Home / Berita Tokoh / IMM Sumsel Apresiasi Gemapela Laporkan Dugaan Korupsi Penanganan Covid-19 Kabupaten Lahat Ke KPK

IMM Sumsel Apresiasi Gemapela Laporkan Dugaan Korupsi Penanganan Covid-19 Kabupaten Lahat Ke KPK

Sumatera Selatan – Lahat, menjadi mercusuar bagi Gerakan Kepemudaan di daerah untuk bersuara dan selalu bergerak mengenai dugaan korupsi di daerah, isu yang di hantarkan Gemapela adalah salah satu contoh dari sekian banyaknya masalah di daerah yang ada di Indonesia, maraknya kasus korupsi di tengah pandemi membuat pemuda Lahat melakukan pelaporan ke KPK.

Muhamad Iqbal Selaku Ketua (DPD) IMM Sumsel saat diwawancarai awak media mengatakan “Mendukung penuh aksi serta pelaporan yang di lakukan oleh kawan-kawan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Lahat, berangkat dari kajian, aksi, dan laporan meraka, saya meyakini bakal banyak daerah-daerah yang akan terungakap dengan kasus yang serupa” ujarnya

Perihal dana covid 19 yang bersumber dari APBD Kabupaten Lahat ini, membuat kami geram dengan kesewenang-wenangan pemerintah daerah dalam mengelola uang Negara

“Bukankah pemerintah daerah harus menggunakan anggaran tepat guna, apalagi menyangkut dana covid 19, yang sama-sama kita ketahui pandemi masih menjadi musuh kita bersama, karena semakin bertambahnya pasien positif Covid-19, tidak pula menjadikan suatu halangan bagi oknum pemerintah Daerah untuk melancarkan perbuatan tidak terpuji, yakni tindakan Korupsi” ujar Iqbal

Iqbal juga menghimbau kepada seluruh pemuda di seluruh daerah khususnya Sumsel, untuk turut memantau seluruh bentuk anggaran mengenai Covid-19, seperti halnya yang di dilakukan oleh Gemapela ini, saya kira hal ini juga bisa di lakukan oleh pemuda-pemuda di daerah lain.

IMM juga sangat mengapresiasi gerakan yang di lakukan Gemapela, Pendemi Covid-19 ini seharusnya bisa di jadikan sebagai ajang untuk berkontemplasi dan menggalakkan lagi niat untuk berbenah bukan malah menjadikan pandemi ini sebagai kesempatan korupsi.

“Kami juga mendesak agar KPK segera melakukan upaya penyidikan terhadap dugaan korupsi dana penanganan kesehatan sebesar 15 M yang dipakai oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat, yang dimana berdasarkan data yang didapatkan SP2D nya pada tanggal 30 Desember 2020 dan tanpa adanya laporan pertanggungjawaban yang konkrit kepada Kemendagri melalui Dirjen Bina Keuangan Daerah selaku penerima laporan dari pemanfaatan anggaran tak terduga tersebut” pungkas Iqbal (28/02/21)

(Indro)

Facebook Comments

Check Also

Terkait Tindakan KKB, Kepala Humas Satgas Nemangkawi: Aksi Teror Dalam Bentuk Apapun Tidak Dibenarkan

Komline, Jakarta- Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menembak dua orang guru di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, …

%d bloggers like this: