Home / Berita Tokoh / OKU Selatan perlu antisipasi bencana tanah longsor”

OKU Selatan perlu antisipasi bencana tanah longsor”

Link Banner

Komline,Okus-Bencana tanah longsor menjadi ancaman bagi masyarakat di kabupaten OKU Selatan, tercatat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, ada beberapa kejadian tanah longsor yang menelan korban jiwa. Misalnya kejadian longsor dan banjir bandang di Sungai Are pada 09 November 2017 yang mengakibatkan 6 orang meninggal dunia, dan tanah longsor yang terjadi di Sidorahayu, kecamatan Buay Pemaca, pada tanggal 15 Februari 2019 yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia dan 1 luka berat.

Selain itu juga pada tanggal 6 Maret 2019, juga terjadi tanah longsor di desa Muara Payang Kecamatan Kisam Tinggi, yang menutupi aliran sungai. Dan ada banyak lagi kejadian bencana tanah longsor yang terjadi terutama di kecamatan yang rawan terjadi tanah longsor seperti kecamatan Pulau Beringin, Kisam Tinggi, Sungai Are, Muaradua Kisam, Buay Pemaca. Hal ini menyebabkan terganggunya lalu lintas dan merugikan secara material, sehingga diperlukan tindakan preventif untuk mengantisipasi bencana tanah longsor.

Mengapa perlu antisipasi ?

Pertama, kondisi topografi OKU Selatan berbukit dan bergunung-gunung, membentuk lereng dengan tingkat kemiringan yang terjal, dan struktur tanah yang gembur, sangat rentan terjadi nya bencana longsor.

Kedua, kondisi intensitas hujan sangat tinggi pada bulan Januari sampai dengan April, sehingga menaikkan volume air didalam tanah, yang menyebabkan tanah menjadi gembur, dan memudahkan terjadi nya pergerakan pada struktur tanah.

Ketiga, aktivitas alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian dan permukiman, contohnya hutan lindung gunung raya yang semula 78.000 Ha pada tahun 1978 dan pada tahun 2014 menyusut menjadi 44.996. Hal menyebabkan berkurangnya tutupan hutan yang berdampak pada hilangnya fungsi hutan, sebagai daerah reservior air dan penahan struktur tanah.

Berdasarkan kondisi topografi, klimatologi dan aktivitas alih fungsi hutan di OKU Selatan, bencana tanah longsor akan selalu mengancam keberlangsungan hidup masyarakat di kabupaten OKU Selatan. Oleh karena itu, pemerintah daerah, aktivis lingkungan, dan lembaga terkait. Perlu menindak lanjuti permasalahan bencana tanah longsor ini, dengan melakukan kegiatan pencerdasan dan mitigasi bencana tanah longsor.

Kegiatan edukasi mengenai mitigasi bencana dapat dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, pelatihan, atau konten kreatif. Tujuannya akan memberikan pemahaman mengenai sumber potensi bencana, tindakan tanggap bencana, dan memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan sumber daya alam dengan bijaksana, sehingga akan muncul kesadaran menjaga kelestarian lingkungan.

Diharapkan juga pemerintah daerah dapat menginisiasi, hidupnya kembali kearifan lokal yang ada di daerah tersebut, mengenai tata cara pemanfaatan lahan hutan yang bijaksana sesuai aturan adat.

Kegiatan ini memerlukan dorongan dan dukungan dari stakeholder terkait, dan juga membutuhkan antusias masyarakat khususnya pemuda dan generasi milenial sebagai penerus kehidupan di kabupaten ini.

Oleh : Jayansyah, S.Si
(Aktivis OKU Selatan)

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Cinta Berakhir Kecewa Karena Cemburu Wanita Ini Ditusuk-Tusuk Sang Pacar

Komline,Musi Banyuasin- Sahabat Komline, jika anda memiliki seorang kekasih boleh, boleh saja. Hanya saja, anda jangan …