Home / Berita Tokoh / PERANAN PEMUDA SEBAGAI TULANG PUNGGUNG PEMANFAATAN BONUS DEMOGRAFI, TANTANGAN DAN PELUANG EKONOMI DALAM MENYONGSONG INDONESIA EMAS PADA TAHUN 2045*

PERANAN PEMUDA SEBAGAI TULANG PUNGGUNG PEMANFAATAN BONUS DEMOGRAFI, TANTANGAN DAN PELUANG EKONOMI DALAM MENYONGSONG INDONESIA EMAS PADA TAHUN 2045*

Beberapa prasyarat negara maju telah kita genggam. Data bappenas pada siaran pers pada tahun 2017 menunjukan bahwa penduduk usia produktif pada tahun 2030-2040 mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.

Besarnya jumlah penduduk usia produktif ini adalah dasar yang cukup kuat untuk menjadi negara maju.

Berdasarkan data Market Exchange Rate (MER) ranking Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di predikiskan akan meningkat dari urutan ke-16 pada tahun 2015/2016 menjadi urutan ke-9 pada tahun 2030 dan urutan ke-4 pada usia 100 tahun Indonesia yaitu tahun 2045.

John Hawksworth, Chief Economist PricewaterhouseCoopers (PwC) mengatakan bahwa, Indonesia akan berada di peringkat ke-5 di tahun 2030 dengan estimasi nilai GDP US$5.424 miliar dan naik menjadi peringkat ke-4 pada tahun 2050 dengan estimasi nilai GDP US$10.502 miliar berdasarkan nilai GDP dengan metode perhitungan Purchasing Power Parity (PPP).

Berangkat dari data demografi ini, dan dari beberapa indikasi makro ekonomi lainnya, Indonesia akan menjadi big emerging market country, mengingat posisi Indonesia merupakan negara dengan perekonomian terkuat di Asia Tenggara, maka Indonesia diramalkan akan menjadi salah satu singa perekonomian dunia di masa yang akan datang.

Hal yang perlu kita waspadai adalah kesiapan dari Institusi Ekonomi, Pembangunan Sumber Daya Manusia, Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Pemerataan Pembangunan, Ketahanan Nasional serta Tata kelola Pemerintahan atau Institusi Politik untuk menjamin terjadinya distribusi kesejateraan yang adil kepada seluruh rakyat Indonesia. Sebab peluang menjadikan Indonesia sebagai salah satu singa perekonomian dunia ini tidaklah semudah membalikan telapak tangan.

Ironisnya fakta-fakta ketidaksiapan dari berbagai sektor untuk menyongsong Indonesia emas di tahun 2045 sangatlah mengemuka.

Dalam sektor Pendidikan, berdasarkan hasil studi “Most Littered National In the World” yang diselenggarakan oleh Central Connecticut State University, menyatakan bahwa, dalam hal baca-tulis skala dunia, Indonesia hanya menduduki peringkat ke-60 dari 61 Negara. Indonesia bukan hanya berada di bawah Thailand (urutan 59) dan di atas Bostwana (urutan 61).
UNESCO juga dalam sebuah survey menyatakan, bahwa minat baca masyarakat Indonesia bru 0,001 persen, atau 1 banding 1000. Artinya, dalam 1000 masyarakat Indonesia hanya terdapat 1 masyarakat yang memiliki minat baca.
Sehingga berdasarkan data tersebut, dari 255 juta jiwa penduduk Indonesia, hanya terdapat 255 ribu orang yang suka membaca.

Dalam sektor ekonomi, Ironisnya, laju pertumbuhan ekonomi yang sela ini kita harpkan justru stangnan di angka 5%an, bahkan diprediksikan akan menurun, sehingga mengakibatkan ketimpangan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Ketimpangan pembangunan ini secara langsung akan mengancam integritas nasional yang selama ini kita jaga.

Kekhawatiran ini tentunya beralasan jika kita mencermati maraknya perilaku korupsi yang mengakibatkan instabilitas politik serta melahirkan ketidakpercayaan publik pada pejabat negara.

Krisis kepercayaan atas ini, mengisyaratkan pembaharuan legitimasi dari masyarakat secara aktif, yang hanya dapat tercipta melalui karakter kepemimpinan nasional yang kuat.

Bangsa ini telah cukup dengan keterpurukan, untuk dapat bangkit dan mewujudkan cita cita Indonesia emas di tahun 2045, kita membutuhkan lebih dari sekedar citra semu dan kewibwaan yang di buat-buat. Bangsa ini membutuhkan teladan tanpa kedok, yang mampu mensinergiskan antara ucapan dan perbuatan.

Sudah terlalu lama bangsa ini membutuhkan kehormatan sebagai bangsa yang kuat yang tak mudah di dikte oleh asing. Sudah saatnya Indonesia menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

_Enday Hidayat_Kader Perkumpulan Gerakan Kebangsaan

Facebook Comments

Check Also

Massa Minta Presiden Pecat 3 Pejabat Utama Kemendag RI 

Komline,Jakarta-Sekelompok massa yang tergabung dalam Komite Milenial Anti Korupsi (KOMIK) menggelar aksi massa di depan …

%d bloggers like this: