Home / Seputar Daerah / Meskipun Tiket Masuk Taman Bunga Baturaja 10 Ribu, Diduga Belum Kantongi Izin Dari Dinas Terkait

Meskipun Tiket Masuk Taman Bunga Baturaja 10 Ribu, Diduga Belum Kantongi Izin Dari Dinas Terkait

Link Banner Link Banner

Komline, Ogan Komering Ulu (OKU) – Warga OKU dan sekitarnya bisa dikatakan cukup senang dengan kehadiran objek wisata Taman Bunga yang berada di Kemiling, Kecamatan Baturaja Timur. Sebuah tempat wisata keluarga di alam terbuka yang dapat dinikmati dalam mengisi waktu senggang atau liburan.

Meskipun baru beberapa bulan saja usaha yang dijadikan oleh pemiliknya ini sebagai tempat destinasi wisata berupa taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga, ditambah lagi adanya beberapa wahana permainan bagi anak-anak yang terletak diatas lahan kurang dari 1 hektar ini, sudah cukup ramai didatangi masyarakat untuk berwisata.

Namun disayangkan sekali tempat wisata yang masih sangat dibutuhkan oleh warga lokal OKU ini, justru kesulitan dinikmati warga lantaran biaya masuk sebesar Rp.10.000 (sepuluh ribu) pertiket tersebut dirasakan masih terlalu mahal bagi warga umumnya. Prihal tersebut, diduga tidak memiliki izin dari pemerintah setempat melalui Dinas terkait. Ini juga yang menjadi tanda tanya bagi pengunjung yang datang.

” Saya dan keluarga awalnya berniat masuk ke dalam taman bunga, namun tidak jadi masuk saat mengetahui harga tiketnya Rp. 10.000,- perorang. Bagi kami yang hanya berpenghasilan pas-pasan tapi ingin sekali berwisata alam yang tidak jauh dari rumah supaya terjangkau oleh isi dompet, tentu jadi terkendala oleh besaran tarif tiket masuk, ditambah lagi kami agak khawatir apabila didalam nanti dimintai lagi biaya saat ingin menikmati wahana yang ada “, ujar salah satu warga yang batal masuk ke Taman Bunga dan tak mau disebutkan namanya

Hal tersebut diakui Topan, selaku pengurus Taman Bunga, saat dikonfirmasi awalnya mengatakan jika taman yang sedang dikelolanya tersebut sudah memiliki izin. ” Izin kita semuanya sudah lengkap ,” jawabnya saat ditanyakan, pada Senin (10/09/18).

Namun saat ditanya izin apa sajakah yang sudah ada?, ia terlihat bingung dan berkilah jika sebagai bawahan semua ada pada bosnya (sipemilik).

“ Semua izin sedang diproses dan ada pada bos, saya juga baru disini jadi semua urusan ada pada bos. Namun pada intinya begini, biasanya izin akan keluar minimal setelah 6 bulan berjalan. Setelah ada isu tentang ada usaha ini barulah ada perizinan masuk, berhubung kita baru berjalan 2 bulan jadi belum ada izin, tapi soal izin suatu saat pasti kita urus,” ungkap Topan.

Topan kembali menuturkan, meski usaha yang sedang diurusnya telah memasang tarif tiket masuk Rp.10.000 perorang tersebut belum memiliki izin, tetapi dari Dinas Kesehatan sudah ada yang datang.
” Dari Dinas Kesehatan sudah masuk, kita sudah ngobrol dan lapor ,” ungkapnya.

Menyikapi hal itu, Yosar salah seorang tokoh pemuda di Baturaja menyesalkan adanya sebuah tempat usaha wisata/liburan yang sudah beroperasi dengan memungut biaya tiket masuk meski belum memiliki izin.

“ Alasan penarikan retribusi ini disebabkan hanya satu, apabila wisata taman bunga sudah berizin. Seharusnya untuk prosedur perizinan pembuatan harusnya dari Dinas Perizinan, kemudian ke pihak Tata Ruang. Untuk membuka destinasi wisata seperti taman bunga komersil yang sudah menarik karcis memiliki aturan dan kesiapan. Sebagaimana lalu lintas, keamanan dan kenyamanannya, kalau terjadi apa-apa bagaimana nanti ,” ujarnya.

Ditambahkan Yosar, “ Kemudian dengan adanya tarif tiket masuk dari pengunjung yang datang, tentu diharapkan bisa memberikan pemasukan untuk daerah. Dengan mengurus izin ada pemasukan melalui PAD ke daerah “, demikian pungkas Yosar memaparkan.
(Hend/As)

Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

GRPK Lahat Tolak Angkutan Batubara Diberi Dispensasi Lewat Jalan Umum

Komline, Lahat- Forum Gerakan Rakyat Peduli Keadilan (GRPK) Lahat menggelar aksi demo di depan kantor …