Home / Berita Tokoh / Mega Proyek Kramasan, Ketua DPD IMM Nilai Gubernur Sumatera Selatan Tak Peduli Penderitaan Masyarakat

Mega Proyek Kramasan, Ketua DPD IMM Nilai Gubernur Sumatera Selatan Tak Peduli Penderitaan Masyarakat

Komline, Palembang-Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru Seakan Tak Peduli Penderitaan Masyarkat. Demikian ditegaskan Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muahmmadiyah (IMM) Sumatera Selatan (Sumsel) IMMawan Muhammad Iqbal ke jurnalis Komline, Senin (16/02/2020).

Pasalnya, Sambung Iqbal. Menyoroti mega proyek Site Develotment Kawasan Baru Terpadu Kramasan kota Palembang yang dilaksanakan pemerintah provinsi Sumatera Selatan. Mega proyek tersebut menelan anggaran APBD Sumatera Selatan tahun 2020 sebesar Rp.166.087.200.000,00,- kami menilai tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Sumatera Selatan hari ini.

Merujuk surat keputusan bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor: 119/2813/SJ & 177/KMK.07/2020 tentang percepatan penyesuaian APBD Tahun 2020 dalam rangka penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19), Serta pengamanan daya beli masyarakat dan perekonomian nasional,
Dalam surat keputusan bersama dua menteri diantara lain meminta kepala daerah untuk segera melakukan rasionalisasi belanja modal sekurang-kurangnya sebesar 50% dengan mengurangi anggaran belanja, terutama untuk pembangunan gedung baru; dan/atau, pembangunan infrastuktur lainnya yang masih memungkinkan untuk ditunda.

Disisi lain anggaran yang di sahkan oleh Eksekutif dan Legislatif dari Pendapatan Belanja Daerah sumatera selatan tahun 2020 (APBD Sumsel thn. 2020) terkesan dipaksakan dan terburu-buru, Yang hemat kami seharusnya dimanfaatkan untuk perbaikan ekonomi masyarakat melalui bina UMKM dan fokus pemerintah dalam penanganan pandemi covid-19. Bahkan lebih mirisnya lagi disaat pemerintah daerah kabupaten/kota fokus anggaran untuk refocusing anggaran untuk penanganan pandemi covid-19 dan peningkatan UMKM, Gubernur Sumsel malah mementingkan anggaran untuk mega proyek tersebut

Rencana pemerintah Sumatera Selatan dalam pembangunan Mega Proyek di kawasan Kramasan kecamatan Kertapati kota Palembang wajib di batalkan dengan dasar pertimbangan pemindahan gedung perkantoran terpadu satu pintu tidak masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan tidak melalui kajian akademis yang mendalam terkait rancangan pembangunan mega proyek tersebut.

“Seharusnya gubernur Sumatera Selatan disisa masa jabatannya fokus menyelesaikan pesoalan di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian serta memperkuat sektor UMKM yang sedang terpuruk dimasa pandemi covid-19. Bukan justru mengalokasikan APBD untuk pembangunan Mega Proyek yang terindikasi hanya menunguntungkan Para Elit di Sumatera Selatan.” ucap Iqbal.

Dalam penilaian kami selama tiga tahun terakhir gubernur sumatera selatan minim gagasan dan kebijakannya belum mampu memberikan solusi terhadap segudang persoalan yang ada di Sumatera Selatan.” tutupnya.

Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Soroti Penampungan Minyak Ilegal, Yulian Gunhar Berharap Pemangku Kebijakan Bisa Lebih Agresif untuk Menindak Oknum

Komline, Jakarta- Kebakaran hebat yang melahap habis 11 rumah, 3 mobil dan 2 motor warga, …

%d bloggers like this: