Home / Berita Tokoh / Nenek Sutinem Tetap Ceria Diusia Senja, Walau Berjuang Penuhi Kebutuhan Hidup Keluarga

Nenek Sutinem Tetap Ceria Diusia Senja, Walau Berjuang Penuhi Kebutuhan Hidup Keluarga

Link Banner Link Banner

Komline, Jakarta- berprofesi sebagai seorang tukang sapu tak lantas membuat dirinya selalu mengeluh. Ia tumbuhkan jiwa dengan kesabaran, keuletan, semangat, terua menebar keceriaan dalam bekerja hari demi hari, meski berjuang mencari rezeki untuk mencukupi perekonomian keluarga.

Tetap ia lakukan meski usianya kini telah senja. Tidak seperti nenek-nenek yang pada umumnya. Yang dimasa tua menikmati hidup bersama anak dan cucunya.

Hal itulah yang membuat ia berbeda. Kami mengenalnya Ibu Sutinem, usianya sudah 60 tahun, ia berprofesi sebagai tukang sapu di wilayah pantai Indah kapuk, Jakarta Utara tepatnya di ruko Crwon Golf Blok D.

Dia mengungkapkan, pekerjaannya menjadi tukang sapu satu harinya menghasilkan upah Rp. 50 ribu. Meski begitu, ia tak lantas hilang semangat menjalani hidup di Ibu Kota Jakarta.

Meski Ibu Sutinem bekerja hanya sebagai seorang tukang sapu, namun itu adalah bagian dari niatan baiknya membantu sang suami yang ia cintai.

Hal itu dia ungkapkan dengan aktivitas biasa yang dia lakukan sehari-hari, adalah pada Jam 4 pagi ia harus sudah bangun dan menyiapkan sarapan suami nya. Pada jam 5 subuh ia sudah berangkat bekerja.

Di berkata, bahwa suaminya sudah berusia 70 tahun. Bekerja sebagai Kuli Bangunan, namun jarang ada panggilan.

“Suami usia 70 tahun, bekerjanya sebagai Kuli Bangunan. Tapi, kadang dia bekerja, kadang juga tidak,”(5/10) kata dia.

Ibu Sutinem juga memiliki 2 anak, dan masing-masing sudah berkeluarga dan sudah memiliki cucu. Namun, karena menjadi penopang hidup keluarga juga, ia tidak bisa menyempatkan diri bersama sepanjang hari dengan anak dan cucu kesayangannya diusianya yang seperti itu.

Melihat seorang Ibu Sutinem yang selalu menebar keceriaan dan semangat itu, Ketua KOMLINE Harda Belly sekaligus pengurus dari resto mie ONLOK sangat senang melihat semangat dari ibu Sutinem yang setiap pagi selalu ia temui didepan ruko Mie ONLOK dan selalu memberikan wajah bahagia.

Harda mengatakan, Ia sudah hampir 8 bulan ini mengenal ibu Sutinem yang mana setiap pagi selalu menyapa siapapun orang bertemu beliau.

“Ibu Sutinem adalah orang yang sangat ceria bahkan tidak pernah saya melihat raut kesedihan diwajahnya” kata Harda.

Ketua Komline itu juga menceritakan kronologi di minggu yang lalu Ibu Sutinem terjatuh dari mobil yang ditumpangi nya pada saat berangkat bekerja.

“Pada saat itu saya melihat ibu Sutinem dengan kaki agak mincang namun ia masih bekerja,” kata dia.

Melihat keadaan itu,  Harda menyarankan jika Ibu Sutinem memerlukan banyak waktu untuk istirahat. Namun jawaban yang diberikan Ibu Sutinem sangat menyentuh hatinya.

Kata dia,” kalau saya tidak bekerja siapa yang akan kasih makan, jawaban itu spontan membuat hati saya terenyuh,” kata Harda Belly, Ketua Komline yang juga Pengurus Mie Onlok yang terkenal di Jakarta itu.

Kepada Harda, Ia juga berpesan kepada para anak -anak muda untuk selalu semangat dalam bekerja dan mengejar cita-cita.

Sebab, dengan menumbuhkan jiwa yang selalu berpikir optimis dan bersemangat kehidupan, selalu berusaha yang terbaik dalam bekerja, dengan penuh keyakinan dan percaya niscaya cita-cita dan apapun impian kita akan segera terwujud.

(SN)

Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

PGK Gelar Diskusi Menangkal Hoax Menjelang Pilpres 2019

Komline, Jakarta-Setelah kasus hoax seperti dugaan penganiayaan seorang kritikus presiden yang terkenal era orde baru …