Home / Berita Tokoh / Kasus Money politik Syahril Di Vonis, Apa Kabarnya ANGGOTA DPRD Fitrizal Dan Iwan Sahmi ?

Kasus Money politik Syahril Di Vonis, Apa Kabarnya ANGGOTA DPRD Fitrizal Dan Iwan Sahmi ?

Link Banner

Komline, Lahat– Suasana Kasus money politik di kabupaten Lahat hingga kini terus menjadi sorotan publik. Hingga saat ini,  kasus politik bagi-bagi uang tersebut sudah berada di ranah meja hijau, Pengadilan Negeri Lahat.  (19 juli 2018)

Dua Anggota DPRD Lahat Fitrizal dan Iwan Sahmi asal anggota fraksi partai Demokrat, yang juga terlibat dalam kasus money politik ini seperti hilang tak ada kabar. Pihak Gakumdu seakan tutup mulut, tak punya andil dalam mentengarai dua orang yang merupakan dalang kasus money politik ini .

Berbeda Salah satu terdakwa yang bernama Syahril pun sudah di sidang dalam Pengadilan Negeri Lahat, telah mengakui benar adanya dirinya menjanjikan sejumlah uang untuk memilih nomor 3.

“Awalnya, pada tanggal 20 Juni saya mendatangi warga dan menjanjikan akan memberikan uang pada tanggal 23 Juni 2018 supaya memilih nomor 3. Namun hingga tanggal 23, uang itu belum turun, ” jelas Syahril saat membeberkan kronologi kasus money politik yang dilakukannya kepada majelis hakim di kursi pesakitan itu.

 

Kemudian pada hari selasa 26 Juni 2018, lanjut Syahril, ia ditemui dan diajak oleh Kopli bersama Pani dan Man warga Sukajadi menemui Jukri di desa Pagar Agung, kecamatan Pseksu.

 

“Hari selasa 26 Juni 2018, saya bersama Kopli dan Man menemui dan menerima 72 amplop dan Kopli 76 Amplop yang berisi duit Rp. 150 ribu,  dari Jukri. Lalu kami disuruh membagikan duit ke masyarakat, serta meminta supaya masyarakat memilih nomor 3,” Bebernya lagi.

Dihadapan Majelis Hakim Syahril mengatakan dirinya tidak mengetahui bahwa Jukri merupakan salah satu tim pemenangan Paslon Cik Ujang-Haryanto.

Dan atas ketidaktahuannya itu Syharil akhirnya dituntut Berdasarkan Pasal 187A UU Pilkada, “orang yang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang pemilih, maka diancam pidana penjaga paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan. Dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.” Tuntutan dibacakan Jaksa Penutut Umum,  M. Lukber SH, MH.  Di dampingi Kasi Pidum Kejari Lahat Kristanto,  SH, MH. Di Pengadilan Negeri Lahat.

 

Usai penerimaan berkas,  Majelis persidangan Saiful Brown, SH kembali membacakan tuntutan kepada Syahril dan langsung melakukan pembelaan kepada terdakwa Syahril.

“Aku ngakui kesalahan,  tapi kendak aku jangan cuma aku saje yang dihukum, ni mane Jukri  (tim paslon pemenangan cik Ujang-Haryanto), ” pinta Syahril.

 

Sebagai rakyat kecil dengan kepolosannya, Syahril hanya bisa menerima dan mengakui kesalahannya atas vonis tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum.

“Au.  Aku ni diajak mereka untuk membagikan amplop ke masyarakat dengan syarat coblos nomor 3. Tapi aku pintak same pihak pengadilan supaya mengusut tuntas masalah ini dan menghukum rombongan itu jangan aku dewean, aku lah ngakui aku siap bertanggung jawab” tuturnya.

(HB)

Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Serobot Lahan Tanah 31 Kapling Warga Sepakat Laporkan Sunandar Kades Marga Mulya Sinar Peninjaun

Komline – Puluhan warga Desa Marga Mulya melakukan reclaiming tanah seluas 9300 m2 di Batumarta …