Home / Berita Tokoh / Interview Eksklusif Media Komline Bersama H. Aswari Rivai : Strategi Pengelolaan Wisata Alam-Kab. Lahat

Interview Eksklusif Media Komline Bersama H. Aswari Rivai : Strategi Pengelolaan Wisata Alam-Kab. Lahat

Link Banner Link Banner

Komline, Jakarta- Kabupaten Lahat memiliki ratusan kekayaan alam yang dapat dinikmati oleh siapa saja, secara ekspansif wisatawan lokal dan internasional pun tak jarang mengunjungi lokasi darmawisata yang ada di kabupaten Lahat ini.

 

Untuk menarik minat dan perhatian dari wisata lokal hingga nasional agar lebih impresif,  instansi pemerintah kabupaten Lahat beserta pemuda-pemuda karang taruna, kepala desa hingga tokoh masyarakat mengembangkan dan melakukan inovasi tanpa limitasi untuk terus meningkatkan berbagai objek wisata keindahan alam, wisata kuliner hingga wisata bersejarah di kabupaten Lahat. Dengan sistem pengelolaan wisata yang baik, kabupaten Lahat semakin terkenal hingga ke mancanegara.

 

Komliners, beberapa waktu lalu kami mewawancarai tokoh terkenal di kabupaten Lahat, bupati H. Aswari Rivai mengenai strateginya dalam mengembangkan potensi wisata yang ada di kabupaten Lahat, sehingga dikenal bukan hanya secara lokal tetapi secara internasional.

 

Kepada media Komline, Kak Wari (sapaan akrabnya) mengatakan bahwa berdasarkan strategi, ia memberikan implementasi berupa dorongan atau ajakan kepada Pemuda, kepala desa,  dalam meningkatkan wisata di kabupaten Lahat.”di jaman Kak Wari menjabat kabupatennya mengalami kemajuan, strateginya, Kak Wari memberikan dorongan kepada pemuda-pemuda, kepala desa,  atau siapapun yang ada di kabupaten Lahat untuk ditingkatkan (wisatanya) dan ternyata berhasil,” kata Kak Wari.

 

Dikatakan Kak Wari,  untuk mendapatkan income, pemerintah daerah kabupaten Lahat mengembangkan banyak tempat wisata bukan hanya tempat selfie,  namun ratusan tempat wisata lainnya yang ada di kabupaten Lahat.

“Di kabupaten Lahat begitu banyak tempat wisata bukan hanya tempat selfie, wisata-wisata alam, kita memiliki sekitar 100 air terjun, wisata Megalit,  bukit Jempol, sekolah Gajah, ini hal kecil untuk mendapatkan income untuk pemerintah daerah,” kata Kak Wari.

 

Secara komparatif, Kak Wari mengatakan tempat wisata alam tak akan habis sampai kapanpun jika semakin tua,  maka semakin menarik. Berbeda pula dengan mall-mall yang biasa dibangun.

 

” Yang tidak akan habis itu mestinya wisata yang tidak akan habis itu pasti akan ada waktunya, kita bikin mall 10 tahun sudah tidak terlalu bagus,  berbeda dengan tempat wisata, seperti Megalit kalau kita urus dengan baik, kalau semakin tua, semakin menarik, benda sejarah yang memang harus dikunjungi  dan bisa dibawa(diketahui) ke daerah lain,” pungkasnya.

 

Seperti apa strategi pengelolaan wisata yang dilakukan Pemerintah kabupaten Lahat? Simak video eksklusif media Komline bersama H. Aswari Rivai untuk anda, berikut ini !.

 

Link Banner Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

F1QR Lanal Tanjung Balai Karimun Tangkap Kapal Muat Bawang Ilegal Asal Malaysia

Komline – Jakarta, F1QR Lanal Tanjung Balai Karimun Tangkap Kapal Muat Bawang Ilegal Asal Malaysia,  10 Desember …