Home / Kisah & Misteri / Perampokan Yang Tak Pernah Terungkap Ini Ternyata Memang Sengaja Ditutupi.

Perampokan Yang Tak Pernah Terungkap Ini Ternyata Memang Sengaja Ditutupi.

Link Banner

Komeringonline.com – Dudi adalah seorang karyawan di sebuah percetakan. Dudi bekerja pada seorang majikan yang terkenal pelit dan menyebalkan. Pak Gandi adalah majikan Dudi tersebut. Seluruh karyawannya mengeluh karena gaji yang mereka terima adalah yang terkecil dibandingkan percetakan lainnya. Padahal percetakan milik Pak Gandi juga terbilang cukup ramai orderan. Mereka pasrah dengan nasib mereka, daripada tidak ada pekerjaan sama sekali.

Suatu hari Dudi mempunyai niat untuk merampok rumah majikannya yang pelit itu. Untuk melancarkan niat dan aksinya itu, tentu Dudi membutuhkan seorang teman. Akhirnya Dudi mengajak Yana, seorang pesuruh di percetakan tersebut.

Selama 2 minggu, Dudi dan Yana merencanakan perampokan dengan rapih. Sepengetahuan mereka, di rumah itu hanya ada majikannya sendirian dan seorang asisten rumah tangga yang tidak menginap. Istri dan anak majikannya itu sedang berada di luar negeri untuk mengurus pendidikan anaknya yang akan bersekolah disana.

Saatnya tiba, Dudi dan Yana melancarkan aksinya untuk merampok rumah tersebut pada pukul 2 dini hari. Keadaan didalam rumah begitu gelap gulita. Hanya lampu teras dan belakang rumah saja yang terang. Merekapun masuk dengan cara yang rapih sehingga nyaris tidak ada bunyi dan kerusakan pada pintu depan. Tidak lupa, mereka juga mengenakan penutup wajah dan sarung tangan.

Saat mereka tiba didalam rumah, mereka sangat terkejut melihat majikannya itu sedang bercinta dengan seorang wanita muda yang cantik nan seksi. Majikannya itu merasa aman berada didalam rumah, sehingga ia merasa tidak perlu menutup pintu kamar rapat-rapat.

Tanpa pikir panjang, Dudi dan Yana pun merekam adegan percintaan mereka untuk dijadikan barang bukti. Saat permainan mereka selesai, Dudi dan Yana menerobos masuk ke dalam kamar dan menodongkan pisau ke arah majikan dan selingkuhannya itu. Dudi dan Yana meminta seluruh uang yang ada di rumah itu. “Cepat masukkan uang yang ada dibrankas. Kalau tidak, rekaman perselingkuhan kalian akan ku bongkar” kata Dudi dengan suara yang tersamarkan oleh penutup wajahnya.

Dengan ketakutan, majikannya itu lalu memindahkan seluruh uang dan perhiasan emas kedalam tas yang sudah disediakan oleh Dudi. Dan Yana tetap menodongkan pisau ke arah wanita itu untuk berjaga-jaga. “Awas, jangan lapor Polisi. Kalau sampai lapor, maka rumah tanggamu akan berakhir dan kamu akan malu atas skandal ini” ancam Dudi.

Akhirnya perampokan itu berjalan dengan mulus tanpa ada keributan. Keesokannya hingga beberapa bulan ke depan, Dudi dan Yana masih tetap bekerja seperti biasa seolah-olah tak terjadi apa-apa agar tak dicurigai. Dan rupanya, memang tidak pernah ada berita perampokan di berbagai media mengenai perampokan di rumah Pak Gandi.

Satu tahun kemudian, percetakan milik Pak Gandi mulai bermasalah. Satu persatu karyawannya mengundurkan diri. Akhirnya Dudi dan Yana lah yang terakhir mengundurkan diri. Setelah mereka berdua keluar dari percetakan, mereka lantas pindah dari kota itu dan memulai usaha baru dengan bermodalkan uang hasil rampokan tanpa was-was dicari Polisi dan tetap menyimpan rekaman majikannya itu.
(TA)

Link Banner Link Banner
Facebook Comments

Check Also

Yuk ! Segarkan Dirimu Dengan Rekreasi Ke Wisata Megalit – Lahat

Komliners, Indonesia memiliki beragam akses wisata bisa anda kunjungi lho !. Bagi anda yang menyukai …