Home / Berita Tokoh / Money Politik Adalah Bentuk Kepanikan Dan Ciri Calon Bupati Rakus Kekuasaan

Money Politik Adalah Bentuk Kepanikan Dan Ciri Calon Bupati Rakus Kekuasaan

Link Banner

Komline,- Kemarin dan hari ini diperoleh informasi, baik melalui pesan SMS, WhatsApp, telephone, pesan medsos bahkan datang langsung melaporkan bahwa saat ini tengah berlangsung bagi-bagi kain sarung dan sejenisnya dan juga pengumpulan KTP, dimana khusus KTP katanya pada menjelang mendekat hari “H” Pemungutan suara Pilkada Lahat akan diberi sejumlah uang untuk memilih calon Bupati tertentu. Sangat jelas bahwa semua aturan perundangan undangan dan turunannya baik itu Pemilu maupun Pilkada sangat melarang adanya perbuatan money Politik, tapi hal ini tetap dilakukan.

Ada dua hal, penyebab utama Money Politik terjadi, yaitu haus dan rakus kekuasaan dibarengi oleh kepanikan tidak percaya diri atas visi misi dan program kerja yang di Kampanyekan Bursah Zarnubi salah satu calon Bupati Lahat, sejak dari awal telah berkomitmen bahwa dirinya tidak akan melakukan Money politik, pencalonan dirinya menjadi Bupati Lahat murni karena panggilan nalurinya untuk membangun tanah kelahirannya dengan visi misi Menata Kota Membangun Desa. Bursah Zarnubi ingin membangun demokrasi di kabupaten dengan tidak dinodai dengan politik jual beli suara. Selama ini Bursah Zarnubi, melakukan kampanye dan sosialisasi Rencana Program Kerjanya apabila terpilih menjadi Bupati dengan mengikuti norma dan kaidah aturan kampanye.

Sangat mudah bagi seorang Bursah Zarnubi, kalau dirinya ingin melakukan politik jual beli suara, dari seluruh calon bupati Lahat, Bursah Zarnubi adalah calon terkaya versi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan laporan kekayaan Rp. 37.217.219.075,-

Harta Kekayaan 5 pasangan calon bupati Lahat (Sumber KPK), adalah:

(1)Bursah Zarnubi Rp. 37.217.219.075,-

(2) Cik Ujang Rp. 7.773.487.020,-

(3)Rozi Ardiansyah Rp. 3.153.000.000,-

(4)Haryanto Rp. 2.176.172.145,-

(5)Nopran Marjani Rp. 2.034.981.653,-

(6)Erlansyah Rp. 1.149.933.503,-

(7)Herliansyah Rp. 1.050.000.000,-

(8)Hapit Padli Rp. 778.250.016,-

(9)Purnawarman Rp. 685.186.532,-

(10)Parhan Berza Rp. 214.629.038,-

Pertanyaannya, mengapa Bursah Zarnubi, tidak melakukan politik jual beli suara yang dikenal dengan money politik itu?. Karena Bursah Zarnubi ingin memberikan pendidikan politik bagi Generasi dibawahnya, bahwa Money Politik adalah akar dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Dan apabila money politik disuburkan dan atau dilakukan oleh Bursah Zarnubi, maka label pada dirinya sebagai pejuang demokrasi ditingkat nasional, akan tercoreng dan akan dicap sebagai pengkhianat penegakan demokrasi di Indonesia.

Dipilkada Lahat, dari 3 Lembaga Survei yang melakukan survei pada bulan April dan Mei 2018 undecided voters sudah dibawah 5% itu artinya pemilih yang bisa diperebutkan hanya tinggal sedikit, bisa saja mereka justru tidak berpartisipasi dalam pilkada. Sekalipun diperebutkan tidak akan dapat mengejar elektabilitas pasangan Bursah Zarnubi dan Parhan Berza.

Dan injury time, sudah menjadi pakem dalam dunia survei bahwa 30 hari menjelang pemilihan, selisih presentase cenderung masih dapat dikejar pada kisaran selisih angka 10%, itupun kalau lawan adalah incumbent, kalau bukan incumbent hanya gempa politik yang dapat menyusulnya. Bursah Zarnubi itu bukan incumbent. Dahsyatnya Bursah Zarnubi semakin mendekati pilkada 27 Juni sosialisasi dan kampanyenya bergerak semakin masif, dan sistematis.

Di selisih survei 15%menjelang 30 hari pilkada, apapun jenis gempa politik nya baik berupa money politik bagi kain sarung bagi-bagi uang, kita tidak akan dapat mengejar laju ketertinggalan selisih persentase, untuk itu money politik tak akan menyelesaikan masalah.

Apalagi di Lahat juga sudah teropini, “ambil uangnya jangan pilih orangnya,” Selain itu kultur budaya pemilih masyarakat Lahat cenderung pemilih irasional karena faktor ikatan familiar/pertemanan (betungguan). Endurance atau ketahanan tubuh dalam profil politik Bursah Zarnubi masih sangat kuat hingga tanggal 27 juni 2018 mendatang, kekuatan pasangan Bursah Zarnubi dalam hal logistik, mesin penggerak suara, media kampanye jaringan masyarakat dan harapan rakyat untuk terjadinya perubahan di Lahat menjadi kekuatan yang sangat sulit untuk ditandingi lawan-lawannya.

Kembali kepada calon bupati Lahat yang saat ini, sedang giatnya membagikan kain sarung dan sejenisnya serta yang sedang mengumpulkan KTP guna diganti dengan sejumlah uang, itu adalah bentuk kerakusan akan kekuasaan dan kepanikan atas program kerja yang ditawarkannya tidak menarik minat masyarakat untuk memilih dirinya.

Hentikan money politik, masih ada hari lain setelah pilkada Lahat, ber-money politik di injury time diselisih survei diatas 15%, ibarat membuang barang dilaut, money politik akan sia-sia, jangankan mencuri hati pemilih yang sudah jatuh cinta pada calon bupati lain, merebut undecided voters saja sudah tak bisa lagi.

Bursah Zarnubi selalu berpesan “Jangan pernah bermimpi kabupaten Lahat bebas korupsi, jika kita sebagai rakyat, Hak suaranya masih bisa dibeli”.

Penulis : Bakrun Satia Darma

Lahat Kata Kita

(sn)

Link Banner Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

DR drh Rotua Wendeilyna, MSi caleg Perindo geram dengan oknum pencabutan APK di wilayahnya

Komline-Jakarta.DR drh Rotua Wendeilyna, MSi menyayangkan aksi perusakan APK (stiker caleg) di blok D 1 …