Home / Teknologi & Informasi / Ijazah Palsu, Menristekdikti : Proses Saja Itu Semua, Ngga Boleh Menipu Masyarakat

Ijazah Palsu, Menristekdikti : Proses Saja Itu Semua, Ngga Boleh Menipu Masyarakat

Link Banner

Komline,Jakarta- Menristekdikti Mohamad Nasir memberi tanggapan soal terkait ijazah palsu yang seringkali terjadi. 

Dia meminta pemegang dan pembuat ijazah palsu untuk ditindak dengan tegas sesuai dengan jeratan sanksi yang berlaku.

“Kalau ada ijazah palsu, dalam undang-undang pemegang ijazah palsu (ancaman hukuman) 5 tahun. Yang mengeluarkan 10 tahun. Nggak main-main. Kalau urusan itu laporkan polisi saja,” ujarnya di acara seminar Universitas Pelita Harapan (UPH) pada(26/7).

Dia juga menyayangkan jika para pemegang dan pembuat ijazah paslu menggunakan ijazah palsu untuk kepentingan pribadi. Hal itu sama saja dengan membohongi masyarakat.

“Proses saja itu semua. Ngga boleh menipu masyarakat,” tegasnya.

Meski demikian sampai saat ini pihaknya berupaya menyelesaikan beragam persoalan yang ada dalam dunia pendidikan tinggi agar mampu bersaing dengan kualitasnya masing-masing.

“Pertama kami membenahi posisi pendidikan tinggi itu sendiri. Pada 2015 dan sebelumnya banyak perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi tapi tidak pernah melaksanakan kuliah. Tapi dapat ijazah,” cerita Menteri Nasir seperti dilansir dari kompas.com

Walaupun pihaknya melakukan penutupan beberapa perguruan tinggi namun tidak melaksanakan kegiatan kuliah belum secara menyeluruh,”Tapi paling tidak mereka tidak bisa main-main lagi tentang pengeluaran ijazah ini,” ujarnya.

Menristek menyampaikan pihaknya telah melakukan penertiban dengan penutupan perguruan tinggi setidaknya 243 perguruan tinggi. “Kita tutup sampai 243 (perguruan tinggi). Rektornya saya suruh dipenjara saja. Hal ini akan mengurangi daya saing,” jelas Menristekdikti.

“Saya kasihan pada perguruan tinggi yang sudah menyelenggarakan dengan baik namun terkontaminasi dengan sistem perguruan tinggi yang kurang baik itu. Hal ini dianggap akan mengurangi kemampuan daya saing perguruan tinggi dan lulusan di persaingan global, ” ungkapnya 

Menteri Nasir menyampaikan pada saat sekarang terdapat 4.713 perguruan tinggi yang terdistribusi dalam berbagai bentuk universitas, akademi dan politeknik dengan tidak kurang 28 ribu program studi.

“Kita sedang mengupayakan kenaikan (APK) (angka partisi kasar). Saat ini memasuki angka 34,58 persen dengan posisi sekitar 8 juta mahasiswa,” ujarnya.   

Terkait persoalan ijazah palsu, juga kembali mencuat, misalnya pelawak Nurul Qomar yang diduga telah memalsukan ijazah salah satu universitas di Jakarta demi kepentingan pribadinya.

Dijelaskan oleh Kasat Reskrim Polres Brebes AKP Triagung Suryomicho, sang pelawak Nurul Qomar diduga memalsukan ijazahnya untuk ia gunakan sebagai syarat mencalonkan diri menjadi Rektor Universitas Muhadi Setiabudhi (Umus), Brebes. 

“Tersangka dilaporkan terkait dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3 saat mencalonkan diri sebagai rektor,” kata Kasat Reskrim, Selasa (25/6/2019) lalu.

DIberitakan sebelumnya, pelawak yang juga seorang politisi Nurul Qomar, ditahan di Mapolres Brebes, Jawa Tengah pada Senin (24/6/2019) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah simpan ditahan, Qomar dibebaskan karena alasan kesehatan.

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Menkopolhukam Wiranto Diserang di Pandeglang

Komline,Pandeglang – Menkopolhukam RI Wiranto dikabarkan diserang orang tidak dikenal saat melakukan kunjungan di Alun-alun …

%d bloggers like this: