Home / Berita Tokoh / PC Pemuda Muslimin Lahat: Petani Adalah Pahlawan, Milenial Jangan Lupakan

PC Pemuda Muslimin Lahat: Petani Adalah Pahlawan, Milenial Jangan Lupakan

Komline,Lahat-Sejarah telah membuktikan dari zaman ke zaman petani adalah sosok yang kuat dan berpengaruh dalam berdirinya negeri ini. Peran petani dalam perjuangan kemerdekaan tidak dapat dilupakan, dimana masa itu petani menjadi kekuatan yang besar baik dalam kebutuhan pangan, ekonomi, dan kekuatan tentara sukarela melawan penjajah.

Namun saat ini, petani terjerat dalam kesusahan dan dalam garis kemiskinan. Terbukti dalam hasil survey BPS tingkat kemiskinan paling tinggi terdapat di pedesaan dan mayoritas pekerjaan di pedesaan adalah petani.

Hari ini, 24 September 2020 merupakan peringatan “Hari Tani Nasional”, hari memperingati perjuangan kaum petani membebaskan diri dari penderitaan sejak ditetapkannya Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA 1960).

Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Kab. Lahat Sumatera Selatan mengatakan, ” Perjuangan petani jangan dilupakan, kaum milenial harus lanjutkan. Peran besar petani jangan dianggap kecil karena berasal dari rakyat-rakyat kecil. Besarnya peran petani dan kuatnya sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi harus diteruskan oleh kaum milenial sebagai estafet perjuangan dan bukti penghargaan. Dimasa 75 tahun kemerdekaan ini petani harus menikmati kemerdekaan yang sesungguhnya. Segala bentuk halangan dan hambatan petani untuk berjaya harus diperhatikan dan didukung penuh oleh pemerintah serta para pemuda”. Ungkap Armando Dwi Putra. Kamis, (24/09/2020).

“Kemiskinan yang melanda masyarakat pedesaan akibat kurangnya tingkat pengetahuan dan lahan pertanian. Cara bertani tradisional sudah tidak efektif dan lahan bertani semakin sempit akibat tingginya pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk tidak diiringi dengan perluasan lahan pertanian, sehingga tidak sedikit masyarakat desa hanya sebagai buruh tani. Selain itu, naik turun harga jual hasil pertanian yang tidak stabil dan biaya produksi yang tinggi membuat petani tidak mendapatkan keuntungan yang tinggi.” Pungkasnya.

Indonesia membutuhkan regenerasi petani untuk bisa mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Peran petani milenial amat dinanti negara untuk bisa menciptakan inovasi pertanian dari hulu ke hilir sehingga menciptakan nilai tambah komoditas pertanian.

Armando menjelaskan bahwa Milenial punya intuisi yang lebih tajam, keahlian digitalisasi dan pendekatan global serta pemanfaatan teknologi yang baik. Jika milenial didorong maka kekuatan pertanian akan lebih baik.

Profesi petani dianggap tidak dapat menjamin masa depan, sehingga banyak pemuda desa setelah lulus pendidikan formal beralih ke profesi lain di kota besar.

Sementara kita ketahui, sebagai negara agraris Indonesia dianugrahi kekayaan alam melimpah dan geografis strategis yang membuat segala tanaman bisa tumbuh subur.

“Dimasa pandemi Covid-19 pertanian membuktikan adalah sektor yang paling kuat dalam ekonomi bangsa. Saat ini petani kembali menjadi pahlawan di negeri ini. Mari kita mulai dari awal, milenial jangan gengsi Indonesia berpotensi menjadi lumbung pangan dunia. Mari kita membangun dari desa untuk Indonesia. Indonesia tidak akan terang dari obor yang menyala di Jakarta, Indonesia akan terang dari lilin-lilin yang bercahaya di Desa”.Tutupnya.

Link Banner
Facebook Comments

Check Also

ALIANSI MAHASISWA SUMATERA SELATAN NYATAKAN SIKAP TERHADAP OMNIBUS LAW

Komline, Jakarta- Pada tanggal 05 oktober 2020, pukul : 22.00 Wib. Telah disahkan Undang-Undang Omnibus …

%d bloggers like this: