Home / Berita Tokoh / GPMK : KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) HARUS TEGAS MEMUTUSKAN HUKUMAN UNTUK TERSANGKA MUHAMMAD TAMZIL – MANTAN BUPATI KAB. KUDUS

GPMK : KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) HARUS TEGAS MEMUTUSKAN HUKUMAN UNTUK TERSANGKA MUHAMMAD TAMZIL – MANTAN BUPATI KAB. KUDUS

Link Banner

Komline,Indonesia selalu dihebohkan dengan kasus korupsi dari tahun ketahun yang dilakukan berbagai kalangan, korupsi penyakit yang harus dihilangkan karena berdampak terpuruknya tataran demokrasi yang ada di negara ini.

Hangatnya kasus korupsi saat ini tahun 2019 sudah banyak ditangani oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap berbagai oknum yang terjerat dalam kasus tindak pidana korupsi, salah satunya yaitu Muhammad Tamzil yang masih menjabat sebagai Bupati Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah. M. Tamzil tertangkap operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim penyidik KPK, karena telah melakukan korupsi suap beli jabatan di Kabupaten Kudus. Selain itu M.Tamzil juga pernah terkena kasus korupsi pada tahun 2004, telah melakukan penyalahgunaan dana sarana dan prasarana pendidikan Kabupaten Kudus dan dihukum 22 bulan dalam penjara serta denda 100 juta saat menjabat staf di Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Tengah.

Kasus Muhammad Tamzil menjadi sorotan bersama dikalangan masyarakat, mahasiswa dan khususnya di Gerakan Pemuda Melawan Korups (GPMK) Yogyakarta. Kasus ini menjadi polemik panjang, karena keputusan KPK masih banyak pertimbangan untuk menetapkan hukuman apa yang harus diterima oleh M.Tamzil. Gerakan Pemuda Melawan Korupsi (GPMK) organisasi yang sudah terbentuk selama 9 tahun ini selalu mengawal dan bersinergi dengan KPK untuk memberantas korupsi dan mempercayai independen dari KPK untuk memberantas kasus-kasus korupsi yang ada di Indonesia. Dalam ini Abdul Majid selaku ketua GPMK yang baru menyatakan, KPK harus tegas memutuskan kasus tersangka M.Tamzil, sebuah pertimbangan yang matang sangat diperlukan, karena M.Tamzil sudah melakukan 2 kali korupsi.

Kemudian di salah satu Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sudah jelas tertulis di pasal 2 ayat 1 dan 2 untuk dijadikan salah satu bahan petimbangan keputusan KPK untuk hukuman M.Tamzil. Saya mewakili Gerakan Pemuda Melawan Korupsi (GPMK) mengajak dan menghimbau kepada semua mahasiswa dan masyarakat lainnya selalu bersinergi memberantas korupsi bersama KPK. Disisi lain harapannya, KPK tidak tebang pilih, tidak takut, tidak terpengaruh tekanan atau intervensi dari pihak manapun untuk memutuskan hukuman apa yang pantas untuk kasus korupsi 2 kali yang dilakukan oleh M.Tamzil, karena KPK yang dilihat dan dinilai adalah integritas dan independennya, Salam Anti Korupsi !!! Pungkasnya.

Oleh : Ach Musthafa Roja, (Pengurus GPMK, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Kapolri Tito Karnavian Berikan Kenaikan Pangkat 4 Polisi Korban Pembakaran Aksi Mahasiswa Cianjur

Jakarta- Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada empat polisi yang …

%d bloggers like this: