Katek, Teko Sepeda Nak di Pajaki di Palembang

GMI : Fasilitas Katek, Regulasi Katek, Teko Sepeda Nak di Pajaki di Palembang

Palembang, kebutuhan warga dalam menjaga stamina tubuh agar terus sehat semakin meningkat. Pemilihan sepeda menjadi salah satu opsi warga dalam melakukan olahraga, hal ini di buktikan dengan meningkatnya pengguna sepeda di Kota Palembang yang berjalan di pagi sampai malam hari.

Peluang ini dilirik oleh Bappeda Kota Palembang untuk menjadi potensi PAD kota Palembang yang dikutip dalam sumsel.idntimes.com (17/8/2020).

Wacana ini mendapat respon langsung dari Ketua Gerakan Milenial Indonesia Sumatera Selatan yang bisa disapa Thama.

Beliau menuturkan “APBD kota Palembang yang mencapai 4,6T di tahun 2019 dimana 1,5T dari PAD membuat posisi pemerintah Kota Palembang meningkatkan infrastruktur untuk pesepeda terlebih dahulu. Ini di lapangan Fasilitas dak katek, regulasi katek, tibo – tibo teko sepeda nak di pajaki.” Di temui usai bersepeda.

Tambahnya, “masa pertimbangannya sejak jaman kolonial sepeda sudah di pajaki? Kita ini milenial Bro, ngga ada yang mau balik jaman kolonial, kan sudah jelas dalam pembelian produk sepeda sudah ada pajaknya yang juga mempengaruhi harga sepeda di pasaran. Jangan karena melihat peseda banyak nian langsung nak di pajaki ini membuat stigma tendensius negatif pada pemerintah daerah, harusnya jadi Good Goverment dengan hadir membangun fasilitas yang baik menyiapkan regulasi keselamatan. Agar terpenuhi mana hak pengguna pejalan kaki, kendaraan bermotor juga pesepeda. Supaya terwujud warga kota yang bahagia dan Palembang EMAS yang diwacakan.

Setelah di berlakukannya new normal, terjadi trend pesepeda yang begitu melesat. Hal ini juga di pengaruhi oleh faktor stay at home dan psbb yang telah lalu di berlakukan, membuat masyarakat beramai-ramai bersepeda.
Selain penjual sepeda yang di untungkan juga banyak lahirnya umkm – umkm baru dimana menyediakan fasilitas aksesoris sepeda dan disisi lain bersepeda menjadi opsi para pegawai untuk berangkat kerja kekantornya. Budaya ini, membuat warga kota Palembang mengarah ke kota semakin metropolitan dimana dapat mengurangi karbon dioksida yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor dan mengurai kemacetan dan menjadi tolak ukur keamanan di kota tersebut.

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Terkait Penanganan Covid-19, Menkes Terawan Akan Jelaskan Pada Hut Golkar

Komline, Jakarta- Penanganan Covid-19 di Indonesia selama ini kerap kali menuai polemik dan kritikan. Kasus corona …

%d bloggers like this: