Home / Seputar Daerah / KITONG BISA Fasilitasi Pemuda Papua Barat Serap Aspirasi “Merdeka”

KITONG BISA Fasilitasi Pemuda Papua Barat Serap Aspirasi “Merdeka”

Link Banner

Komline, Jakarta – KITONG BISA memfasilitasi Pemuda-Pemudi Papua Barat Menyampaikan Aspirasi “Kemerdekaanya” kepada Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia di Manokwari, (13/3).

“Bapa saya pernah berkata kepada saya waktu kecil: kalo ko mau merdeka, pegang buku, baca, dan belajar keras”, Ujar Siriwai Adrianus Kuwei dengan berapi-api, saat menyampaikan aspirasinya tentang pendekatan pembangunan Papua yang terbaik. Siriwai, yang memimpin organisasi pertukaran Pemuda Antar Negara di Papua Barat ini bermaksud ingin mengemukakan pandangannya bahwa hakikinya, kemerdekaan dari sekelompok masyarakat, tidak terkecuali orang Papua, adalah ketika mereka keluar dari kebodohan, dan ketertinggalan, dan jalan satu-satunya adalah melalui Pendidikan.

Lain halnya dengan Jack Wanggai, partisipan diskusi ini, yang adalah seorang aktifis yang membela hak-hak para Nelayan di Papua Barat, untuk memperoleh kesejahteraan. Beliau menyatakan bahwa pola pendekatan yang dilakukan oleh Pusat selama ini, adalah bahwa Jakarta selalu berpikir, pendekatan pembangunan versi Jakarta yang paling tepat. Seharusnya, pola pembangunan menurutnya, adalah mendengar dari bawah (masyarakat) Papua sendiri, dan membuat program pembangunan yang kontekstual dengan kebutuhan masyarakat asli.

Jack dan Siriwai hanyalah dua orang dari lebih dari 40 Pemuda-pemudi penggerak perubahan dan pembangunan di Papua Barat, yang diundang untuk menghadiri diskusi penyampaian aspirasi mereka bagi memajukan pembangunan di Tanah Papua. Diskusi ini di merupakan kolaborasi organisasi Sosial Pendidikan Kewirausahaan Berbasis Anak Muda Papua: KITONG BISA (www.kitongbisa.com) bersama Deputy 5 Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia KSP menyambangi Papua Barat dalam rangka menciptakan diskusi berkualitas terkait memonitor perkembangan pembangunan di Papua Barat dan mengevaluasi pendekatan kerja pemerintah sejauh ini.

Yulianus Yogi, pemuda asal Paniai yang mengetuai organisasi Kitong Bisa Cabang Manokwari, sekaligus seorang pemimpin organisasi Kemahasiswaan di Universitas Negeri Papua (UNIPA) juga menghadiri acara ini. Bersama Rekan kerjanya di Kitong Bisa Manokwari: Adolof Fonataba, menyampaikan esensi dampak positif acara seperti ini. Menurut Yulianus, penting untuk mempersiapkan generasi muda yang akan melanjutkan estafet pembangunan Papua kedepannya, dalam Ranah NKRI, menggantikan yang sudah senior saat ini. Untuk itu, Pemimpin-pemimpin senior Papua harus mampu berkomitmen untuk mengakader pemimpin yang lebih muda, untuk mengambil tonggak tanggung jawab ini.

Gracia Billy Mambrasar, CEO dari Kitong Bisa, sebuah Lembaga nirlaba yang menyediakan Pendidikan kewirausahaan gratis di Tanah Papua juga menyatakan apreasiasinya atas apa yang telah dikerjakan Pemerintah Pusat untuk membangun Papua sejauh ini. “Bagi saya, Pak Presiden Jokowi dan strateginya untuk mempercepat pembangunan di Tanah Papua telah berjalan dengan baik, dan kolaborasi seperti diskusi ini, yang melibatkan anak muda yang telah bergerak untuk mempercepat proses pembangunan di Tanah Papua, merupakan strategi yang tepat”.

Billy juga mengaminkan pernyataan dari Siriwai tentang hakiki kemerdekaan yaitu pembebasan dari Kebodohan dan Kemiskinan, dan bukan semata-mata dalam makna politis perpecahan sebuah negara. Billy sangat mendorong agar kolaborasi dengan pusat seperti diskusi yang diakukan ini, dapat terus terjadi kedepannya. Tambahnya, diskusi-diskusi seperti ini akan melahirkan banyak sekali ide cemerlang dari anak-anak muda Papua untuk berkarya dan berkontribusi untuk membangun Papua.

Diskusi yang cukup kritis ini ditutup dengan pertanyaan pamungkas dari salah satu pejuang masyarakat asli di sekitar wilayah Industri: Benyamin Inanossa, yang bertanya kepada perwakilan Deputi 5 Kantor Staf Presiden Republik Indonesia. Benyamin memberikan apreasiasi kepada apa yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi di Papua yang telah menunjukkan perubahan yang baik. Benyamin kemudian menutup singkat dengan pertanyaan yang tajam: “mengingat otonomi khusus akan berakhir pada tahun 2021 nanti, apakah yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat, apakah akan diperpanjang atau tidak?”.

Penulis : Ida

(SN)

 

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Bayi Malang Terbungkus Kantong Plastik Hitam Di Desa GunungPaoh Pagaralam

Komline,pagaralam- Bayi malang tak dapat dilepas, Warga Pagaralam dihebohkan dengan penemuan seorang bayi di sebuah siring …