Home / Peristiwa / LAHAT MEMANAS : Demonstran Mendatangi Gedung DPRD Mendesak Bupati Lahat Selesaikan Konflik Lahan Parkir

LAHAT MEMANAS : Demonstran Mendatangi Gedung DPRD Mendesak Bupati Lahat Selesaikan Konflik Lahan Parkir

Link Banner

Komline,Lahat- Sengketa lahan parkir yang terjadi di kabupaten Lahat hingga kini tak menemui titik terang. Hal tersebut sebelumnya dipicu lantaran segerombolan orang yang diduga mengatasnamakan atas perintah Cik Ujang hendak menyerobot lahan parkir yang selama ini dikelola oleh Ayeng di depan toko Karya Baru kelurahan pasar baru Kabupaten Lahat, (25/3).

Karena tak kunjung menemui titik terang soal lahan parkir itulah, sejumlah massa demonstran datang meminta pihak pemerintah kabupaten Lahat termasuk bupati kabupaten Lahat CIK UJANG untuk turun tangan menyelesaikan kasus ini.

Puluhan masyarakat massa mendatangi gedung DPRD Kabupaten Lahat, dalam orasi tersebut juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap pemerintah kabupaten  Lahat yang lamban dalam menyelesaikan konflik ini.

“Kami mohon maaf semua jika kurang berkenan karena hanya manusia biasa, tapi hari ini hanya sedikit penyampaian kami butuh makan, butuh hidup butuh sama seperti mereka. masak kecil nya hanya parkir cuma 1000 rupiah tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah, kami butuh makan, kami butuh hidup sama seperti mereka, kalau memang ada peraturan habiskan semua. jangan hanya Ayeng,” kata orator massa yang memimpin jalannya demonstrasi itu.

Para demontran juga meminta keadilan hukum kepada pemerintah daerah Lahat atas konflik ini. mereka meminta hak -hak  mereka sebagai rakyat biasa, mereka juga ingin makan dan hidup layaknya orang biasa tidak terindas hanya karena satu golongan.

“jadi disini sekali lagi, kami mohon maaf karna apa. kami disini manusia biasa bukan hebat dan bukan lain-lain tapi kami disini ingin menuntut hak kami, sama seperti mereka yang ada disana,” ujarnya orator massa itu.

Massa juga mempertanyakan kepada pemerintah kabupaten Lahat soal kasus sengketa Lahan yang dikelola Ayeng tak kunjung selesai. “DPRD yang kami hormati sebagai wakil rakyat tolong kami meminta jawabannya bahwasanya kami disini mempertanyakan mengapa kasus ini tidak bisa diselesaikan, bahkan sampai berlarut-larut ada apa? ini memang persoalan perut, jika mereka tidak makan maka kami tidak makan juga, kenapa harus Ayeng,” kata dia.

Jadi, kata dia kepada para pejabat DPRD kabupaten Lahat untuk menyelesaikan secepatnya masalah ini, Apalagi kata dia, pengelola lahan parkir Ayeng pun akhirnya menjadi korban yang tertindas atas masalah sengketa ini ” mohon untuk didengar saran kami. Karena sampai detik ini saudara kami merasa tertindas, kalau memang benar ada sesuatu hal yang harus di selesaikan semua. Namun kenapa harus ayeng. tolong dengarkan DPRD kabupaten Lahat,” tegas sang orator massa demonstran itu.

Massa juga meminta kepada aparat beserta pejabat pemerintah “Tolong selesaikan perihal yang sekecil ini, tidak mungkin hal sepele, hanya hal sepele, hanya parkir rp. 1000 pintu makan untuk perut. Perlu kami ketahui bahwa Ayeng ini menghidupi keluarganya, menghidupi lingkungannya dan juga beberapa persen uang yang ia dapat menghidupi, mengobati orang sakit. Ayeng juga perlu makan , tolong didengar suara kami.” Tandasnya.

Perlu ketahui bahwa ayeng merupakan Tukang Parkir yang sudah puluhan tahun mencari nafkah di lahan yang merupakan Tanah neneknya dan dirinya pun mengikuti aturan yang sudah di tetapkan pemerintah untuk menyetorkan pajak setiap bulannya, tiba tiba dikagetkan atas aksi dari kelompok yang mengatasnamakan Keluarga dan Tim dari Bupati lahat Cik Ujang dan bahkan perampasan itu mengaitkan unsur dendam atas konflik pilkada 2018.

Dari kejadian itu, Cibeng selaku Kordinator lapangan menyanyangkan permasalahan ini terjadi apa lagi itu menyangkut nama Calon Bupati yang kalah, diketahui merupakan kakak kandung dari Cibeng.

“Sudah hampir 1 bulan, permasalahan penyerobotan lahan parkir kawan/keluarga kami tak ada penyelesaian nya, bagaimana ini, kemana keadialan di kabupaten lahat, kenapa  Sosok Bupati lahat berdiam diri seakan tak mau melihat kami masyarakatnya di tindas oleh Keluarga nya yang menyerobot lahan parkir ayeng.

Ayolah Pak Bupati tolong saudara kamini juga mau makan, kenapa hal sekecil ini bapak seakan tutup mata, apa lagi Dadang yang merupakan keponakan bapak Bupati seakan semena mena merampas hak ayeng dengan menyewa preman dan orang banyak, mengancam ingin membunuh, menculik saudara kami ayeng, ada apa ini pak Bupati, tolong di ingat ayeng ini tidak sendiri karna kami juga punya suku dan pasukan dan kami siap membela diri kami untuk mempertahankan hak saudara kami sampai darah penghabisan,” Urai Bambang Salah satu kordinator Aksi.

Sementara itu ayeng dalam orasi nya menyampaikan bahwa dirinya sangat menyayangkan permasalahan ini belum ada penyelesaian nya seakan Pemimpin dilahat cuma berpihak dengan Keluarga, tapi bukan berpihak dengan masyarakat.

Sedikit dijelaskan ayeng kembali bahwa, Lahan tempat dimana ayeng mencari rezeki, dahulu nya merupakan tanah nenek moyang nya yang dihibahkan kepada pemerintah untuk kemajuan kabupaten lahat tanpa ada ganti rugi dengan harapan kedepan anak cucu dari H. Husin Hasan yang merupakan nenek moyang dari Ayeng bisa mencari rezeki.

“Bagaimana ini, ada apa ini, kenapa dak ado penyelesaiannya, tolong pak kamini nak makan jugo dan perlu diketahui bahwa rezeki dari parkiran ini merupakan suatu pendukung dana menolong orang yang tak mampu untuk berobat karna kami ada program sosial yang saya jalankan dari dulu.

Sudah hampir 1 bulan permasalahan ini idak tuntas tuntas padahal kami la bersabar, tapi bersabar aku ada batasnya pak karna aku manusia, kami nak makan pak bupati”. Kata ayeng.

Sementara itu Cibeng Ketua Korlap dalam orasinya menyampaikan bahwa apa yang sudah dilakukan dadang mengatasnamakan keluarga Bupati, yang dianggap nya sudah membawa bawa dendam pilkada 2018 dengan cara menyerobot lahan parkir ayeng yang dipastikan masalah ini akan menjadi konflik horizontal dimana akan menjadikan kabupaten lahat tempat pertumpahan darah.

“Dimana letak demokrasimu wahai pemimpin kabupaten lahat, ada apa ini, apakah bapak tidak tahu bahwa masalah ini akan melebar yang akan membuat lahat tidak aman dan akan terjadi konflik horizontal. Ingat, kami tak akan diam pak bupati dimana keluarga kami di sakiti apa lagi ini menyangkut dendam pilkada 2018 yang di perankan oleh keponakan mu untuk menyerobot lahan parkir milik Ayeng.

“Pak Bupati, perlu kami jelaskan bahwa (lanjut dia), Kakak saya sudah legowo dengan terpilihnya anda sebagai bupati walau itu nyata nyata anda sudah berbuat curang, tapi kenapa anda masih menaruh dendam dengan kam,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan kepada penyerobot lahan parkir yang dikelola Ayeng untuk segera dikembalikan.

“kami bisa melawan apabila kami tertidas karna kami juga punya suku dan pasukan, apakah mungkin lahat akan menjadi kabupaten yang tak aman. Sekali lagi, kembalikan lahan parkir yang sudah diserobot keluarga anda kepada ayeng, kembali saya sampaikan, permasalahan ini menurut saya sangatla kecil tapi ini bisa menjadi besar karna permasalahan ini menurut pengakuan dari keponakan anda dan Dinas terkait beberapa waktu yang lalu, penyerobatan ini dampak dendam pilkada 2018,” ujarnya.

Kami sudah terlalu bersabar, kemarin kami sudah diajak Kapolres untuk mediasi yang dihadiri Kepala Dishub dan pihak dadang, namun sampai saat ini tidak ada keputusan seakan keputusan ini berpihak ke Keluarga Bupati Lahat”. Pungkasnya.

Pantauan awak media, para ujuk rasa langsung diterima oleh Ketua DPRD lahat beserta Wakil Ketua DPRD Lahat.

BACA JUGA: 

Nyaris Bentrok, Segerombolan Orang Ingin Berusaha Merebut Lahan parkir Di Area Pasar Kab. Lahat 

Nyaris Adu Jotos, Klaim Atas Perintah Bupati Lahat Pengelola Parkir Baru Serobot Lahan Parkir Pengelola Lama Di Toko Karya Baru

(SN)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Sejumlah Security Dukung Kinerja TNI-Polri

Komline,Jakarta- Demi menjaga kestabilitas sosial dan keamanan sejumlah tokoh masyarakat ,tokoh agama di wilayah Jakarta …

%d bloggers like this: