Home / Berita Tokoh / Mabes Polri Diminta Bekerja Cepat & Profesional Dalam Kasus Dugaan Ijasah Palsu Bupati Lahat Sumatera Selatan

Mabes Polri Diminta Bekerja Cepat & Profesional Dalam Kasus Dugaan Ijasah Palsu Bupati Lahat Sumatera Selatan

Link Banner

komline, Jakarta– Masyarakat Lahat dan seluruh Indonesia dibuat bertanya-tanya terhadap penegakan hukum dinegeri ini , yang berjalan lambat dan terkesan tidak bekerja .

Maret 2019 kasus dugaan ijasah palsu bupati lahat Sumatera Selatan telah dilaporkan Olen Forum Nasional Jurnalis Indonesia Ke Mabes Polri untuk segera diusut tuntas yang mana diduga sang kepala daerah terlibat dalam praktek jual beli ijasah di kampus swasta kota Palembang .

Proses pendapatan gelar sarjana Cik ujang dipertanyakkan yang mana tercatat sebagai mahasiswa reguler pada 2009 dan lulus 2013 , 7 semester dalam waktu 3,5 tahun yang mana tahun 2009 Cik ujang aktif sebagai anggota DPRD Kab.Lahat dengan jarak tempuh lahat – Palembang jalur darat bisa memakan waktu 6 jam .

Dalam konferensi pers Kualisi mahasiswa & pemuda peduli integritas kampus mengungkap bahwa hasil kemenristek Dikti ke kampus tidak menemukan bukti fisik skripsi atau pun absensi mahasiswa , serta ditambah lagi terdapat kejanggalan lainnya yang masih banyak belum dibuka ke publik .

Pada tahun 2016 salah 1 anggota DPRD kab.Empat Lawang telah terbukti dan bersalah dengan kasus ijasah palsu di universitas yang sama dengan bupati lahat Cik Ujang , bahkan mulyono bersama teman-teman lainnya dengan mudah mendapakan ijasah Sarjana Hukum , akankah dugaan ijasah palsu Cik Ujang dapat diungkap oleh Mabes Polri .

Berbagai komentar pedas menyerang penegak hukum , khusus nya mabes polri yang terbilang lambat mengusut kasus ini , yang mana public berharap mabes polri dapat bekerja cepat & profesional tanpa pandang bulu dalam mengungkap kasus kejahatan dinegeri ini .

Dalam akun deby memberikan komentar Aduuuuhhhh… Ini bisa bikin kita yang sarjana beneran dengan akreditas yg resmi tersingkirkan, iyo kalau yang  uda punya jabatan dan kerjaan yang mapan.. La kito yg nak gaweh bae susah, dio malah beli gelar buat profesi . Kalo berita ini bener usut secepatnya ,jangan ada pemalsuan aksebilitas dan akreditas yg menurunkan norma dan nilai pendidikan , mabes polri mana ya ?

Kini masyarakat Indonesia menunggu kerja dari Mabes polri dalam mengungkap Kejahatan besar di dunia pendidikan tanah air kita tampa pandang bulu , siapa pun yang melakukan kejahatan maka siap untuk mempertanggung jawabkan .

 

(Susnita)

 

 

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

GPMK Tolak Keras Hasil Revisi UU KPK

Komline– Gerakan Pemuda Melawan Korupsi (GPMK) Yogyakarta menolak dengan tegas pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi …

%d bloggers like this: