Home / Peristiwa / Menegangkan Ibu Berjuang Melahirkan Bayi Sendirian Di Tanah Lapang

Menegangkan Ibu Berjuang Melahirkan Bayi Sendirian Di Tanah Lapang

Link Banner

Komline,Jakarta– Masyarakat di sepuratan Mengwitani, Badung Bali dikagetkan dengan peristiwa seorang ibu yang akan melahirkan di tanah lapang, tepatnya di depan SMK Mengwitani, pada sabtu (11/5/2019) malam.

Wanita yang diketahui bernama Karina Lisiana (35) tersebut mengaku tidak punya biaya dan sudah tidak tahan dengan rasa sakitnya karena akan melahirkan. Dia akan melahirkan di tanah lapang dengan hanya disaksikan anak laki-lakinya yang masih berusia 4 tahun.

Atas laporan masyarakat, Iptu I Made Sujana Kanit Laka Polres Badung bersama enam anggotanya memberikan bantuan dengan menghubungi ambulans dan mempersiapkan pakaian serta alas untuk melahirkan.

Baca Juga: Subhanallah Vidio Polisi Bantu Evakuasi Ibu Melahirkan di Tol Cipali

Polisi kemudian memberikan pertolongan kepada ibu tersebut dan membawanya ke Puskesmas Mengwitani, sekitar pukul 17.30 Wita. “Ini kemanusiaan dan ini pula tugas kami selaku pengayom masyarakat. Terima kasih saya ucapkan kepada masyarakat yang telah memberikan informasi, sehingga bayi dan ibunya dapat kita selamatkan,” ungkap Iptu Sujana.

Dilansir dari nusabali.com Kanit Laka Polres Badung, Iptu I Made Sujana, memaparkan saat ibu tersebut ditemukan, ia sudah tergolek hendak melahirkan di tanah lapang depan SMK Pariwisata Mengwitani, Sabtu sore pukul 17.50 Wita.

Namun dengan sigap, Polres Badung kemudian membawa ibu dan bayi dirujuk ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada. Kepala Bidang Pelayanan RSD Mangusada Kabupaten Badung, dr Made Nurija, yang ditemui Senin (13/5/2019) mengatakan kondisi Karina berangsur-angsur membaik setelah melahirkan bayi perempuan secara prematur.

“Pasien masih mengalami perawatan intensif. Bahkan belum bisa diajak berbicara banyak, karena mengalami pendarahan yang cukup serius,” jelasnya.

ia melahirkan di usia kandungan 7 bulan dengan berat bayi 1,9 kg. “Bayinya yang berjenis kelamin perempuan juga masih mengalamai perawatan. Bahkan anaknya yang baru lahir juga masih kami rawat karena lahir prematur,” ungkapnya.

Baca Juga: PSSI Berduka Isti Kiper Klub Persebaya Meninggal Usai Melahirkan

Secara umum, kata dr Nurija, kondisi sang ibu dan bayinya cukup baik. “Saat ini, kondisi ibunya sudah mulai membaik. Sebelumnya, yang bersangkutan banyak kekurangan darah. Sedangkan bayinya yang masih dirawat di Ruang Intensif Bayi (NICU), juga dalam kondisi baik,” terang dr Nurija, Minggu kemarin, (15/5/2019).

Menurut dr Nurija, pihak rumah sakit kesulitan mengorek informasi secara detail. Selain itu, hingga kini belum ada pihak keluarga yang membesuk. “Belum ada keluarga yang datang. Dibilang orang tuanya sudah meninggal,” ungkapnya.

Terkait biaya persalinan, pihak rumah sakit masih berkoordinasi dengan instansi terkait yaitu Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. “Ada program Jampersal (Jaminan Persalinan) dari kementerian. Tapi kendalanya alamat di sini atau alamat sementara kita belum dapat sampai sekarang. Bahkan pihak kepolisian pun belum mengetahui juga,” ungkap dr Nurija.

Meski belum diketahui identitasnya, pihak rumah sakit tetap melakukan tugas sesuai dengan fungsinya, yaitu memberikan pertolongan dan perawatan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga:

Sementara itu anak laki-laki yang bersama Karina Lisiana, saat ini masih dirawat aparat kepolisian di Unit Lakalantas, Satlantas Polres Badung. Anggota polisi selama 24 jam bergantian menjaga sesuai dengan piket anggota.

Kanit Laka Polres Badung Iptu I Made Sujana yang di temui di Polres Badung mengaku anak laki-laki yang diperkirakan berusia 4 tahun itu tidak rewel dan mendapatkan banyak perhatian dari anggota polisi. “Ada yang memberikan makanan, pakaian, dan ada yang memandikan anak tersebut,” jelasnya.

Namun pihaknya mengaku kesulitan berkomunikasi dengan anak tersebut menggunakan bahasa Indonesia, karena anak laki-laki itu hanya mengerti bahasa Sunda. “Saat ditanya namanya pun, anak itu mengaku tidak punya nama. Jadi kami masih melakukan penyelidikan terkait tempat tinggal ibu dan anak ini,” tambahnya.

Iptu I Made Sujana juga mengatakan, anak laki-laki tersebut hanya sekali mencari ibunya saat terbangun tidur. Tapi saat diberi tahu jika ibunya di rawat di rumah sakit, dia tidur lagi. “Saya heran kalau siang dia tidur saja. Nanti sore sekitar jam 5 atau 6 ia bangun hingga larut malam. Kalau masalah makan sih gampang. Anak seusianya kan biasanya disuapin, namun ini tidak. Dia makan sendiri,” terang Sujana lagi.

Dengan alasan memudahkan untuk memanggil bocah, jajaran Unit Laka Satlantas Polres Badung sepakat memanggilnya dengan sebutan Putu Zebra. “Karena dibilang tidak punya nama, di sini lah kami untuk sementara memanggil Putu Zebra. Mungkin yang tidak berkenan kami mohon maaf. Ini supaya kami gampang memanggilnya,” jelasnya.

Baca Juga: Merinding Tonton Video Perjuangan Ibu Melahirkan Bayi Sambil Berdiri

Berbagai Sumber

(SN)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Bulan Puasa Kafe Remang-Remang Di OKU Ditutup Warga

Komline,OKU-Sebuah kafe remang-remang di Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, ditutup …

%d bloggers like this: