Home / Berita Tokoh / Mahasiswa Pascasarjana UNAS Kecewa Dunia Pendidikan Tercoreng, Bupati Lahat lulus 3,5 Tahun Tidak Masuk Akal.

Mahasiswa Pascasarjana UNAS Kecewa Dunia Pendidikan Tercoreng, Bupati Lahat lulus 3,5 Tahun Tidak Masuk Akal.

Link Banner

 

Komline,Jakarta– Sarjan Mahasiswa Pascasarjana Unas (universitas Nasional) jakarta. Dalam menanggapi adanya pejabat publik di wilayah Sumatera Selatan tepatnya di Kabupaten Lahat yang mengunakan proses perkuliahan yang tidak benar, akan tetapi beliau dapat mendapatkan ijazah sarjana yang biasanya harus di dapatkan secara jalur perkuliahan yang benar akan tetapi pejabat publik ini mendapatkan dengan cara-cara yang tidak di benarkan sebagaimana mestinya.

Jadi Begini menurut sarjan sendiri, kalau secara akademik di sisi lain saya juga menyalahkan perguruan Tinggi Swasta (PTS) tersebut dengan telah mengeluarkan ijazah Cik Ujang. karena kalau secara akademis tidak masuk akal apa lagi bupati lahat ini pada saat memasuki proses perkuliahan di Universitas Sjakhyakirti beliau menjadi DPRD Kabupaten Lahat Tahun 2009-2014 tercatat menjadi mahasiswa reguler pejabat seperti ini mana mungkin ada waktunya buat kuliah normal seperti mahasiswa lainnya, apa lagi ini selesai 3,5 tahun kan benar-benar tidak masuk akal mana lagi jarak yang di tempuh dari lahat ke palembang 240 Km kurang lebih 5 jam dalam satu kali perjalanan.

Menurut sarjan orang yang sering masuk setiap hari dan mengerjakan tugas setiap hari belum tentu bisa selesai secepat itu, memang iya semua org bisa selesai 3,5 tahun, tapi itu kan kebanyakan mahasiswa aktif di akademisi yg bisa selesai 3,5 tahun, jadi disini tidak masuk akal seorang pejabat aktif bisa selesai 3,5 tahun.

Saya sudah banyak melihat pemberitaan yang ada ternyata Sudah banyak investigasi gerakan Koalisi Mahasiswa Pemuda Peduli Integritas Kampus (KAMPAK) yang sudah saya lihat, melihat dari fakta di lapangan bahwasannya.

Pertama, tim Kemenristekdikti tidak menemukan bukti fisik tugas akhir (skripsi) mahasiswa atas nama Cik Ujang.

Kedua, tidak ditemukan absensi mahasiswa atas nama Cik Ujang. Padahal, yang bersangkutan diketahui mengaku kuliah reguler selama 3,5 tahun dan menyandang gelar sarjana hukum (SH).

Ketiga, nomor seri ijazah dalam database Kemenristekdikti yang semula tertulis 000, diubah oleh pihak kampus atas persetujuan Rektor di depan penyidik Bareskrim Polri saat penyelidikan kasus ini dengan membuat berita acara perubahan nomor seri ijazah tertanggal 4 April 2019 lalu.

(Cik Ujang )

Melihat dari berbagai kenjanggalan ini, disatu sisi saya benar-benar menyayangkan sebagai Mahasiswa Yang sendang menempuh pendidikan di Pascasarjana Universitas nasional integritas Kemenristek dikti di pertayakan dalam proses ini norma-norma perkuliahan yang tidak benar seperti ini tidak bisa di pandang sebelah mata.

1-  Ijazah palsu adalah ijazah yang dikeluarkan perorangan atau lembaga yang tidak berizin sebagai perguruan tinggi.

2- ijazah asli tapi palsu (aspal)* adalah ijazah yang dikeluarkan perguruan tinggi resmi. Tetapi, mahasiswanya tidak menjalani aturan perkuliahan sesuai ketentuan.

Seharusnya dalam proses yang sudah ada harus ada tindakan tegas agar tidak merugikan banyak orang kedepannya, Kemenristekdikti harus bertindak tegas agar dunia pendidikan saat ini tidak tercoreng dengan adanya praktek jual ijazah palsu ini apa lagi diduga pejabat publik menggunakan Ijazah Palsu dalam proses pencalonan sebagai pemerintahan di kabupaten lahat hal ini benar-benar tidak baik untuk keberlangsungan penerus bangsa kedepan, menurut imbuhnya .

 

(Rama)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Total 14.400 Liter Air Bersih Telah Disalurkan KAMMI Lahat

Lahat – Organisasi kemahasiswaan Kabupaten Lahat KAMMI telah menyalurkan 14.400 air bersih kepada masyarakat Kabupaten …

%d bloggers like this: