Home / Uncategorized / Komite dan Serikat Mahasiswa Antikorupsi (KOSMIK) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi tersangkakan Adhy Karyono yang diduga terlibat dalam kasus korupsi dana Bansos Covid-19

Komite dan Serikat Mahasiswa Antikorupsi (KOSMIK) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi tersangkakan Adhy Karyono yang diduga terlibat dalam kasus korupsi dana Bansos Covid-19

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Mereka melakukan aksi unjuk rasa depan Gedung Merah Putih KPK RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (9/9/2022).

 

Dalam aksi tersebut mereka membawa spanduk bertuliskan “Selamatkan Jawa Timur dari Koruptor, KPK Segera Tangkap Sekda Jatim Adhy Karyono Terduga Perampok Dana Bansos Covid-19”.

 

Menurut orator, Ali Mudzakir, aksi tersebut merupakasi aksi yang ke empat kalinya dengan tuntan yang sama kepada KPK untuk mentersangkakan Adhy Karyono.

 

Menurut Mudzakir, penanganan kasus korupsi dana Covid-19 belum tuntas karena mantan Karo Perencanaan Kemensos RI Adhy Karyono ikut menerima aliran uang korupsi tersebut namun belum ditersangkakan oleh KPK.

 

“Kami sudah aksi empat kali di sini karena Adhy Karyono sebelum menjadi Sekda Jawa Timur merupakan pejabat Kemensos, saat itu Adhy Karyono menerima duit Rp 550 juta dari kasus korupsi dana Bansos Covid-19 dan sudah dikembalikan ke KPK,” kata Ketua Bidang Aksi & Advokasi Kosmik, Ali Mudzakir dalam orasinya depan KPK.

 

Namun, kata Mudzakir, pengembalian uang hasil korupsi tidak bisa menghapus tindak pidananya. Karena itu, Menurut Mudzakir, KPK harus segera tersangkakan Adhy Karyono sesuai dengan pasal 4 UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

 

“Tidak ada koruptor yang bebas dari jeratan hukum sekalipun sudah mengembalikan uang hasil korupsinya dan itu perintah Undang-undang. Oleh karena itu, KPK harus jalankan amanat UU tersebut,” lanjutnya.

 

Mudzakir menegaskan tidak akan pernah berhenti melakukan aksi sebelum Adhy Karyoni ditangkap. Selain itu, Mudzakir juga mengatakan tidak akan membiarkan orang terduga koruptor memiliki jabatan penting di Provinsi Jawa Timur.

 

“Koruptor itu musuh rakyat dan sampah peradaban, jadi tidak boleh mendapat jabatan penting. Makanya, KPK patut dipertanyakan kenapa belum menangkap Adhy Karyono,” ucapnya.

 

“Selama belum ditangkap, maka dipastikan kami (Kosmik) akan terus melakukan unjuk rasa,” lanjutnya.

 

Lebih lanjut, aktivis kelahiran Jawa Timur itu menyayangkan seorang terduga koruptor dilantik menjadi Sekretaris Daerah Prov. Jatim oleh Gubernur Khofifah.

 

“Kok bisa dilantik jadi Sekda oleh Gubernur Khofifah, ada apa ini?,” terangnya.

 

“Semestinya Ibu Khofifah hati-hati apalagi dalam mas-masa akhir jabatannya sebagai Gubernur. Jangan cemari dengan pengangkatan Sekda yang terduga koruptor,” tutup Mudzakir.

Facebook Comments

Check Also

Relawan Publik Ajak Generasi Muda Meneladani Pengorbanan Dan Perjuangan Bapak Proklamator Bung karno

google.com, pub-5445025501323118, DIRECT, f08c47fec0942fa0Jakarta – Relawan Puan Bersama Wong Cilik (Relawan Publik) melakukan ziarah ke …