Home / Berita Tokoh / Ir. Jokowi : Meneguhkan Kebhinekaan, Membumikan Pancasila

Ir. Jokowi : Meneguhkan Kebhinekaan, Membumikan Pancasila

Link Banner Link Banner

Komline, Jakarta- Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Penduduk Indonesia saat ini telah mencapai 261 juta jiwa, 714 suku dan 1.100 lebih bahasa lokal dengan agama yang berbeda, dan tinggal di 17.000 ribu pulau terbentang luas dari Sabang hingga Merauke, (2/11).

Dengan kondisi waktu yang berbeda, suku, yang berbeda Indonesia disebut negara yang unik, karena tak banyak negara di dunia yang memiliki suku bangsa yang paling banyak (multikultural) di Indonesia.

Banyak dari berbagai kalangan sering mengingatkan bahwa jika kemajemukan bangsa Indonesia tidak dapat dikelola dengan baik justru menjadi potensi konflik yang dapat memecah persatuan bangsa. Namun, dalam Nawacita presiden Jokowi dalam mottonya Kerja, Kerja, Kerja ia telah menegaskan komitmennya untuk memperteguh kebhinekaan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinekaan dan menciptakan dialog antarwarga.

Komitmen itu diwujudkan Jokowi dengan merangkul semua elemen bangsa, menjamin kebebasan beragama, pada saat bersamaan tidak memberi ruang bagi orang-orang atau kelompok yang mengembangkan atau menyebarkan informasi.

Saat menyampaikan sambutan pada upacara Hari Kelahiran Pancasila beberapa waktu lalu, presiden Jokowi menekankan bahwa semangat persatuan adalah pilar utama kehidupan berbangsa dan negara. Semangat gotong-royong harus terus dipupuk. Dan kemajuan bersama harus dibangun dengan etos kepedulian, welas asih serta saling menghargai dengan penuh empati.

Jokowi mengingatkan bangsa Indonesia tidak boleh membuang energi dalam perselisihan yang menimbulkan perpecahan. Energi yang ada harus digunakan untuk melakukan lompatan besar dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul untuk meraih prestasi dan memenangkan kompetisi di tingkat global.

Dalam berbagai kesempatan, Jokowi bercerita bahwa banyak pemimpin dunia yang kagum terhadap kehidupan bangsa di Indonesia yang rukun dan bersatu walaupun memiliki banyak perbedaan.

Di saat negara Islam terperangkap dalam konflik dan perang saudara berkepanjangan, umat Islam dan Indonesia dapat hidup damai walau memiliki pandangan keagamaan yang tidak sama, bahkan hidup rukun dengan sesama warga negara yang berbeda agama.

Harapan Jokowi kepada generasi muda kedepannya agar mengadopsi nilai-nilai toleransi dan kedamaian.

“Menjadi masyarakat yang beragam itu Indah. Ini akan menjadi indah jika kita semua saling menghormati. Saya harap dari usia muda, Anda mengadopsi nilai toleransi dan kedamaian,” kata presiden Jokowi.

Bangsa Indonesia menurut Jokowi, beruntung memiliki Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara yang merupakan buah dari perenungan, pergulatan pemikiran Jokowi mendirikan Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), dan kejernihan batin para Founding fathers Indonesia.

 

Jokowi Istiqomah Membangun Negeri (Reliji : Relawan Indonesia Jokowi).

(SN)

Link Banner Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Pelantikan Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) Periode 2018 – 2021 Berlangsung Khidmat

Komline,Bandung – Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) resmi dilantik pada 12 Desember …