Home / Artis / Memalsukan Ijazah, Pelawak Nurul Qomar Resmi Dipenjara

Memalsukan Ijazah, Pelawak Nurul Qomar Resmi Dipenjara

Komline, Jakarta– Pelawak Nurul Qomar akhirnya ditahan atas dugaan pemalsuan Surat Keterangan Lulus (SKL) program S2 dan S3. Proses penahanannya dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes pada 19 Agustus 2020, kemarin.

Sebelum ditangkap, pihak Nurul Qomar sempat mengajukan banding, “Kami menghormati putusan hakim. Akan tetapi, kami tidak sependapat dengan putusan hakim tersebut sehingga mengajukan banding,” ujarnya.

Diketahui bahwa Nurul Qomar sempat menjelaskan mengenai jenjang pendidikannya, “Kita urutkan ya biar runut, 2011 ketika saya masih di DPR RI Senayan, saya lulus program S2 Magister Manajemen di Universitas Krisna Dwipayana. Kemudian di 2013 saya masih di DPR daftar di Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta S3, doktoral,” jelas Nurul Qomar di Universitas Asyafiah, Jatiwaringin Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat (30/6/2019).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, “Saya mahasiswa aktif. Nomer registrasi mahasiswanya juga masih aktif di Kemenristek Dikti dan UNJ di Jakarta,”

Namun faktanya, Nurul Qomar dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 263 ayat 2 Tentang Pemalsuan Surat.

Kejari mengeksekusi Nurul Qomar setelah Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan dalam perkara pemalsuan Surat Keterangan Lulus (SKL). Penahanan tersebut juga dikonfirmasi oleh kuasa hukum Nurul Qomar. “Iya betul (Nurul Qomar ditahan),” ujar kuasa hukum Nurul Qomar, Furqon Nur Zaman.

Furqon sendiri menyebutkan jika Nurul Qomar tiba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Brebes pada pukul 18.00 WIB. Tak sendiri, Nurul Qomar tiba bersama dengan tim Kejari Brebes.

Nurul Qomar divonis 1 tahun 5 bulan penjara oleh majelis hakim dalam sidang putusan atas kasus dugaan pemalsuan dokumen Surat Keterangan Lulus (SKL) program S2 dan S3, di Pengadilan Negeri (PN) Brebes, Jawa Tengah, 11 November 2019.

Vonis 1 tahun 5 bulan yang dijatuhkan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Sri Sulastuti ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu 3 tahun penjara. (kaem)

 

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Kasus Suap Garuda Indonesia, KPK Akan Bantu Pihak SFO

Komline, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bakal ikut membantu Kantor Tindak Penipuan Tingkat Tinggi …

%d bloggers like this: