Home / Berita Tokoh / Politik Dan Hukum / Istri Penulis Buku ‘Jokowi People Power’Layangkan Surat Terbuka Ke Amin Rais

Istri Penulis Buku ‘Jokowi People Power’Layangkan Surat Terbuka Ke Amin Rais

Link Banner

Tatty Apriliyana, istri Bimo Nugroho yang merupakan penulis bukuJokowiPeople Power.

 

Surat terbuka yang ia unggah di akun Facebook pribadinya ini ditujukan kepada mantan Ketua MPR,Amien Rais.

 

Hingga Sabtu (25/5/2019) malam, surat tersebut dibagikan sebanyak 210 kali dan mendapat 59 komentar serta disukai ratusan netter.

 

Surat terbuka untuk Amien Rais merespons apa yang dilakukan anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat diperiksa polisi.

 

Sebagaimana diketahui,Amien Raisdiperiksa sebagai saksi kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana.

 

Saat mendatangi Polda Metro Jaya,Amien Raismembawa sebuah buku berjudulJokowiPeople Power.

 

Buku tersebut dipamerkanAmien Raiskepada awak media sesaat sebelum dirinya meninggalkan ruang penyidikan untuk melaksanakan salat Jumat.

 

“Saya membawa bukupeople power,” ujar Amien kepada awak media di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019).

 

Sementara itu, menurut kuasa hukum Amien Rais, Ahmad Yani mengatakan, kliennya membawa Buku Jokowi People Power bertujuan untuk dijadikan referensi dalam menjelaskan arti people power.

 

“BukuJokowiPeople Power itu kan ditunjukkan (untuk menjelaskan) apa yang dimaksud denganpeople power,” kata Yani.

Terkait apa yang dilakukanAmien Rais, istri penulis bukuJokowiPeople Power, Tatty Apriliyana menulis surat terbuka.

Dalam caption-nya, Tatty menulis, apa yang dilakukanAmien Raisbukanlah teladan dan tingkah laku etik yang patut.

Sebab, Amien Rais menggunakan buku tersebut untuk kepentingan narasi politiknya.

 

“Sungguh bukan tauladan dan bukan laku etik yang patut, ketika karya Pakbim Bimo Nugroho yang sudah tak bisa melakukan bantahan, digunakanAmien Raisuntuk kepentingan narasi politiknya.”

 

“Lihat bedanya, sebagaimana yang diringkaskan oleh sahabat Pakbim Mas Eddy Suprapto.”

 

“Buku almarhum berupa catatan perjuangan rakyat 2014 mendukung kepemimpinan sipil melalui kontestasi demokrasi lewat pemilu yang fair. People PowerAmien Raisadalah ajakan untuk makar.”

 

Demikian tulis Tatty Apriliyana dalam caption unggahannya.

 

Dalam surat terbukanya, Tatty Apriliyana menulis, betapa kaget keluarganya saatAmien Raismembawa dan memamerkan bukuJokowiPeople Power pada awak media.

 

BukuJokowiPeople Power, lanjut Tatty, merupakan catatan yang dibuat mendiang suaminya dan sahabatnya, M Yamin Panca Setia.

 

Isinya tentang pelajaran dalam proses kerja politik sukarela yang dilakukan oleh banyak pihak, organisasi, kelompok dalam Pemilihan Presiden tahun 2014.

 

Buku tersebut, bukanlah ajakan melakukan ‘people power’ sebagaimana yang selama ini digaungkanAmien Rais.

 

Terkait posisi politik Amien Rais, bukanlah urusan keluarga penulis Jokowi People Power, termasuk kepentingan yang diusung mantan ketua umum PAN itu.

 

Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais memenuhi panggilan kedua penyidik Polda Metro Jaya, Jumat (24/5/2019).

Namun, Tatty Apriliyana dan keluarga keberatan buku tersebut digunakan sebagai usaha Amien Raismenggiring opini publik tentangJokowiPeople Power.

 

Di akhir tulisan, Tatty Apriliyana menegaskan sekali lagi keberatannya serta menolak upaya tak beretika Amien Rais.

SURAT TERBUKA UNTUK AMIEN RAIS

 

Kemarin, 24 Mei 2019, dari beberapa grup wa yang kami ikuti, kami mendapat kabar tentang ulahAmien Raisyang membawa dan memamerkan sebuah buku berjudul “JOKOWI PEOPLE POWER” saat ia diperiksa di Polda Metro Jaya sebagai saksi dalam kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana.

Dipamerkannya buku tersebut olehAmien Raisdihadapan awak media tentu saja mengagetkan kami, anak dan istri Bimo Nugroho – penulis buku tersebut.

Buku “JOKOWI PEOPLE POWER” adalah sebuah catatan yang dibuat oleh Bimo Nugroho (Alm.) dan M. Yamin Ponca Setia (Alm.) tentang pelajaran dalam proses kerja politik sukarela yang dilakukan oleh banyak pihak, organisasi, kelompok dalam pemilihan presiden tahun 2014.

Bukan buku tentang ajakan melakukan “people power” sebagaimana yang dinarasikan olehAmien Rais.

Kita sama mengetahui hari-hari belakanganAmien Raisdan gerombolannya lantang berteriak tentang seruan “people power” sebagai ekspresi politik mereka dalam mengkritisi (atau mengganggu?) proses politik elektoral yang tengah berlangsung dan merecoki jalannya pernerintahan yang sah.

Perihal posisi politik yang diambilAmien Raisdan gerombolannya sesungguhnya bukanlah urusan kami, keluarga dari almarhum Bimo Nugroho.

Kepentingan yang diusungnya juga bukan tanggung jawab kami.

Tetapi, kami sebagai anak-anak dan istri almarhum Bimo Nugroho sangat berkeberatan dengan digunakannya buku karya orang yang kami kasihi tersebut dalam upayaAmien Raismenggiring opini publik tentang adanya “JOKOWI PEOPLE POWER”.

Meskipun secara tersurat itu tidak dikatakannya, gestur politik yang ditunjukkan lewat pamer buku tersebut sepenuhnya membuat orang akan berfikir tentang adanya Jokowi people power.

Patut diduga dengan kuatAmien Raissedang mencari relevansi “people power” yang diserukannya.

Di sinilah keberatan kami sebagai keluarga almarhum Bimo Nugroho timbul.

Kami menolak upaya tak beretika yang dilakukanAmien Raisdengan menggunakan hasil tulisan orang yang sudah tidak bisa melakukan bantahan untuk kepentingan politik pribadinya.

Politisasi buku “JOKOWI PEOPLE POWER” tidak sepatutnya dilakukan.

Kami meminta kepadaAmien Raisuntuk menjelaskan tujuannya dalam politisasi buku “JOKOWI PEOPLE POWER” tersebut.

Tertanda,

Taty Apriliyana (istri Bimo Nugroho)

Hayuning Sumbadra, Btari Kinayungan, Sangayu Piwulang Sae (anak-anak Bimo Nugroho)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Tersangkut Hukum di NegaranyaDua Perampok Emas 1,6 Kilogram Asal Malaysia Belum Bisa Dibawa ke Indonesia

Tangerang – Petualangan Muhammad Nazri Fadzil (26) dan Muhammad Nur Iskhandar (24), tersangka perampokan di …

%d bloggers like this: