Home / Berita Tokoh / Kemitraan Patnership Sumatera Selatan Selenggarakan Sosialisasi Edukasi Tentang Perhutanan Sosial.

Kemitraan Patnership Sumatera Selatan Selenggarakan Sosialisasi Edukasi Tentang Perhutanan Sosial.

Komline,Palembang-Perhutanan sosial merupakan program yang saat ini menjadi salah satu fokus utama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Perhutanan sosial sendiri memiliki tujuan untuk menyejahterakan masyarakat sekitar hutan. Program ini dilatarbelakangi karena pada saat sekarang pemerintah dalam hal ini pemerintah pusat yang diwakili oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memiliki 2 agenda besar. Sebanyak dua agenda besar tersebut adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dan juga penciptaan model pelestarian h“utan yang efektif. Agenda besar dari KLHK ini menjadi fokus utama dalam program-program yang akan dijalankan nantinya.

Berdasarkan dua agenda tersebut maka pemerintah dalam hal ini KLHK membuat suatu program yang dapat menciptakan keharmonisan antara peningkatan kesejahteraan rakyat dan pelestarian hutan. Program yang diusung ini adalah program Perhutanan Sosial. Program ini memiliki paradigma bahwa pembangunan tidak hanya dilakukan mulai dari kota, melainkan pembangunan juga dapat dilaksanakan oleh masyarakat pinggiran (masyarakat sekitar hutan). Program ini juga memiliki tiga pilar dalam pelaksanaannya, yaitu lahan, kesempatan berusaha, dan sumberdaya manusia.Komitmen KLHK ini tidak main-main, buktinya adalah adanya lahan seluas 12,7 juta hektare lahan yang siap untuk dijadikan objek program unggulan KLHK ini.

Acara sosialisasi ini diadakan di 3 Desa Di kabupaten OKI yang Merupakan Desa Peduli Gambut., Amir Faisal PC Project managemen Unit (PMU) Kemitraan Sumatera Selatan mengatakan berdasarkan Permen LHK Nomor 83 tahun 2016, tujuan dari program ini adalah memberikan pedoman dan edukasi kepada masyarakat tentang pemberian hak pengelolaan, perizinan, kemitraan dan hutan adat dibidang perhutanan sosial. Program ini, kata Amir Faisal, juga bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan teritorial dan keadilan bagi masyarkat setempat dan masyarat hukum adat yang berada dalam atau sekitar hutan dalam rangka kesejahteraan masyarakat dan pelestarian fungsi hutan. “Program ini memiliki berbagai skema yang memiliki inti sama. Skema yang diusung dalam program ini adalah Hutan Desa (HD), Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Tanaman Rakyat (HTR/IPHS), Hutan Adat (HA) dan kemitraan kehutanan,” rincinya. (7/12/2019).

Sementara, Tenaga Ahli Perhutanan Sosial Sigid Widagdo, mengatakan tujuan sosialisasi program perhutanan sosial dan proses perizinan ini untuk meningkatkan hubungan harmonis antara pengelolaan hutan. “Tujuan acara sosialisasi ini juga sekaligus menyampaikan program pemerintah kepada masyarakat agar bisa memamfaatkan dan mengelola hutan dengan baik dan benar, karena selama ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya,” kata sigid. Masyarakat diharapkan sadar akan pentingnya merawat serta menjaga hutan. Sebab selama ini banyak potensi hutan yang belum dipahami oleh masyarakat termasuk salah satunya Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). “Manfaat dan potensi hutan itu masih banyak harus kita gali, contohnya dari HHBK yang bisa kita mamfatkan yakni rotan, jereunang, madu dan lain-lainnya, itu juga merupakan hasil hutan selain dari kayu. Intinya kita memberikan pemahaman seperti ini karena selama ini masyarakat hanya mengetahui bahwa hasil hutan itu hanya kayu saja,” jelas Sigid. Menurut Sigid, selain dari kayu, ojek wisata juga merupakan salah satu hasil dari hutan yang bisa memberikan mamfaat bagi masyarakat. Jadi lanjutnya, fungsi dan kegunaan hutan itu selain kayu masih banyak yang lainnya. “Kita akan terus berupaya untuk memberikan edukasi dan pemahaman terhadap masyarakat bahwa mamfaat hutan itu sangat besar, dan kita juga mengingatkan agar hutan terus dijaga dengan baik oleh masyarakat,” katanya. Dirinya berharap agar masyarakat menjaga dan terus melestarikan hutan dengan baik dan benar dengan prinsip hutan lestari masyarakat sejahtera. “Kita berharap kedepan masyarakat bisa terus menjaga dan melestarikan hutan dengan baik dan benar, supaya bisa menghasilkan sumber pendapatan kepada masyarakat itu sendiri,” pungkas SigidWidagdo.

(Red)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Sekolah di Zona Kuning akan Dibuka, DPR Angkat Bicara

Komline, Jakarta– Pada Jumat (8/8/2020), Mendikbud Nadiem Makarim secara resmi mengeluarkan kebijakan yang menyebutkan bahwa …

%d bloggers like this: