Home / Seputar Daerah / K-MAKI Berharap Kejati Sumsel Yang Akan Bertugas Bukan ‘Ayam Sayur’

K-MAKI Berharap Kejati Sumsel Yang Akan Bertugas Bukan ‘Ayam Sayur’

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0

K MAKI : mudah – mudahan Kejati Sumsel yang akan bertugas bukan ayam sayur

Setelah sekian lama dalam penantian yang cukup panjang, akhirnya Kejati Sumsel mendapat komandan yang akan segera bertugas. Sarjono  yang akan segera bertugas menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dan membawahi para Kejari di Sumatera Selatan

Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K MAKI) bersyukur dengan di lantiknya Sarjono SH sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel.

“Setelah sekian lama dalam penantian, Kejati Sumsel mendapatkan Komandan yang baru”, ucap Feri Kurniawan Deputy K MAKI.

“Selamat datang pak Sarjono di hutan belantara korupsi Indonesia dan zona hitam pekat korupsi NKRI”, ujar Bony Balitong Koordinator K MAKI.

Hal tersebut di tambahkan juga oleh Feri Kurniawan selaku Deputi K MAKI

“Kami berharap pak Kejati Sumsel menjadi harimau buas melawan koruptor dan tak ingin Kejati Sumsel menjadi ayam sayur melawan para koruptor manis manja Sumatera Selatan”, imbuhnya

Koordinator K-Maki Bony Balitong dalam keterangannya kepada pers meminta keberanian dari Kejati Sumsel untuk membebaskan Sumsel dari zona hitam korupsi.

“Amun nak melawan maka melawan nian karena Sumsel ini zona hitam pekat perkara mega korupsi dan para koruptornya siap bayar mahal untuk lepas dari jeratan hukum”, paparnya

Bony juga kembali mengingatkan pada kasus mega korupsi tahun jamak Ogan Ilir yang merugikan negara ratusan milyar rupiah.

“Perkara dugaan korupsi ekspor Pupuk PT Pusri dengan kerugian negara diduga ratusan milyar, perkara dugaan korupsi tahun jamak Ogan Ilir 2007 – 2010 dengan potensi kerugian negara Rp. 103 milyar, dugaan korupsi jalan toll, dugaan korupsi PDAM Lubuk Linggau, dugaan korupsi site development, dugaan korupsi PT SAI, dugaan korupsi Bank Sumsel Babel yang belum menyentuh aktor utama, dugaan korupsi program serasi dengan kerugian negara hampir Rp 400 milyar dan dugaan korupsi KPU dan Bawaslu se Sumsel menjadi PR penting pak Kajati Sumsel”, jelas Bony Balitong.

“Kami mewakili para pegiat anti korupsi berharap banyak dengan Kajati Sumsel yang akan segera bertugas untuk membersihkan anasir koruptor dan menjadikan Sumsel zona kuning atau hijau pemberantasan korupsi di Indonesia. Sumsel butuh tindakan nyata, keberanian dan lawan intervensi para koruptor bukan pencitraan yang tiada guna”, pungkas Feri Kurniawan

Facebook Comments

Check Also

Tolak UKT Mahal, Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) Tahun 2022 UIN Jogja dibubarkan Rektor

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0  UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melaksanakan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan …